Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEADILAN RESTORATIF KASUS KORUPSI DALAM PERSPEKTIF KEADILAN BERMARTABAT Nur Hidayati
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52626/jg.v5i2.166

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan menjawab pemasalahan mengenai penyataan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin bahwa pelaku korupsi di bawah 50 juta tidak perlu dipenjara, tetapi cukup diselesaikan dengan pengembalian kerugian keuangan negara. Sebagai alasannya agar kejaksaan dapat melaksanakan proses hukum secara cepat, sederhana dan biaya ringan mengingat penjara yang sudah over-kapasitas. Penelitian ini mengulas efektifitas restorative justice kasus korupsi berbasis keadilan bermartabat dan upaya alternatif penerapan instrumen pidana dan pemidanaan secara efektif terutama dalam kasus korupsi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (Socio legal research) yaitu penelitian yang menggunakan fakta-fakta empiris diambil secara langsung dari perilaku manusia, baik perilaku verbal yang dapat diwawancarai langsung maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui pengamatan langsung.Penelitian ini mencakup penelitian terhadap identifikasi hukum (tidak tertulis) dan penelitian efektifitas hukum. Metode penelitian atau langkah-langkah analisis yang dilakukan mengacu kepada metode IRAC (issue, rule, analysis/application, conclusion). Untuk memecahkan isu hukum sekaligus memberikan preskripsi apa yang seyogyanya, diperlukan sumber-sumber penelitian yang berupa bahan-bahan hukum primer dan sekunder. Penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi saat ini masih lemah sehingga masyarakat merasa tidak memperoleh perlindungan akan hak-haknya. Korupsi adalah perilaku menyimpang. Korupsi sebagai status karakter seseorang, defisit moral sehingga penegakan hukum tidak cukup. Diperlukan pendekatan etis, selain mengungkap alasan moral dibalik korupsi, juga membangun moral untuk menolak korupsi.Penerapan restorative justice tidak efektif dan tidak memiliki keadilan yang bermartabat,  mengingat akar penyebab korupsi bukan hanya alasan eksternal, tetapi internal bahkan melekat pada kepribadian manusia.
ANALISIS PENGARUH MANUFAKTUR MESIN PENGASAH PISAU PLANAR TERHADAP AKURASI GEOMETRI DAN KEKASARAN HASIL ASAHAN Trio Setiyawan; Riles Melvy Wattimena; Timotius Anggit Kristiawan; Sugeng Irianto; Nur Hidayati; Dieta Wahyu Asry Ningtias; Annisa Kesy Garside; Mahendra Setya Pratama
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11018

Abstract

Dalam industri pengolahan kayu performa pemotongan sangat bergantung pada stabilitas sudut asah dan tingkat kekasaran permukaan mata pisau, dimana sudut yang konsisten dan kekasaran permukaan mata pisau mempengaruhi  hasil dari serutan kayu semangkin presisi sudut dan rendahnya tingkat kekasaran maka semangkin tinggi pula kwalitas hasil serutan. Penelitian ini berfokus pada manufaktur mesin pengasah mata pisau planer guna mengidentifikasi parameter pengasahan yang optimal serta mengatasi limitasi metode manual yang memiliki kendala pada aspek presisi dan efisiensi waktu. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan Shigley, yang mencakup tahapan identifikasi kebutuhan, formulasi masalah, sintesis, analisis, optimasi, hingga evaluasi. Prosedur pengujian komprehensif dilakukan untuk memvalidasi kinerja sistem, meliputi: Uji Fungsional dan Keamanan memastikan seluruh mekanisme bekerja dengan baik dan aman. Uji Akurasi Geometris mengukur deviasi sudut asah menggunakan shadowgraph untuk memverifikasi kesesuaian antara sudut aktual dengan setting awal pada penjepit. Uji Parameter Kinematik menganalisis kecepatan rotasi batu gerinda dan kecepatan translasi meja. Hasil penelitian merealisasikan mesin pengasah pisau planer. Data eksperimental menunjukkan bahwa mesin ini mampu menghasilkan sudut pengasahan dengan tingkat presisi mencapai 99,55%. Pada parameter kecepatan sliding 0,011 m/s, diperoleh nilai kekasaran permukaan rata-rata (Ra​) sebesar 0,06 µm. Capaian ini menunjukkan kualitas permukaan yang jauh lebih unggul dibandingkan metode manual yang menghasilkan nilai Ra​ sebesar 0,235 µm. Implementasi mesin ini diharapkan dapat menjadi substitusi metode pengasahan konvensional untuk mencapai hasil yang lebih optimal, sekaligus menjadi referensi akademik dalam pengembangan teknologi pemesinan serupa di masa depan.