Articles
PENGALAMAN PADA ATLET KARATE YANG PERNAH MENGALAMI CEDERA BERAT (STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS)
Herfinanda, Retno;
Rahmandani, Amalia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.515 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.24396
Olahraga memberikan manfaat berupa menguatkan dan menyehatkan tubuh. Meski demikian, olahraga juga dapat memberikan dampak buruk bagi fisik dan psikis individu yang melakukannya, yaitu dengan terjadinya cedera, khususnya bagi atlet. Olahraga kontak tubuh dinyatakan lebih berisiko untuk terjadi cedera, dan salah satu cabang olahraga kontak tubuh yang juga potensial terjadi cedera ialah olahraga bela diri karate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman pada atlet karate yang pernah mengalami cedera berat. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria yaitu atlet karate yang pernah mengalami cedera berat (karena karate), mengalami cedera saat remaja dengan rentang usia 10-22 tahun, telah pulih dari cedera yang dialami, dan bersedia menjadi partisipan penelitian. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengambilan data dilakukan menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian memperoleh empat tema induk, yakni (1) tema terkait penilaian terhadap cedera berat; (2) tema terkait dampak cedera berat; (3) tema terkait pemulihan cedera berat; dan (4) tema terkait peran sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pengalaman atlet karate yang mengalami cedera berat, serta memperkaya referensi pada bidang psikologi olahraga dan psikologi kesehatan.
PENGALAMAN PENGASUHAN SINGLE MOTHER YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL (STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS)
Ramadhani, Aulia Fauza;
Rahmandani, Amalia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.373 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23589
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman pengasuhan single mother yang memiliki anak disabilitas intelektual. Subjek penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik, yakni single mother yang bercerai dan memiliki anak kandung dengan disabilitas intelektual. Metode yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tema induk yaitu (1) tema yang terkait dengan penyesuaian diri, (2) tema yang terkait dengan pengasuhan dan, (3) tema yang terkait dengan keberadaan anak. Faktor terkait penyesuaian diri single mother dengan anak disabilitas intelektual yaitu adanya dukungan dari keluarga atau lingkungan, keterlibatan mantan suami dalam pengasuhan, keadaan yang dapat memicu konflik, serta cara masing-masing subjek menanggulangi tekanan yang dialami. Tema pengasuhan anak menjelaskan bagaimana perasaan yang muncul selama proses pengasuhan, serta peran ketiga subjek dalam upaya merawat dan mendidik anak. Penelitian ini juga mendapatkan gambaran penilaian single mother terhadap anak disabilitas intelektual yang turut mempengaruhi pengasuhan, yaitu adanya penilaian positif berupa rasa bangga, maupun penilaian negatif karena malu pada kondisi anak. Meskipun demikian, ketiga subjek memiliki harapan yang hampir sama yaitu menginginkan anak dapat hidup mandiri dan menjalani kehidupan seperti orang normal lainnya di kemudian hari.
PENGALAMAN MENJADI SINGLE MOTHER PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI RESOSIALISASI SUNAN KUNING SEMARANG
Safira, Anisa Nur;
Rahmandani, Amalia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.434 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23483
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman menjadi single mother pada Pekerja Seks Komersial (PSK) di Resosialisasi Sunan Kuning. Fokus penelitian ini adalah pemaknaan seorang wanita yang berprofesi sebagai PSK terhadap pengalamannya menjadi ibu tunggal. Metode yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Subjek penelitian terdiri dari tiga orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi yaitu wanita usia dewasa awal, bercerai, masih bekerja sebagai PSK, memiliki anak (berusia maksimal tujuh tahun). Subjek telah memahami penjelasan penelitian dan menyatakan kesediaan untuk terlibat dalam penelitian dengan menyetujui informed consent. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi audio. Penelitian ini menghasilkan empat tema induk, yaitu tema yang terkait dengan perceraian, tema yang terkait dengan profesi PSK, tema yang terkait dengan pengasuhan, dan tema yang terkait dengan kehadiran anak. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ketiga subjek memutuskan bekerja sebagai PSK setelah perceraian karena menjadi tulang punggung keluarganya. Keterbatasan dalam hal jarak maupun waktu tidak membuat mereka mengabaikan peran sebagai ibu. Mereka berupaya untuk tetap terlibat dalam pengasuhan anaknya. Peran mereka sebagai seorang ibu memunculkan pandangan dan perasaan mengenai kehadiran anak, sehingga berimplikasi pada nilai anak yang berbeda bagi ketiga subjek.
“HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA BOARDING SCHOOL PONDOK PESANTREN MUJJADDADIYAH KOTA MADIUNâ€
Purwito, Alfian Wahyu Abdi;
Rahmandani, Amalia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.914 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21704
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial siswa boarding school Pondok Pesantren Mujjaddadiyah Kota Madiun. Sebanyak 40 siswa Pondok Pesantren Mujjaddadiyah Kota Madiun diambil sebagai sampel uji coba skala dan 100 siswa sebagai subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik sampel cluster random sampling. Pengumpulan data kecerdasan emosional dan penyesuaian sosial dengan skala kecerdasan emosional (30 aitem, α = 0,903) dan skala penyesuaian sosial (21 aitem, α = 0,855). Teknik analisa data yang dipakai adalah teknik analisis regresi sederhana denganmenggunakan software pengolahan data SPSSWindows Release 20.00.Dari hasil analisa data diperoleh koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,545 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang berarti ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial siswa Pondok Pesantren Mujjaddadiyah Kota Madiun. Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula penyesuaian sosial dan sebaliknya. Kecerdasan emosional member sumbangan efektif sebesar 29,7% terhadap penyesuaian sosial.Kata kunci: Kecerdasan emosional, Penyesuaian social, Siswa boarding school
HUBUNGAN ANTARA ESCAPISM DENGAN KECENDERUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA ANGGOTA KOMUNITAS ESPORT X SEMARANG
Reyhan Maxentia;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2021.32935
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara escapism dengan kecenderungan kecanduan game online pada anggota komunitas esport X di Semarang. Escapism adalah dorongan dari dalam diri individu untuk melarikan diri dari tekanan ataupun tuntutan yang berasal dari dunia nyata seperti pekerjaan ataupun keluarga dengan cara melakukan kegiatan lain diluar kegiatan yang ingin dihindari. Kecenderungan kecanduan game online adalah perilaku bermain game online pada individu yangwew masih dapat mengontrol perilakunya tersebut, namun perilaku tersebut tetap dapat menyebabkan reaksi psikologis berupa stres, perasaan tidak nyaman ataupun perilaku bermain game online yang berlebihan dan berdampak buruk terhadap orang-orang di sekitarnya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 171 anggota mahasiswa komunitas esport X dengan sampel penelitian berjumlah 74 mahasiswa. Komunitas esport X adalah wadah bagi mahasiswa di Universitas X yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan menghadapi disrupsi industri 4.0 dengan standar kompetensi teknologi tinggi dalam konteks industri game online. Teknik sampling pada penelitian ini adalah dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Escapism (20 aitem, α = 0,92) dan Skala Kecenderungan Kecanduan Game Online (37 aitem α = 0,94). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,737. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif antara escapism dengan kecenderungan kecanduan game online pada anggota komunitas esport X. Escapism memberikan sumbangan efektif sebesar 54,3% terhadap kecenderungan kecanduan game online pada anggota komunitas esport X dan 45,7% adalah pengaruh dari faktor-faktor lainnya.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS
Frida Eriska Riyanti;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.988 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26491
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara hardiness dengan stres kerja pada perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 145 dengan sampel sebanyak 63 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Hardiness (23 aitem, α=0,901) dan Skala Stres Kerja (28 aitem, α= 0,937). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dengan stres kerja (rxy=-0,641;p<0,001). Semakin kuat hardiness maka semakin rendah stres kerja yang dialami perawat, dan sebaliknya semakin lemah hardiness maka semakin tinggi stres kerja yang dialami perawat. Sumbangan efektif hardiness terhadap stres kerja sebesar 41,1%, sedangkan sisanya sebesar 58,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DAN CITRA TUBUH PADA MAHASISWI PROGRAM S-1 MANAJEMEN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG
Rina Dwi Anggraheni;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.374 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23591
Terjadi banyak perubahan dalam aspek kehidupan individu pada masa remaja, dimana pandangan individu mengenai bentuk tubuhnya sendiri menjadi salah satunya. Begitupun dengan para mahasiswi di usia remaja yang tidak lepas dari permasalahan mengenai bentuk tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara self-compassion dan citra tubuh pada mahasiswi program sarjana Jurusan Manajemen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Sampel penelitian yang diperoleh dengan teknik stratified cluster random sampling berjumlah 96 mahasiswi pada usia remaja. Pengumpulan data menggunakan dua skala pengukuran, yaitu Skala Self-Compassion (26 aitem, α = 0,849) dan Skala Citra Tubuh (24 aitem, α = 0,874). Hasil analisis statistik regresi sederhana menunjukkan rxy = 0,464 dengan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan citra tubuh. Semakin tinggi self-compassion maka semakin positif citra tubuh. Sebaliknya, semakin rendah self-compassion maka semakin negatif pula citra tubuh. Self-compassion memberikan sumbangan efektif sebesar 21,5% terhadap citra tubuh.
