Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Art Therapy dalam Mengurangi Kecemasan pada Remaja Pasien Leukemia Adriani, Shinta Natalia; Satiadarma, Monty
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1469.399 KB)

Abstract

Leukemia adalah jenis kanker yang paling banyak dialami oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun. Ketika remaja, didiagnosis menderita leukemia, ada beberapa reaksi emosional yang menyertainya, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan pada remaja penderita leukemia ini diukur dengan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), Revised Children’s Manifest Anxiety Scale (RCMAS), dan melihat gejala kecemasan dari segi fisik, kognitif, serta tingkah laku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan kecemasan remaja penderita leukemia dan metode kuantitatif untuk melihat efektivitas art therapy dalam mengurangi kecemasan pada remaja penderita leukemia. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 remaja penderita leukemia dengan 2 subjek diberikan art therapy. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pemberian art therapy pada subjek 1 sebanyak 22 sesi dan subjek 2 sebanyak 24 sesi. Dalam penelitian ini, art therapy telah terbukti efektif mengurangi kecemasan pada remaja penderita leukemia dengan menunjukkan perubahan ke arah yang positif pada keduanya. Keberhasilan art therapy ini juga dipengaruhi oleh dukungan dari keluarga dan lingkungan.Kata kunci: Terapi seni, Kecemasan, Remaja, Leukemia
EVALUASI TANDA DAN GEJALA PASIEN KANKER SETELAH MENJALANI KEMOTERAPI Adriani Natalia M
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.904

Abstract

Abstrak Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia.Kemoterapi merupakan salah satu pilihan terapi yang tersedia. Namun, kemoterapi memiliki agen sitotoksik yang bukan hanya menyerang sel kanker yang berproliferasi tetapi juga sel-sel yang normal yang akan mempengaruhi kemampuan fisik pasien.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tanda dan gejala pasien yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2016 yang meliputi nyeri, mual dan muntah dan hasil pemeriksaan laboratorium pada hematologi yaitu HGB, WBC dan PLT.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriftif eksploratif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan "purposive sampling" sebanyak 42 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskall Wallis untuk hubungan siklus kemoterapi dengan nyeri, mual /muntah dan kelelahan serta uji Korelasi Spearman untuk korelasi siklus kemoterapi dengan profil hematologi (Hgb, WBC, dan PLT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Semua data dianalisis dengan program SPSS versi 21,0 (SPSS, Inc Chicago, IL).Ada hubungan siklus kemoterapi dengan nyeri (p: 0.013), mual dan muntah (p:0.02), dan kelelahan (p:0.01). Selain itu, didapatkan ada korelasi siklus kemoterapi dengan kadar hemoglobin (p=0.026,r=-0.034), kadar PLT (p=0.050,r=-0.305), dan tidak ada korelasi siklus kemoterapi dengan WBC (p=0.889,r=0.022). Namun berdasarkan siklus kemoterapi berulang sebanyak dua kali tidak ditemukan perubahan yang berarti antara intensitas nyeri, grade mual/muntah, tingkat kelelahan, kadar, PLT dan WBC, kecuali kadar Hemoglobin dalam darah yang mengalami penurunan. Terjadi perubahan gejala (nyeri, mual dan muntah, kelelahan) dan perubahan status hematologi (Hb dan PLT) seiring dengan peningkatan siklus kemoterapi. Olehnya itu, diperlukan pemantauan dari perawat dan pihak terkait dalam penanganan pasien dengan kemoterapi. Kata kunci: siklus kemoterapi, nyeri, mual/muntah, kelelahan, hemoglobin, WBC dan PLT. Abstrak Cancer is one of the leading causes of death worldwide. Chemotherapy is one of the treatment options available. However, chemotherapy has a cytotoxic agent that is not only attacking the cancer cells poliferating but also normal cells that will affect the patient's physical abilities. This study aimed to evaluate the signs and symptoms of patients who are undergoing chemotherapy at Ibn Sina Hospital Makassar 2016 include pain, nausea and vomiting, and laboratory results in hematology, namely HGB, WBC and PLT.This study used a descriptive longitudinal research design. The sampling technique is done with the "purposive sampling" as many as 42 respondents. Data analysis was performed using Kruskal Wallis test for the relationship cycles of chemotherapy with pain, nausea / vomiting and fatigue as well as Spearman's correlation test cycles of chemotherapy with hematologic profile (Hgb, WBC, and PLT) with a 95% confidence level. All data were analyzed with SPSS version 21.0 (SPSS, Inc. Chicago, IL).There are correlation with the pain of chemotherapy cycles (p: 0.013), nausea and vomiting (p: 0.02), and fatigue (p: 0.01). In addition, it was found there was a correlation cycles of chemotherapy with hemoglobin levels (p = 0.026, r = -0034), PLT levels (p = 0.050, r = -0305), and no correlation with WBC cycles of chemotherapy (p = 0.889, r = 0022). However, based on repeated cycles of chemotherapy twice found no significant change between the intensity of pain, grade nausea / vomiting, fatigue, concentration, PLT and WBC, except hemoglobin levels in the blood decrease. There is a change of symptoms (pain, nausea and vomiting, fatigue) and hematologic status changes (Hemoglobin and PLT) along with increased cycles of chemotherapy. By him that would require monitoring of nurses and parties involved in the management of patients with chemotherapy. Keywords: cycles of chemotherapy, pain, nausea / vomiting, fatigue, hemoglobin, WBC and PLT.
Upaya Meningkatkan Kesehatan Lanjut Usia (Lansia) Saat Masa Pandemi Covid-19 di Panti Werdha Kota Manado Sulawesi Utara Kristamuliana Kristamuliana; Adriani Natalia M.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4702

