Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI TAUHID DALAM DASA DARMA PRAMUKA MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN Nelvawita Nelvawita; Gusma Afriani; Khairunnas Jamal; Mochammad Novendri S
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 12: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i12.3418

Abstract

Abstract: Gerakan pramuka bukan semata mendatangkan keseruan dalam bercanda, atau seperti tuduhan sebagai orang di atas, namun gerakan ini bisa menjadi sebab-sebab seseorang mengenal kedewasaan, mandiri dan arti hidup. Pramuka tidak hanya membawahi aspek-aspek kemanusiaan dan pengembangan individu, namun juga membawahi nilai dan esensi tauhid. Maka penelitian ini akan mengkaji tentang bagaimana nilai-nilai tauhid yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka menurut persepktif al-Qur’an. Penelitian ini akan memaparkan mengenai nilai tauhid dalam Dasa Darma yang tertuang dalam ayat dan penafsiran al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif, dengan merujuk ke sumber data primer dan sekunder, kemudian dianalisis dengan metode tahlili secara analisis konten. Maka diperoleh hasil dalam penelitian ini bahwa nilai tauhid dalam dasa darma pramuka menurut perspektif al-Qur’an ialah dapat dikelompokkan menjadi tiga garis besar yaitu pertama dengan tunduk dan patuh Tuhan yang maha esa, yang merupakan cerminan dalam surah al-Ikhlas ayat 1 dan surah Taha Ayat 14. Kedua adalah bersikap loyalitas seperti dalam surah al-Mumtahanah ayat 1 yang merupakan aktualisasi dari Dasa Darma kedua, ketiga dan kedelapan. Ketiga adalah bersikap berlepas diri seperti dalam surah al-Mumtahanah ayat 4 sebagai implementasi dari dasa darma kelima, dan kesembilan.
NILAI TAUHID DALAM DASA DARMA PRAMUKA MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN Nelvawita Nelvawita; Gusma Afriani; Khairunnas Jamal; Mochammad Novendri S
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 1: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i1.3516

Abstract

Gerakan pramuka bukan semata mendatangkan keseruan dalam bercanda, atau seperti tuduhan sebagai orang di atas, namun gerakan ini bisa menjadi sebab-sebab seseorang mengenal kedewasaan, mandiri dan arti hidup. Pramuka tidak hanya membawahi aspek-aspek kemanusiaan dan pengembangan individu, namun juga membawahi nilai dan esensi tauhid. Maka penelitian ini akan mengkaji tentang bagaimana nilai-nilai tauhid yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka menurut persepktif al-Qur’an. Penelitian ini akan memaparkan mengenai nilai tauhid dalam Dasa Darma yang tertuang dalam ayat dan penafsiran al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif, dengan merujuk ke sumber data primer dan sekunder, kemudian dianalisis dengan metode tahlili secara analisis konten. Maka diperoleh hasil dalam penelitian ini bahwa nilai tauhid dalam dasa darma pramuka menurut perspektif al-Qur’an ialah dapat dikelompokkan menjadi tiga garis besar yaitu pertama dengan tunduk dan patuh Tuhan yang maha esa, yang merupakan cerminan dalam surah al-Ikhlas ayat 1 dan surah Taha Ayat 14. Kedua adalah bersikap loyalitas seperti dalam surah al-Mumtahanah ayat 1 yang merupakan aktualisasi dari Dasa Darma kedua, ketiga dan kedelapan. Ketiga adalah bersikap berlepas diri seperti dalam surah al-Mumtahanah ayat 4 sebagai implementasi dari dasa darma kelima, dan kesembilan
Scientific Theology: Shift From Epistemological Transformation To Integrative Axiological Transformation Eva Dewi; Nelvawita Nelvawita; Sariah Sariah; Rina Rehayati; Suhertina Suhertina; Mochammad Novendri S
International Journal of Islamic Thought and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Islamic Thought and Humanities
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/ijith.v5i1.912

Abstract

positivist or materialistic paradigm assumes that if the progress of science and technology can meet human needs, then society becomes independent of religion in its life. This view is, on one hand, accurate when science and technology are only considered in their material aspects. However, when understood in their immaterial aspects, it can raise issues. In Indonesia, the development of science has faced various challenges, including a shift in the nature of scientific research from being proportional (objective analysis) to becoming intentional within bureaucracy and elitism, which can hinder the performance of scientific exploration. Additionally, there is the issue of the sacralization of science, radicalism, the quest for singular truth, and the dichotomy of knowledge. To address the above-mentioned issues, the researcher employs Pierre Felix Bourdieu's Structuralism-Constructivism theory in this study, which acknowledges the role of both subject and object in the development of knowledge. The objective of this research is to explore how the concept of scientific theology shifts from epistemological transformation to integrative axiological transformation as one of the constructive solutions in the development of scholarship in Indonesia. As for the research method, this study utilizes the library research method (literature review) with a qualitative and descriptive analysis approach.The research findings explain that scholarship must be developed with the paradigm of Scientific Theology by transforming normative thinking traditions into applied theoretical thinking traditions, shifting from a tradition of material mastery to methodological mastery, and changing ideological thinking traditions into rational thinking in achieving the integration of religion and science without sacrificing the autonomy of different disciplines in all aspects of life.