PENGALAMAN PENGASUHAN IBU YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS FISIK BERPRESTASI: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF
Wan Isyraf Naufal;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.95 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2020.27700
Golden Burden of Disease pada tahun 2004 menyatakan 15,3% atau 978 juta orang dari total 6,4 milyar penduduk di seluruh dunia mengalami disabilitas fisik, 93 juta di antaranya adalah anak-anak. Keterbatasan-keterbatasan anak dengan disabilitasmenjadi tantangan untuk berprestasi. Peran keluarga bagi anak disabilitas yang berprestasi menjadi menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengalaman pengasuhan ibu yang memiliki anak disabilitas fisik berprestasi. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria ibu yang memiliki anak disabilitas fisik dalam kategori usia remaja dan sudah berhasil mendapatkan prestasi baik di bidang akademikatau non akademik. Subjek adalah tiga orang. Metode penelitian adalah Penelitian Fenomenologis Deskriptif (PFD), menggunakan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur dan model analisis Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Hasil penelitian mendapatkan lima sintesis tema mengenai pengalaman pengasuhan ibu dengan anak remaja disabilitas fisik berprestasi yaitu, (1) adanya upaya pengobatan yang telah dilakukan, (2) pentingnya mendapatkan bantuan dari lingkungan sosial, (3) upaya mendukung anak agar berprestasi, (4) berbagai upaya yang dilakukan saat mengasuh anak, dan (5) penerimaan atas kondisi anak, yang mana penerimaan atas kondisi anak ini menjadi faktor paling penting bagi ibu untuk bisa mengasuh dan mendorong anak agar dapat berprestasi.
HUBUNGAN ANTARA PEMAAFAN DIRI DENGAN REGULASI EMOSI PADA ANAK DIDIK LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS I KUTOARJO DAN KELAS II YOGYAKARTA
Ferawati Ferawati;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.998 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26498
Regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam mengatur dan mengubah reaksi emosi dengan menggunakan kesadaran untuk mencapai tujuan.Pemaafan diri juga diperlukan untuk membantu individu mengatasi rasa bersalah yang muncul atas kesalahan yang diperbuat.Individu yang dapat melakukan pemaafan diri dapat terhindar dari kecemasan dan depresi sehingga memiliki regulasi emosi yang baik.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan diri dengan regulasi emosi pada anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo dan Kelas II Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan studi populasi yang melibatkan subjek sebanyak 31 anak didik,pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala pemaafan diri (20 aitem, α= 0,878) dan skala regulasi emosi (18 aitem, α= 0,831). Hasil regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemaafan diri dengan regulasi emosi (rxy = 0, 455, p= 0,005). Artinya semakin baik pemaafan diri maka semakin baik pula regulasi emosi.Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,207 yang artinya pemaafan diri memprediksi sebanyak 20,7% terhadap regulasi emosi pada anak didik.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN KETANGGUHAN PADA TARUNA TINGKAT II POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG
Afifah Mardliyah;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.235 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23482
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang memberlakukan sistem pendidikan berdisiplin tinggi untuk membentuk mental dan moral, sehingga taruna PIP Semarang diharapkan menjadi SDM pelaut yang handal dan profesional. Dalam kaitannya dengan kesanggupan taruna untuk bertahan dalam mengikuti kegiatan yang ada, efikasi diri memberikan peran besar untuk meningkatkan ketangguhan dengan cara beradaptasi dan melakukan tindakan sesuai dengan kemampuannya dalam mencapai tujuan. Taruna yang menjalani pendidikan di PIP Semarang tentu harus memiliki ketangguhan guna menunjang aktivitas mereka. Jika tidak, maka hal tersebut akan menimbulkan tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan ketangguhan. Populasi penelitian adalah taruna tingkat II Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 101 taruna. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri (48 aitem, α = 0.962) dan Skala Ketangguhan (44 aitem, α = 0.949). Uji korelasi Spearman Rho menunjukkan rxy = 0.731 dengan nilai p = 0.000 (p < 0.001), yang berarti ada hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan ketangguhan. Artinya, semakin tinggi efikasi diri taruna maka ketangguhan juga semakin tinggi, demikian pula sebaliknya. Taruna diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan efikasi diri maupun ketangguhan yang dimiliki.