Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kajian Sifat Kimiawi dan Organoleptik Pilus Rumput Laut (Kappaphycus alvarezi) Terfortifikasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleivera) Yublina Hara Atajama; Firat Meiyasa
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2080

Abstract

Rumput laut merupakan komoditi potensial yang dapat dikembangkan di bidang pangan. Banyak produk olahan yang dikembangkan dari rumput laut. Namun, pemanfaatan rumput laut dalam pembuatan pilus masih terbatas Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sifat kimiawi, serat kasar, dan organoleptik dari pilus rumput laut yang difortifikasi tepung kelor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor 0% (tanpa penambahan tepung daun kelor), 4%, dan 10%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah komposisi kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat), serat kasar, dan organoleptik (warna, aroma, cita rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilus rumput laut yang dihasilkan memiliki komposisi kimia seperti kadar air sebesar 10,62 – 14,49%, abu sebesar 2,54 – 2,94%, lemak sebesar 21,79 – 30,48%, protein sebesar 6,23 – 8,53%, karbohidrat sebesar 41,40 – 57,00% dan serat kasar sebesar 9,08 – 15,21%. Sedangkan untuk uji organoleptik terhadap warna, aroma, cita rasa, dan tekstur berada pada kategori netral sampai dengan sangat suka. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penambahan tepung daun kelor maka pilus rumput laut yang dihasilkan tidak terlalu disukai oleh panelis.
KAJIAN MUTU SABUN MANDI PADAT RUMPUT LAUT Eucheuma spinosum DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA Lenian Gede Wadu; Firat Meiyasa; Suryaningsih Ndahawali
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v5i02.4949

Abstract

Eucheuma spinosum merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil alginate dan karaginan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kosmetik, seperti dalam pembuatan sabun mandi padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dikaji terkait dengan sifat kimia, fisik, dan organoleptik, serta formulasi yang tepat sehingga menghasilkan sabun mandi padat yang memenuhi syarat mutu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor. Penelitian ini terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan (P0 = tanpa penambahan Eucheuma spinosum; P1=penambahan Eucheuma spinosum 5%, P2=penambahan Eucheuma spinosum 10%, penambahan Eucheuma spinosum 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia sabun mandi padat rumput laut Eucheuma spinosum dengan konsentrasi yang berbeda didapatkan nilai rata-rata kadar air sebesar 47%-63,63%, pH sebesar 10,8-11,07, alkali bebas sebesar 1,04%-1,07%.Kandungan fisik sabun mandi padat rumput laut Eucheuma spinosum dengan konsentrasi yang berbeda diperoleh nilai rata-rata stabilitas busa sebesar 17,3%-38,6%, tingkat kekerasan sabun sebesar 4,13 gf-5 gf. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai sabun mandi padat yang berwarna cerah, tekturnya padat, serta aroma wangi dan tingkat kesukaan penelis menunjukkan bahwa tingkat kesukaan tertinggi pada formulasi P3 sebesar 7 (sangat suka).
EVALUASI MUTU RUSIP IKAN TERI NASI (Stolephorus sp.) DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA Frida Kareri Hara; Firat Meiyasa
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.7062

Abstract

Ikan teri nasi (Stolephorus sp.) adalah ikan pelagis kecil yang hidup di permukaan laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Pengolahan ikan teri nasi sebagai pangan fermentasi khususnya produk rusip sampai saat ini belum dilaporkan, sementara diketahui bahwa ikan teri nasi memiliki komponen kimia yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis  komposisi kimia seperti kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat rusip ikan teri teri nasi dengan lama fermentasi yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia rusip ikan teri nasi (Stolephorus sp.) dengan lama fermentasi yang berbeda memiliki nilai kadar air 72.85 - 74.41%, abu 10.69 - 10,82%, lemak 12.90 - 13,59%, protein 31.06 - 34,68%, karbohidrat 11.43 – 11.58% dan pH sebesar 6.18 - 6.38%. Dengan demikian rusip ikan teri nasi ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional.