Vina Ayu Subagta Tolinggar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERTBITAN SERTIFIKAT HAK MILIK DIATAS TANAH HAK GUNA USAHA OLEH KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SELUMA Putranto, Rian; Tolinggar, Vina Ayu Subagta
Law Journal (LAJOUR) Vol 3 No 2 (2022): Law Journal (LAJOUR) OKTOBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/lajour.v3i2.173

Abstract

Pendaftaran tanah diperlukan untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah bagi setiap orang. Sertifikat tanah sebagai bukti yang kuat, namun terjadi penerbitan sertifikat tanah lebih dari satu pada obyek tanah yang sama di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Pokok permasalahan yang dibahas yaitu bagaimana tinjauan yuridis penerbitan sertifikat hak milik diatas tanah hak guna usaha yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Seluma Bengkulu. Metodologi penelitian ini adalah normatif yuridis yang bersifat deskriptif dan menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis secara kualitatif. Kesimpulannya secara yuridis penerbitan sertifikat hak milik diatas tanah hak guna usaha adalah cacat hukum administratif sehingga demi kepastian hukum sertifikat hak milik harus dibatalkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Seluma
Urgensi Penggunaan Remote Notary Oleh Notaris Pasca Pandemi Covid-19 Subagta Tolinggar, Vina Ayu; Latumenten, Pieter
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v5i2.5171

Abstract

The purpose of this study is to determine the validity of the use of electronic systems, especially Remote Notary in carrying out their work against applicable regulations and the importance of this system in the future. The role of notaries is very important in the implementation of the government system in Indonesia to improve the performance of notaries, so the use of electronics helps during the pandemic and post-Covid-19 period. Where people are used to keeping their distance, working from home, online and other online activities. This research is expected to provide solutions to problems related to the use of Remote Notary for Notaries in Indonesia. This study uses a normative juridical method. This research has a novel perspective because it analyzes the electronic system at a Notary whose entire series of processes is carried out via online called Remote Notary and the difference in terms with cyber notary/e-notary. The results of this study can be concluded that Electronic notary (E-notary) is a wise choice to deal with this, but this provision is doubtful because it is not explicitly stated in the body of the UUJN even though regulations in Indonesia have facilitated this system. and other countries are facing the pandemic with the E-Notary method called Remote Notary. Also, the use of Remote Notary is effective because Notaries can carry out all the processes of making deeds, certifications and so on only through one online application.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keabsahan penggunaan sistem elektronik khususnya Remote Notary dalam menjalankan pekerjaannya terhadap peraturan yang berlaku dan pentingnya sistem ini untuk kedepannya. Peran notaris sangatlah penting dalam pelaksanaan sistem pemerintahan di Indonesia untuk meningkatkan performa kinerja notaris maka penggunaan elektronik membantu dimasa pandemi maupun pasca Covid-19. Dimana masyarakat telah terbiasa untuk menjaga jarak, work from home, daring dan kegiatan secara online lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah terkait penggunaan Remote Notary untuk Notaris di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Penelitian ini mempunyai kebaharuan perspektif karena menganalisis tentang sistem elektronik pada Notaris yang seluruh rangkaian proses dilakukan melalui online disebut Remote Notary dan perbedaan istilah dengan cyber notary/e-notary. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  sistem ini menjadi pilihan yang bijak menghadapi hal tersebut, namun ketentuan ini diragukan karena tidak tercantum secara eksplisit pada batang tubuh UUJN meskipun peraturan di Indonesia sudah memfasilitasi sistem ini dan negara-negara lain menghadapi pandemi dengan metode E-Notary yang disebut dengan Remote Notary. Serta, penggunaan Remote Notary efektif karena Notaris dapat melakukan semua rangkaian proses pembuatan akta, sertifikasi dan sebagainya hanya melalui satu aplikasi secara online.