Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Numerical comparison of mathematical modeling approaches on the performances of link coupling beams Musbar Musbar; Hanif Hanif; Khairul Miswar
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v15.i2.pp861-871

Abstract

The precision of inelastic steel-link response predictions in eccentrically braced frames (EBFs) is contingent on the material model employed. In the absence of comprehensive guidelines concerning constitutive choices for long-link coupling beams (LCBs), this study undertakes a comparative analysis of four models through nonlinear finite element simulations of three American Institute of Steel Construction (AISC) 341-22–compliant specimens under cyclic loading conditions in Ansys. Two mathematical formulations (Ramberg–Osgood and Kaufmann cyclic) and two plasticity-based formulations (multilinear kinematic hardening and isotropic hardening) were evaluated for shear strength, overstrength, and plastic rotation capacity. Mathematical models consistently generate stable hysteresis with uniform stiffness degradation, while plasticity-based models exhibit greater variability. It was observed that all specimens exceeded the nominal shear strength of 271.98 kN, attaining peak strengths of 350.72–391.86 kN (overstrength 1.29–1.44). The plastic rotations range from 0.039 to 0.051 rad, which exceeds the minimum requirement of 0.02 rad for long links. The Kaufmann cyclic model, when combined with multilinear kinematic hardening, has been shown to optimally reproduce key EBF hysteretic behavior. This advancement in model selection for numerical assessment and improvement in seismic performance predictions in performance-based design is a significant contribution to the field.
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Gedung Bertingkat Menggunakan SRPMK dengan Dual System Imro Atul Husna; Musbar Musbar; Khairul Miswar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8803

Abstract

Struktur gedung bertingkat telah menjadi pilihan utama dalam pembangunan dan perkembangan perkotaan modern, keunggulan utama dari bangunan ini adalah efisiensi penggunaan lahan. Dalam perencanaannya struktur gedung bertingkat harus sangat diperhatikan kemampuannya dalam memikul beban-beban yang bekerja terutama beban lateral baik berupa beban gempa ataupun beban angin. Salah satu solusi masalah gempa dalam perencanaan gedung bertingkat yaitu menggunakan sistem struktur yang sesuai. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan kinerja struktur berupa displacement, drift ratio, gaya geser dasar, perioda getar struktur dan kekakuan berdasarkan SNI 1726-2019 menggunakan SRPMK dengan Dual System untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas pada kedua model struktur dari hasil perbandingan dan analisis. Dari hasil analisis kedua model didapatkan nilai-nilai dari perilaku struktur gedung dengan hasil perioda struktur untuk model 1 yaitu 2,372 detik arah x dan 1,893 detik arah y sedangkan pada model 2 yaitu 1,648 detik arah x dan 1,116 detik arah y, displacement pada model 1 yaitu 72,42 mm arah x dan 55,646 mm arah y sedangkan pada model 2 yaitu 69,67 mm arah x dan 45,573 mm arah y, drift ratio pada model 1 yaitu 35,530 mm arah x dan 24,503 mm arah y sedangkan pada model 2 yaitu 29,898 mm arah x dan 19,525 mm arah y. Dengan perbandingan pada kedua model dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa sistem ganda dapat memperkecil perioda struktur, displacement dan simpangan.
Pengaruh Faktor Umur Dan Lingkungan Terhadap Organisasi Terhadap Durabilitas Beton Dengan Substitusi Parsial Serbuk Kayu Nisrina Salsabila; Musbar Musbar; Ruhana Ruhana
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.251

Abstract

AbstractConcrete is one of the most widely used construction materials owing to its excellent compressive strength. Nevertheless, its long-term performance remains susceptible to environmental factors. Fluctuations in temperature, humidity, and solar radiation can significantly impair concrete durability and structural integrity. This study explores the potential of utilizing sawdust waste as a partial replacement (2% by weight of fine aggregate) to improve environmental sustainability while evaluating its effects on mechanical properties. The research investigates the compressive strength of concrete incorporating 2% sawdust at curing ages of 28, 45, and 60 days under two distinct exposure conditions: indoor (controlled) and outdoor (natural) environments. An experimental laboratory approach was adopted using the Department of the Environment (DoE) mix design method. Cube specimens (150 × 150 × 150 mm) were prepared in two variants: normal concrete and concrete with 2% sawdust substitution. Results reveal that the incorporation of sawdust reduces compressive strength compared to control specimens, although strength continues to increase with curing age in both groups. Specimens cured indoors exhibited more consistent strength gain, whereas those exposed outdoors experienced a noticeable strength decline at 60 days. While the use of sawdust as a partial fine aggregate replacement offers an environmentally sound waste valorization strategy, it adversely affects mechanical performance and long-term durability. Further research is recommended prior to its practical implementation in structural applications.Keywords:Concrete; sawdust; compressive strengthAbstrakBeton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi. Namun, beton tetap rentan terhadap pengaruh lingkungan dalam jangka panjang. Variasi suhu, kelembaban, dan radiasi matahari dapat menurunkan durabilitas serta kinerja struktural beton secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi agregat halus dengan limbah serbuk gergaji sebesar 2 % (berdasarkan berat pasir) terhadap kuat tekan beton pada umur 28, 45, dan 60 hari, serta menganalisis pengaruh kondisi paparan lingkungan yang berbeda (dalam ruangan dan luar ruangan) terhadap perkembangan kuat tekan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain campuran berdasarkan pendekatan Department of the Environment (DoE). Spesimen berbentuk kubus berukuran 150 × 150 × 150 mm dibuat dalam dua variasi, yaitu beton normal (kontrol) dan beton dengan substitusi serbuk gergaji 2 %. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk gergaji menyebabkan penurunan kuat tekan dibandingkan beton kontrol, meskipun kuat tekan kedua variasi tetap meningkat seiring bertambahnya umur perawatan. Spesimen yang disimpan di dalam ruangan menunjukkan perkembangan kuat tekan yang lebih stabil, sedangkan spesimen yang dipaparkan di luar ruangan mengalami penurunan kuat tekan pada umur 60 hari. Penggunaan serbuk gergaji sebagai pengganti sebagian agregat halus memberikan manfaat lingkungan melalui pemanfaatan limbah, tetapi berpotensi menurunkan kinerja mekanis dan durabilitas beton dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum material ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural secara luas.  Kata Kunci:Beton; serbuk kayu; kuat tekan