Fitri Sulastri
Universitas Buana Perjuangan Karawang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENURUNKAN POTENSI RESIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE SWIFT (THE STRUCTURED WHAT IF TECHNIQUE) DI LINI PROSES FORGING erwin barita tambunan; Fitri Sulastri; Pendi Rusman
Industry Xplore Vol 7 No 2 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i2.2887

Abstract

Analysis of Occupational Health and Safety Risks in Forging Forging Lines Using the SWIFT (The Structured What If) Method At PT. XYZ. PT. XYZ is a manufacturing company engaged in the production of household appliances such as spoons, forks and knives. During the second quarter of 2021, the number of work accident cases that occurred was 10 cases. For this reason, it is necessary to conduct research that aims to minimize the risk of hazards that occur in the forging line using the SWIFT method. The results of the study contained 13 potential hazards with a classification based on the RRN value of 2 including low priority categories, 6 medium priority categories, 5 risks in the main priority categories. The improvement recommendations given can reduce the risk of work accidents from the previous 13 risks of work accidents with categories of 2 mild risk, 6 moderate risk, and 5 severe risk, now to 2 mild risk, 11 moderate risk and 0 severe risk.
ANALISIS BEP (BREAK EVEN POINT) PEMBELIAN MESIN BARU PADA USAHA PENGGILINGAN PADI Fitri Sulastri; Fathurohman; Ade Suhara
Industry Xplore Vol 8 No 1 (2023): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/teknikindustri.v8i1.5099

Abstract

CV. Jaya Subur Makmur merupakan salah satu industri penggilingan padi yang terdapat di Kota Karawang. Dengan adanya pembelian mesin baru, perusahaan ingin mengetahui pendapatan dan BEP dari mesin baru tersebut. Analisis Break Even Point (BEP) digunakan manajemen untuk mengetahui berapa tingkat penjualan yang wajib dicapai agar perusahaan berada pada titik impas. Nilai BEP lebih kecil dari harga jual maka perusahaan dalam posisi yang menguntungkan dan tidak berada pada titik impas. Total penerimaan yang diperoleh dari usaha penggilingan padi di CV. Jaya Subur Makmur ialah sebesar Rp 550.000.000 dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 526.894.844. Sehingga total pemasukkan yang diperoleh dari usaha penggilingan padi di CV. Jaya Subur Makmur setelah dipotong dengan 20% dari pemasukkan yaitu sebesar Rp 18.484.125 dalam waktu satu bulan. Dengan R/C > 1 yaitu dimana perusahaan bisa di katakan layak untuk di kembangkan. BEP usaha penggilingan padi pada CV. Jaya Subur Makmur diperoleh BEP unit sebesar 106.015 kg dan didapatkan BEP harga sebesar Rp 9.580. Selain itu juga diperoleh nilai dimana lama perusahaan untuk bisa balik modal yaitu selama 11 bulan.
Analisis Literatur terhadap Strategi Clean Production pada UMKM Batik: Integrasi Lean Manufacturing dan Inovasi Proses Fitri Sulastri; M Dibyo Setiawan; Al Fauzi; Rizki Aulia Nanda; Karyadi
JADI (Jurnal Teknik Industri) Vol. 1 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menyajikan kajian literatur mendalam mengenai penerapan strategi Clean Production pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik di Indonesia melalui integrasi konsep Lean Manufacturing dan inovasi proses. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan produksi ramah lingkungan serta efisiensi sumber daya di sektor industri kreatif, khususnya batik. Metode studi literatur digunakan untuk menganalisis 45 sumber akademik yang mencakup aspek lingkungan, efisiensi energi, teknologi manufaktur, serta pendekatan manajemen produksi berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan Lean mampu mengurangi pemborosan dan meningkatkan produktivitas, sementara inovasi proses berbasis teknologi sederhana sangat relevan bagi UMKM. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan teknis, dan minimnya akses terhadap teknologi bersih. Kajian ini memberikan arah strategis bagi pengembangan kebijakan dan dukungan teknis terhadap UMKM batik agar dapat bertransformasi menuju industri hijau. Integrasi pendekatan lean dan inovasi sederhana terbukti dapat menjadi solusi efektif dalam mendukung keberlanjutan industri batik skala kecil di era modern.