Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mobilisasi modal budaya lokal yang mendorong pertumbuhan ekonomi di era teknologi 5.0. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, produk budaya yang semula terbatas pada simbol identitas lokal, kini dapat menjadi barang komoditi melalui platform digital. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang berfokus pada bisnis "Dahlia Go," sebuah usaha kecil yang mengangkat kue kering “Karawo”, sebagai bisnis yang menggerakan ekonomi local. Kue Karawo adalah kue ciri khas daerah Gorontalo, sebagai warisan yang dilestarikan turun temurun. Dengan memanfaatkan media sosial, memperkenalkan Kue Karawo ke masyarakat luas, dan memberi dampak positif dalam pada pelaku usaha itu sendiri dan para pekerja “Dahlia Go”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya adalah asset yang mendatangkan nilai ekonomi dengan cara memanfaatkaan teknologi digital. Melalui platform digital milik “Dahlia Go”, misalnya Facebook, Instagram, Tik tok dan Whatsapp, telah membantu memperluas pasar produk budaya lokal ini baik secara nasional maupun internasional. Digitalisasi telah mengubah cara pemasaran dan meningkatkan daya saing produk, memberikan peluang usaha yang lebih luas, dan tentunya menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat local dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025