Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BABY BLUES SYNDROME PADA IBU HAMIL DI DESA LAMTEH DAYAH KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Eristono Eristono; Afriana Afriana; Roza Aryani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40773

Abstract

Abstrak Proses adaptasi psikologi pada seorang ibu sudah di mulai sejak dia hamil. Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa yang normal terjadi dalam hidup, namun banyak ibu yang mengalami stres yang signifikan. Ada kalanya ibu mengalami perasaan sedih yang berkaitan dengan bayinya, keadaan ini disebut postpartum blues. Baby blues syndrome mempunyai dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek yang ditimbulkan mengakibatkan ibu menjadi pasif dan mengabaikan bayinya sehingga bayi akan mengalami kurang perhatian dan sentuhan dari ibu, selain itu juga akan mengalami gangguan aktifitas pada ibu dan bayi akan sering menangis. Sedangkan dampak jangka panjang yaitu menimbulkan gangguan pada perkembangan kognitif, psikologi, neorologi dan  motorik.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari Sabtu  tanggal 10 Juni 2023. Pengabdian dilakukan dengan tujuan agar ibu hamil mempersiapkan mental dan adanya dukungan keluarga dalam mengasuh bayinya.Hampir rata-rata rata-rata ibu hamil belum mengetahui dampak yang terjadi bila ibu nifas mengalami baby blues.Sehingga peran keluarga sangat berpengaruh dalam menjaga emosi ibu nifas.Oleh karena itu perlu diadakana penyuluhan terkait Baby Blues Syndrome dan depresi postpartum. Melalui program penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental pada ibu pasca persalinan
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DI DESA PALOH TINGGI KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE Sirajul Muna; Roza Aryani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41907

Abstract

Pengaturan dan kualitas makanan yang diberikan kepada bayi sangat tergantung kepada pendidikan dan pengetahuan ibu dan ketersediaan bahan makanan di tingkat rumah tangga. kesadaran ibu terhadap gizi yang baik diberikan kepada anak memegang peranan yang penting dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan. Hasil studi pendahuluan data dari Dinas Kesehatan Pidie, dari 26 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pidie, pada tahun 2019 balita yang mengalami stunting sebanyak 17,2%, pada tahun 2021 sebanyak 12,3% dan tahun 2022 semakin meningkat menjadi 14,9% (Dinkes Kabupaten Pidie, 2022). Tujuan untuk membantu ibu dan keluarga dalam meningkatkan pengetahuan tentang Stunting yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Metode Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan melalui pretest dan mengukur status gizi balita, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan tanggal 11 Juli 2024. Peserta yang hadir saat kegiatan sebanyak 53 orang. Hasil : Menunjukkan bahwa mayoritas peserta yang hadir memiliki pengetahuan yang kurang tentang Stunting dan setelah dilakukan post test didapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 45 %. Kesimpulan : Pengetahuan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kejadian stunting, karena ibu tidak mengetahui dengan benar tentang gizi balita dan tidak mengetahui bagaimana mengelola makanan dan cara memilih bahan makanan yang bergizi, membersihkan bahan pangan yang baik dan benar dan cara memasak yang benar sehingga zat gizinya tidak hilang serta kurang mengetahui dalam mengatur menu seimbang yang bergizi.
Penerapan pelayanan complementary alternative medicine (CAM) terhadap kesehatan ibu hamil Roza Aryani; Khairul Fuady; Suriani Suriani
Hik Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1329

Abstract

Background: During pregnancy, a pregnant woman's body adapts to the growth and development of the fetus in the womb, thus undergoing both physical and psychological changes. These physical and psychological changes during pregnancy can cause discomfort in pregnant women. Responses to discomfort can be mild complaints that require appropriate treatment from midwives as the primary care providers in the community to prevent serious complaints. Midwifery services are currently experiencing a shift and dynamics, where this shift is the return to implementing complementary therapies in midwifery services. For many midwives and women, complementary midwifery services are an option to reduce medical interventions during pregnancy and childbirth, and based on experience, this is quite helpful. Purpose: To determine the application of complementary and alternative medicine (CAM) services to the health of pregnant women. Method: This type of research is quantitative, this research design is an analytical survey. This study used a cross-sectional method. The population in this study were all midwives working in Community Health Centers in Banda Aceh City, totaling 179 midwives in 2024 with a total of 11 Community Health Centers. The sampling technique in this study used accidental sampling with univariate and bivariate analysis using the Chi-square test via SPSS software. Results: There is a relationship between the type of complementary midwifery services and maternal health, with a p-value of 0.001. The application of CAM in pregnant women has significant potential to improve holistic health, both physically and emotionally Conclusion: However, standardization, medical supervision, and increased awareness of the appropriate use of CAM are needed to avoid risks.   Keywords: Complementary and Alternative Medicine (CAM); Midwifery; Pregnant Women.   Pendahuluan: Selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil menyesuaikan diri dengan tumbuh kembang janin di dalam kandungan sehingga mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis. Perubahan fisik dan psikologis yang dialami pada masa kehamilan dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Respon terhadap ketidaknyamanan dapat berupa keluhan ringan sehingga memerlukan penanganan secara tepat dari bidan sebagai pemberi pelayanan terdepan di masyarakat agar tidak menjadi keluhan yang berat. Pelayanan kebidanan saat ini mengalami pergeseran dan dinamika dimana pergesaran tersebut yaitu kembalinya menerapkan terapi komplementer dalam aplikasi pelayanan kebidanan. Bagi banyak bidan dan wanita, pelayanan kebidanan komplementer adalah pilihan untuk mengurangi intervensi medis saat hamil dan melahirkan, dan berdasarkan pengalaman hal tersebut cukup membantu. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pelayanan complementary and alternatif medicine (CAM) terhadap kesehatan pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian ini adalah survei analitik. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Puskesmas wilayah Kota Banda Aceh yang berjumlah 179 bidan pada tahun 2024 dengan jumlah 11 Puskesmas. teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Ada hubungan jenis pelayanan kebidanan komplementer terhadap kesehatan pada ibu hamil dengan nilai p value 0.001 Simpulan: Penerapan CAM pada ibu hamil memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan secara holistik, baik dari aspek fisik maupun emosional. Namun, perlu adanya standarisasi, pengawasan medis, dan peningkatan kesadaran tentang penggunaan CAM yang tepat agar tidak menimbulkan risiko.   Kata Kunci: Complementary and Alternative Medicine (CAM); Ibu Hamil; Kebidanan; Kesehatan.