Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Deteksi Metil Paraben secara Voltametri Menggunakan Elektrode Pasta Karbon Anom Cahyotomo; Hanum Sekar Panglipur; Ardina Purnama Tirta; Moh. Hayat; Mohammad Jihad Madiabu
Journal Warta AKAB Vol 46, No 1 (2022): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v46i1.79

Abstract

Penggunaan metil paraben sebagai pengawet telah banyak digunakan pada berbagai bidang industri, antara lain: industri makanan, kosmetik, dan farmasi dengan batas penggunaan yang telah diatur oleh setiap negara dan lembaga. Sampai saat ini, pengukuran metil paraben yang umum dilakukan adalah menggunakan spektrofotometri UV/Vis dan HPLC, namun kedua metode tersebut membutuhkan waktu preparasi dan analisis yang cukup lama. Metode alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi metil paraben secara cepat, mudah, dan sederhana adalah metode elektrokimia menggunakan elektrode pasta karbon yang sampai saat ini belum pernah dilaporkan. Pada penelitian ini dilakukan pendeteksian metil paraben menggunakan elektrode pasta karbon sebagai elektrode kerja. Pembuatan elektroda pasta karbon menggunakan grafit dan parafin dengan perbandingan berat sebesar 70:30. Studi elektrokimia terhadap elektroda pasta karbon menggunakan kalium ferisianida 1 mM dalam 0,1 M KCl dengan scan rate 200 mVs-1 menunjukkan puncak arus oksidasi sebesar 8,25 µA sedangkan puncak arus reduksi sebesar -9,55 µA. Metode yang digunakan untuk deteksi metil paraben yakni Cyclic Voltammetry (CV) dan Linear Sweep Voltammetry (LSV). Hasil deteksi metil paraben menggunakan metode LSV didapatkan rentang linieritas konsentrasi metil paraben 1 – 60 mM dengan nilai r sebesar 0,993 dan persamaan grafik yang diperoleh yaitu  y = 1,055x + 29,910. Limit deteksi dan limit kuantisasi yang diperoleh berturut-turut sebesar 0,091 mM dan 0,300 mM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elektrode pasta karbon secara voltametri dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk mendeteksi metil paraben.
Uji Kinerja Metode Asam Askorbat pada Pengukuran Kadar Fosfat dalam Air Permukaan secara Spektrofotometri : Performance Test of the Ascorbic Acid Method on the Measurement of Phosphate Levels in Surface Water by Spectrophotometry Ardina Purnama Tirta; Anom Cahyotomo; Herawati; Inda Mapiliandari; Esti Isnainiyati
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i1.402

Abstract

Phosphorus is easily found in its compound form in nature, namely as phosphate (PO43-). Phosphates have an essential role in limiting nutrients for plants and animals. An increase of phosphate in the aquatic environment can cause unwanted impacts, including blooming algae, low dissolved oxygen, and the death of certain aquatic animals. Determination of phosphate in the aquatic environment is critical to do as a monitoring effort. The performance test of the phosphate determination method needs to be carried out to provide quality assurance of the test results. In this study, the performance test of the ascorbic acid method was carried out in the determination of phosphate levels by spectrophotometry. The modification was made by changing the sample volume from 50 mL to 10 mL. The performance test on the linearity parameter obtained the regression equation y = 0.6379x + 0.0083 with a correlation coefficient value, r = 0.9999 in the concentration range of 0.05 – 1.00 mg/L P_PO4. The instrument detection limit (IDL), method detection limit (MDL), and the theoretical limit of quantitation (LoQ) obtained were 0.01 mg/L, 0.02 mg/L, and 0.04 mg/L P_PO4, respectively. As a precision test, the value of the relative standard deviation percentage (%RSD) is 1.07%. The range of percent recovery (%recovery) obtained was 99 – 102%. The relative uncertainty value was obtained at 2.5% at 0.40 mg/L P_PO4 concentration. Robustness tests at 50 mL and 10 mL sample volumes gave acceptable F-test and t-test results. The results showed that the ascorbic acid method in determining phosphate levels by spectrophotometry with modification of the sample volume gave acceptable method performance results.
Skrining Fitokimia Hasil Ekstraksi Bertingkat Daun Jengkol (Archidendron jiringa) dan Aplikasinya Sebagai Zat Antijamur: Phytochemical Screening of Jengkol Leaf (Archidendron jiringa) Sequential Extraction Result and Its Application for Antifungal Agent Mohammad Jihad Madiabu; Ilyas Taufik Abdul Aziz; Supriyono Supriyono; Arie Pratama Putra; Anom Cahyotomo; Hanum Sekar Panglipur
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i1.403

