Penelitian ini membahas konsep pendidikan anak berdasarkan Surat As-Shaffat ayat 102–107, yang menampilkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai model pendidikan berbasis nilai tauhid, keteladanan, komunikasi dialogis, dan kasih sayang. Latar belakang penelitian adalah tantangan pendidikan Islam di era modern, seperti degradasi moral, krisis spiritual, digitalisasi, dan globalisasi, yang menuntut penguatan karakter anak melalui nilai-nilai Islam secara menyeluruh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu’i) dan desain deskriptif-analitis melalui studi pustaka, menelaah tafsir klasik dan modern, serta menganalisis relevansi nilai-nilai pedagogis terhadap praktik pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pendidikan Nabi Ibrahim menekankan dialog persuasif, keteladanan moral, internalisasi nilai tauhid, latihan spiritual, kesabaran, dan pengorbanan, yang efektif membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak mulia, dan mandiri secara spiritual. Nilai komunikasi edukatif dan musyawarah, serta teladan orang tua atau pendidik, menjadi instrumen penting dalam internalisasi moral dan akhlak. Integrasi nilai spiritual, kasih sayang, dan disiplin menghasilkan pendidikan anak yang holistik, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan spiritual. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an bersifat aplikatif, relevan dengan tantangan pendidikan modern, dan mampu menyiapkan anak menghadapi arus informasi, teknologi, dan dinamika sosial dengan integritas moral dan keteguhan iman.