Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR PUISI SELAMAT TAHUN BARU KAWAN KARYA K.H. AHMAD MUSTOFA BISRI DAN PEMANFAATANNYA UNTUK BAHAN AJAR MENGANALISIS UNSUR PEMBANGUN PUISI DI SMA KELAS X Asep Firmansyah
Jurnal Tuturan Vol 10, No 1 (2021): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v10i1.5229

Abstract

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang memiliki keunikan tersendiri yakni kata-katanya yang singkat. Walaupun demikian, kata-kata singkat yang terdapat dalam puisi itu padat dan bersayap. Sehingga setiap kata atau gabungan dari beberapa kata dapat menafsirkan banyak penjelasan. Dalam pembelajaran menganalisis unsur pembangun puisi yang terdapat pada kelas X SMA/SMK, diperlukan model dan bahan ajar yang efektif digunakan dalam pembelajaran daring di era pandemi seperti sekarang ini. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menganalisis puisi yang berjudul Selamat Tahun Baru Kawan karya K.H. Ahmad Mustofa Bisri sebagai model yang nantinya untuk dijadikan pembahasan dalam bahan ajar LKS (Lembar Kerja Siswa). Rumusan permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana struktur puisi Selamat Tahun Baru Kawan karya K.H. Ahmad Mustofa Bisri sebagai model untuk dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran menganalisis unsur pembangun puisi di kelas X SMA? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitis. Data dalam penelitian ini yakni berupa teks puisi Selamat Tahun Baru Kawan karya Ahmad Mustofa Bisri yang termaktub dalam buku Antologi Puisi Tadarus yang diterbitkan oleh Adicita Karya Nusa, Yogyakarta, pada tahun 2003. Adapun teknik analisis datanya yaitu deskriptif kualitatif. Adapun hasil analisisnya yaitu bahwa puisi Selamat Tahun Baru Kawan karya Ahmad Mustofa Bisri sarat akan pesan-pesan keimanan. Puisi yang memiliki tema ketuhanan ini memiliki diksi yang sesuai dan berhubungan dengan persoalan pendayagunaan kata, yaitu ketepatan dan kesesuaian. Kemudian, pengimajiannya pun kaya makna dan penggunaan majasnya tepat sehingga perasaan yang dihadirkan pada puisi ini mampu menyampaikan pesan penulis bahwa nilai-nilai keimanan akan menyentuh hati pembacanya.
Menumbuhkan Literasi Siswa Melalui Perpustakaan Luar Kelas Asep Firmansyah; Arief Darmawan
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2022): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/sjp.v2i1.6811

Abstract

Keberadaan buku di sekolah dalam ruangan khusus yang disebut perpustakaan terkadang belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi siswa. Seperti yang terjadi di MTs Islamiyah Waled Kab. Cirebon. Dari pengamatan yang Tim Pengabdian lakukan, perpustakaan di MTs Islamiyah Waled belum dikelola dengan baik. Hal ini berdasarkan beberapa indikator 1) tidak ada pustakawan, 2) penataan dan klasifikasi jenis buku tidak rapi, 3) banyak buku hibah pemerintah yang tidak terjamah dan dibiarkan menumpuk, 4) kebersihan buku dan ruangan kurang terawat, 5) tempat membaca tidak tersedia, dan 6) tidak ada sosialisasi dan motivasi tentang membaca kepada siswa. Dari beberapa permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kemudian tergerak untuk mengelola sumber bacaan di MTs Islamiyah Waled melalui perpustakaan di luar kelas. Metode yang digunakan Tim Pengabdian adalah metode promosi, kunjungan langsung, atau pelayanan langsung di titik-titik berkumpul siswa seperti di pinggir lapangan, di depan ruang administrasi, dan di dekat tempat parkir. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa MTs Islamiyah Waled dari kelas VII sampai d. kelas IX. Tim Pengabdian melakukan kegiatan ini pada istirahat pertama yaitu pukul 09.30 s.d. 10.00 WIB. Awalnya siswa kurang merespon. Namun, setelah beberapa hari para siswa menjadi tertarik dan perpustakaan di luar kelas mulai ramai. Dalam kegiatan ini Tim Pengabdian juga melayani peminjaman buku. Tim Pengabdian menjajakan berbagai jenis buku antara lain buku-buku ilmu umum, agama, sastra, motivasi, dan lain-lain. Tim Pengabdian juga mengadakan tambahan buku yang dibeli dari toko buku bekas yang dikumpulkan dari dana kegiatan kesiswaan dan dari kas OSIS.
Kecenderungan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Student Centre Learning dan Teacher Centre Learning dalam Pembelajaran Asep Firmansyah; Nahnu Robid Jiwandono
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.91 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.229