Abstract

ABSTRAK Pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) telah merenggut nyawa lansia lima kali lebih banyak daripada kelompok usia lainnya. Hal ini terjadi karena kerentanan yang dialami oleh lansia akibat penurunan fungsi-fungsi tubuh termasuk sistem kekebalan tubuh. Protokol kesehatan yang diterapkan bagi seluruh lapisan masyarakat membuat lansia harus lebih banyak mengisolasi diri di kamar. Kondisi ini menyebabkan lansia mengalami kelemahan dan berpotensi untuk mengalami kekakuan sendi yang berujung pada risiko tinggi untuk jatuh akibat kurangnya aktivitas fisik selama menerapkan protokol kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan Range of Motion (ROM) Exercise untuk mencegah kekakuan sendi menjaga keseimbangan dan gaya berjalan lansia agar tidak berisiko tinggi untuk jatuh akibat kurangnya aktivitas selama Pandemi COVID-19. Adapun kegiatan yang telah dilakukan adalah mengajarkan ROM Exercise kepada lansia dan hasil yang didapatkan adalah sebanyak 87% lansia mampu melakukan ROM Exercise secara mandiri, adapun yang tidak mampu melakukan secara mandri adalah karena lansia-lansia tersebut menggunakan kursi roda atau mengalami gangguan pada ektremitas bawah. Kata Kunci: Lansia, COVID-19, protokol kesehatan, ROM exercise.  ABSTRACT The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has claimed five times as many elderly lives as any other age group. This happens because of the vulnerability experienced by the elderly due to a decrease in body functions including the immune system. Health protocols that are implemented to all levels of society make the elderly have to isolate themselves more in their rooms. This condition causes the elderly to experience weakness and have the potential to experience joint stiffness which leads to a high risk of falling due to lack of physical activity while implementing health protocols. The purpose of this activity was to teach Range of Motion (ROM) Exercise to prevent joint stiffness, maintain balance and gait in the elderly so that they are not at high risk of falling due to lack of activity during the COVID-19 Pandemic. The activities have been carried out are teaching ROM Exercise to the elderly and the results obtained are as many as 87% of the elderly are able to do ROM Exercise independently, while those who are unable to do it independently are because the elderly use a wheelchair or have problems with the lower extremities. Keywords: Elderly, COVID-19, health protocol, ROM exercise.
Efektivitas Art Therapy dalam Mengurangi Kecemasan pada Remaja Pasien Leukemia Shinta Natalia Adriani; Monty Satiadarma
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1469.399 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v5i1.104