Abstract

Phytochemical screening and antifungal activity test of jengkol leaf (Archidendron jiringa) extract have been carried out. The purpose of this research is determine secondary metabolite content and antifungal activities of jengkol leaf extract. Extraction of jengkol leaf was conducted with sequential extraction technique with various solvent such as hexane, ethyl acetate and methanol respectively. FTIR characterization of jengkol leaf extract show the presence of O-H, C-H C-O and C=O groups. Based on phytochemical sceening test, jengkol leaf extract contains phenolic, flavonoid, tannin, sterol, and alkaloid compound. Antifungal test was investigated on Candida albicans by disc diffusion methods. Jengkol leaf extract that was obtained from methanol extraction show inhibiton zone to Candida albicans of (1,42 ± 0,16) mm, while extraction with ethyl acetate and hexane aren’t show inhibition zone. Antifungal test result showed that jengkol leaf extract has potential as antifungal agent
Pelatihan Pembuatan Herbal Effervescent Peningkat Imun Tubuh dan Produk Turunannya pada Masyarakat Cimahpar, Bogor, Jawa Barat Kartini Afriani; Ika Widiana; Gina Maulia; Anom Cahyotomo; Ahmad Dzaky Mualim; Muhammad Ryan Pratama; Nabil Sabah Jauhar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v1i1.40

Abstract

Abstrak Pada masa pandemi saat ini masyarakat sangat perlu untuk menjaga kesehatan dan sistem imun tubuhnya. Selain itu, masyarakat juga terdampak secara ekonomi sehingga mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat secara umum. Untuk meningkatkan sistem imun tubuh masyarakat serta menstimulasi lahirnya wirausaha baru, pada Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kali ini dilakukan pelatihan pembuatan herbal effervescent dan produk turunannya serta pembekalan kewirausahaan kepada masyarakat untuk menjalani usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kegiatan PkM melalui tiga tahap, yaitu kegiatan survey, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan. Adapun target luaran yang akan dicapai dari kegiatan PkM adalah (1) masyarakat memahami manfaat herbal untuk peningkat imun tubuh, keamanan pangan, hygiene dan sanitasi pangan; (2) masyarakat dapat membuat produk herbal effervescent dan produk herbal turunan lainnya yang bernilai jual; (3) masyarakat memiliki dasar-dasar untuk menjadi pelaku UMKM melalui penyampaian materi kewirausahaan sehingga produk yang mereka hasilkan dapat dipasarkan kepada masyarakat secara luas. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh hasil yang positif dari kegiatan PkM, masyarakat memiliki tingkat kepuasan dan minat yang tinggi terhadap kegiatan pelatihan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.  Kata Kunci: Herbal; Jahe; Pengabdian; Masyarakat; UMKM
Pelatihan Diversifikasi Produk Minuman Kesehatan Jahe Merah Diperkaya Antioksidan dan Uji Organoleptiknya Gina Maulia; Anom Cahyotomo; Kartini Afriani; Dhina Aprilia N. W.; Ahmad Dzaky Mualim; Dewi Latifah; Tri Wahyu Suryaningtyas; Vernanda Rizki Auliya
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 3, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v3i2.193

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PkM) telah berhasil dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan diversifikasi produk dan pengujian organoleptik di IKM Warisan Leluhur. Metode yang digunakan adalah tanya-jawab, demonstrasi, uji antioksidan, dan uji organoleptik. Uji antioksidan dinyatakan dalam IC50 didapatkan sebesar 231,32 ppm untuk campuran serbuk jahe merah dan secang dengan perbandingan bobot 1 : 0,25. Penambahan secang sebagai campuran dalam produk jahe merah meningkatkan warna produk namun menimbulkan rasa pahit. Berdasarkan uji organoleptik, penambahan sedikit secang lebih disukai baik dari segi warna, aroma, maupun rasa.