Abstract

AbstractAbstrak Curriculum changes are evidence that the education system in Indonesia continues to evolve according to the needs of the times. However, teachers as education implementers have not entirely adjusted their implementation in the field to the curriculum regulations that have been set. The curriculum used today demands a learning process that focuses on student activity and skills in learning or commonly referred to as the Student Center Learning (SCL) approach. However, there is still the implementation of the Teacher-Centered Learning (TCL) approach or teacher-centered learning which is no longer relevant to the current situation. The purpose of this study is to determine whether the approach used by teachers in the learning process, tends to the teacher (Teacher Center Learning) or to students (Student Center Learning (SCL). The method used in this study is a qualitative descriptive method. Based on the analysis of the data from observations, there are three teachers who are still using the Teacher Center Learning (TCL) approach, meanwhile, there are four teachers who have used the Student Center Learning (SCL) approach. Teacher Center Learning AbstrakPerubahan kurikulum menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang ada di Indonesia terus berkembang menyesuaikan kebutuhan zaman. Namun, guru sebagai pelaksana pendidikan belum seluruhnya menyesuaikan implementasi di lapangan dengan peraturan kurikulum yang sudah ditetapkan. Kurikulum yang digunakan dewasa ini menuntut proses pembelajaran yang memusatkan pada keaktifan dan keterampilan siswa dalam belajar atau biasa disebut dengan pendekatan Student Centre Learning (SCL). Namun masih ada implementasi pendekatan Teacher Centered Learning (TCL) atau pembelajaran yang berpusat pada guru yang sudah tidak relevan lagi dengan keadaan saat ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendekatan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, cenderung pada guru (Teacher Centre Learning) atau pada siswa (Student Centre Learning (SCL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data hasil observasi, terdapat tiga orang guru yang masih menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning (TCL). Sementara itu, guru yang sudah menggunakan pendekatan Student Centre Learning (SCL) terdapat empat orang. Jadi, dapat di sekolah menengah wilayah Cirebon Timur masih ada guru yang mengajar dengan menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning. 
Kajian Psikologi Islam dalam Berita “Pria Bacok Ayah Kandung karena Diajak Salat” Asep Firmansyah
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2023): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v5i1.7146

Abstract

Ibadah merupakan perintah yang Allah tetapkan kepada hamba-Nya. Hal ini seperti yang terdapat dalam firman-Nya, “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk meyembah kepadaku.” (Az Zariyat: 56). Ibadah yang ditetapkan ada yang wajib dan ada yang sunah. Salah satu ibadah sunah yaitu salat Tahajud. Artikel ini akan membahas prilaku kriminal yang dilakukan oleh seorang anak, AJ (32), terhadap ayahnya, HS (67), karena tak terima dibangunkan untuk melaksanakan salat Tahajud. Penulis akan menganalisisnya melalui pendekatan Psikologi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi. Hasil kajian menyatakan, pertama, bahwa tindakan kriminal atau perbuatan maksiat yang dilakukan oleh AJ (32) kepada ayah kandungnya, HS (67), dengan membacoknya saat mengajak salat Tahajud disebabkan karena gangguan kejiwaan (marah dan frustrasi) dan kekeroposan (ketipisan) iman si pelaku. Kedua, sebagai orang tua yang baik tentu menginginkan anaknya menjadi saleh. Salah satu indikatornya yaitu rajin beribadah. Termasuk melaksanakan salat sunah, Tahajud. Akan tetapi, niat baik, keinginan, dan harapan besar HS terhadap anaknya tidak dibarengi dengan cara yang baik sehingga menyebabkan AJ marah hingga peristiwa pembacokan itu terjadi.