Abstract

Leukemia adalah jenis kanker yang paling banyak dialami oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun. Ketika remaja, didiagnosis menderita leukemia, ada beberapa reaksi emosional yang menyertainya, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan pada remaja penderita leukemia ini diukur dengan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), Revised Childrens Manifest Anxiety Scale (RCMAS), dan melihat gejala kecemasan dari segi fisik, kognitif, serta tingkah laku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan kecemasan remaja penderita leukemia dan metode kuantitatif untuk melihat efektivitas art therapy dalam mengurangi kecemasan pada remaja penderita leukemia. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 remaja penderita leukemia dengan 2 subjek diberikan art therapy. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pemberian art therapy pada subjek 1 sebanyak 22 sesi dan subjek 2 sebanyak 24 sesi. Dalam penelitian ini, art therapy telah terbukti efektif mengurangi kecemasan pada remaja penderita leukemia dengan menunjukkan perubahan ke arah yang positif pada keduanya. Keberhasilan art therapy ini juga dipengaruhi oleh dukungan dari keluarga dan lingkungan.Kata kunci: Terapi seni, Kecemasan, Remaja, Leukemia
DUKUNGAN KELUARGA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP PROF.DR.R.D KANDOU ERIKA EMNINA SEMBIRING; FERLAN ANSYE PONDAAG; ADRIANI NATALIA M
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.6145

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit keganasan dengan jumlah kasus paling tinggi dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Dalam menjalani perawatan dan pengobatan pasien kanker payudara sangat membutuhkan dukungan dari keluarga seperti pasangan, anak-anak dan orang tua. Dukungan yang diberikan keluarga membuat pasien kanker payudara memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan keluarga pasien kanker payudara. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang yang merupakan pasien kanker payudara yang menjalani perawatan di RSUP Prof. DR. R.D Kandou. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan teknik analisa data univariat. Hasil penelitian didapatkan data bahwa mayoritas pasien kanker payudara mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori baik yaitu 61 orang (98.4%). Diharapkan kepada tenaga kesehatan secara khusus perawat untuk tetap melibatkan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan, sehingga pasien kanker payudara lebih semangat, memiliki kepercayaan diri dan meningkatkan motivasi untuk sembuh.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tidak Menular dengan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) : Community Empowerment in Efforts to Prevent and Handling Non-Communicable Diseases by Utilizing Family Medicinal Plants (TOGA) Adriani natalia Minanga; Kristamuliana Kristamuliana
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.316 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.111

Abstract

Pencegahan dan penanganan PTM (Penyakit Tidak Menular) serta pengendalian faktor risiko harus dilakukan sedini mungkin untuk mengurangi angka kejadian dan meminimalkan komplikasi PTM. Data demografi yang dilaporkan dari puskesmas menyebutkan bahwa PTM tidak hanya menyerang pada usia dewasa dan lansia namun akhir-akhir ini PTM seperti hipertensi telah terjadi pada usia 20 tahun. Tujuan pengabdian  masyarakat (Pengabmas) ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penanganan PTM dengan pemnafaatan TOGA serta membantu keberlanjutan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindo) yang telah lama vakum sejak masa pandemi melalui penyegaran kembali kader Posbindu  tentang program monitoring dan deteksi dini penyakit tidak menular di puskesmas. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah adalah melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap kelompok pasien dan keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas terkait dan pemanfaatan TOGA, demonstrasi pemanfaatan  TOGA dan penyegaran kembali kader Posbindu terkait monitoring dan deteksi dini PTM. Hasilnya menunjukkan berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme terhadap topik penyuluhan baik yang diberikan kepada peserta penyakit tidak menular maupun kepada kader posbindu. Pengetahuan peserta meningkat dan minat yang besar  untuk memanfaatkan TOGA juga diperoleh dari pernyataan peserta pada sesi evaluasi. Kesimpulannya kegiatan pengabmas ini dapat berkontribusi terhadap pengendalian PTM dengan pemanfaatan TOGA dan penyegaran kembali kader posbindu.
PENERIMAAN DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA: LITERATURE REVIEW Erika Emnina Sembiring; Adriani Natalia M
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i1.1083

Abstract

Breast cancer is a malignancy with a high number of cases compared to other types of cancer in women. Breast cancer and its treatment therapy have psychological impacts such as stress, anxiety, low self-esteem, disturbed body image, and unpreparedness to accept the disease conditions experienced. Low self-acceptance makes breast cancer patients not enthusiastic about living life, care and treatment and have low motivation to recover. The purpose of this study was to determine the level of self-acceptance of breast cancer patients. The method used in this study is Literature Review by analyzing research articles published through PubMed, ScienceDirect. The search results obtained 37 articles and only 6 articles that met the criteria for analysis. The majority of research results show self-acceptance of breast cancer patients in the medium and low categories, and the instrument most widely used to assess self-acceptance is the Acceptance of Illness questionnaire. Self-acceptance assessment is very important to do to prevent bad psychological impact on breast cancer patients. Good self-acceptance can increase enthusiasm and motivation to recover as well as the quality of life of breast cancer patients.
EVALUASI TANDA DAN GEJALA PASIEN KANKER SETELAH MENJALANI KEMOTERAPI Adriani Natalia M
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.904

Abstract

Abstrak Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia.Kemoterapi merupakan salah satu pilihan terapi yang tersedia. Namun, kemoterapi memiliki agen sitotoksik yang bukan hanya menyerang sel kanker yang berproliferasi tetapi juga sel-sel yang normal yang akan mempengaruhi kemampuan fisik pasien.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tanda dan gejala pasien yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2016 yang meliputi nyeri, mual dan muntah dan hasil pemeriksaan laboratorium pada hematologi yaitu HGB, WBC dan PLT.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriftif eksploratif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan "purposive sampling" sebanyak 42 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskall Wallis untuk hubungan siklus kemoterapi dengan nyeri, mual /muntah dan kelelahan serta uji Korelasi Spearman untuk korelasi siklus kemoterapi dengan profil hematologi (Hgb, WBC, dan PLT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Semua data dianalisis dengan program SPSS versi 21,0 (SPSS, Inc Chicago, IL).Ada hubungan siklus kemoterapi dengan nyeri (p: 0.013), mual dan muntah (p:0.02), dan kelelahan (p:0.01). Selain itu, didapatkan ada korelasi siklus kemoterapi dengan kadar hemoglobin (p=0.026,r=-0.034), kadar PLT (p=0.050,r=-0.305), dan tidak ada korelasi siklus kemoterapi dengan WBC (p=0.889,r=0.022). Namun berdasarkan siklus kemoterapi berulang sebanyak dua kali tidak ditemukan perubahan yang berarti antara intensitas nyeri, grade mual/muntah, tingkat kelelahan, kadar, PLT dan WBC, kecuali kadar Hemoglobin dalam darah yang mengalami penurunan. Terjadi perubahan gejala (nyeri, mual dan muntah, kelelahan) dan perubahan status hematologi (Hb dan PLT) seiring dengan peningkatan siklus kemoterapi. Olehnya itu, diperlukan pemantauan dari perawat dan pihak terkait dalam penanganan pasien dengan kemoterapi. Kata kunci: siklus kemoterapi, nyeri, mual/muntah, kelelahan, hemoglobin, WBC dan PLT. Abstrak Cancer is one of the leading causes of death worldwide. Chemotherapy is one of the treatment options available. However, chemotherapy has a cytotoxic agent that is not only attacking the cancer cells poliferating but also normal cells that will affect the patient's physical abilities. This study aimed to evaluate the signs and symptoms of patients who are undergoing chemotherapy at Ibn Sina Hospital Makassar 2016 include pain, nausea and vomiting, and laboratory results in hematology, namely HGB, WBC and PLT.This study used a descriptive longitudinal research design. The sampling technique is done with the "purposive sampling" as many as 42 respondents. Data analysis was performed using Kruskal Wallis test for the relationship cycles of chemotherapy with pain, nausea / vomiting and fatigue as well as Spearman's correlation test cycles of chemotherapy with hematologic profile (Hgb, WBC, and PLT) with a 95% confidence level. All data were analyzed with SPSS version 21.0 (SPSS, Inc. Chicago, IL).There are correlation with the pain of chemotherapy cycles (p: 0.013), nausea and vomiting (p: 0.02), and fatigue (p: 0.01). In addition, it was found there was a correlation cycles of chemotherapy with hemoglobin levels (p = 0.026, r = -0034), PLT levels (p = 0.050, r = -0305), and no correlation with WBC cycles of chemotherapy (p = 0.889, r = 0022). However, based on repeated cycles of chemotherapy twice found no significant change between the intensity of pain, grade nausea / vomiting, fatigue, concentration, PLT and WBC, except hemoglobin levels in the blood decrease. There is a change of symptoms (pain, nausea and vomiting, fatigue) and hematologic status changes (Hemoglobin and PLT) along with increased cycles of chemotherapy. By him that would require monitoring of nurses and parties involved in the management of patients with chemotherapy. Keywords: cycles of chemotherapy, pain, nausea / vomiting, fatigue, hemoglobin, WBC and PLT.