Basir Basir
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERENDAMAN DAN KEDALAMAN PENANAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH MAHONI (Swietenia macrophylla) Malik Ibrahim Yasin; Basir Basir; Gusti Syeransyah Rudy
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6690

Abstract

The purpose of this study was to analyze the speed of germination and the percentage of germination of mahogany seeds. The factors studied were immersion and planting depth. The immersion factor consisted of no soaking, soaking with young coconut water, soaking with onion extract, soaking with bean sprouts water, and soaking with warm water. The depth factor consists of 1 cm and 2 cm. This study used a completely randomized design with a factorial pattern. The results showed that the immersion factor had a significant effect on the variable speed of germination of mahogany seeds. The treatment of soaking seeds with bean sprouts water was the best treatment for germination at a rate of 24,17 days. The effect of this treatment was significantly different from the effect of onion extract and without soaking which resulted in slow germination of seeds, which were 33,17 days and 35,67 days, respectively. The depth factor has a very significant effect on the speed of germination, namely the planting depth of 2 cm was better than 1 cm with the germination speed of 23,53 days and 36.07 days, respectively. However, the two factors did not interact for the variable speed of germination. For the percentage of mahogany seed germination variable, the interaction between the immersion factor and the planting depth factor had a very significant effect on the percentage of germination, where without soaking, soaking with young coconut water and soaking seeds with bean sprouts, all of which were planted as deep as 2 cm, resulted in the highest percentage of germination of mahogany seeds, namely 100% which differed significantly from the other treatment interactionsTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecepatan berkecambah dan persentase berkecambah benih mahoni. Faktor yang diteliti adalah perendaman dan kedalaman penanaman. Faktor perendaman terdiri dari tanpa perendaman, perendaman dengan air kelapa muda, perendaman dengan ekstrak bawang merah, perendaman dengan air tauge, dan perendaman dengan air hangat. Faktor kedalaman terdiri dari 1 cm dan 2 cm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perendaman berpengaruh nyata pada variabel kecepatan berkecambah benih mahoni. Perlakuan perendaman benih dengan air tauge merupakan perlakuan terbaik untuk perkecambahan dengan kecepatan 24,17 hari. Perlakuan ini pengaruhnya berbeda nyata dengan pengaruh ekstrak bawang merah dan tanpa perendaman yang menghasilkan benih yang lambat berkecambah, yaitu masing-masing 33,17 hari dan 35,67 hari. Faktor kedalaman berpengaruh sangat nyata terhadap kecepatan berkecambah, yaitu kedalaman tanam 2 cm lebih baik dari 1 cm dengan kecepatan berkecambah masing-masing 23,53 hari dan 36,07 hari. Namun kedua faktor tersebut tidak terjadi interaksi untuk variable kecepatan berkecambah. Untuk variabel persentase berkecambah benih mahoni, interaksi antara faktor perendaman dan faktor kedalaman tanam berpengaruh sangat nyata terhadap persentase berkecambah, dimana tanpa perendaman, perendaman dengan air kelapa muda dan perendaman benih dengan tauge yang kesemuanya ditanam sedalam 2 cm menghasilkan persentase berkecambah benih mahoni paling tinggi yaitu 100% yang berbeda sangat dengan interaksi perlakuan lainnya
ANALISIS PROFITABILITAS AGROFORESTRI DUKUH DI KABUPATEN BANJAR Putri Laniari; Hafizianor Hafizianor; Basir Basir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15926

Abstract

The existence of dukuh (traditional agroforestry plots) in Banjar Regency represents a form of natural resource utilization, particularly land, with the expectation of providing maximum benefits. Dukuh has become a distinctive feature in Banjar Regency, especially those that have been sustained until the present time, found in Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, and Biih Village, Karang Intan Sub-District. The purpose of this research is to analyze the profitability of agroforestry dukuh in Biih Village, Karang Intan Sub-District, Banjar Regency, and Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, Banjar Regency. This study employs interview methods with the communities who have agroforestry dukuh in Biih Village and Kertak Empat Village. The research findings on profitability analysis reveal that the communities in Biih Village and Kertak Empat Village, Banjar Regency, have implemented agroforestry systems, which have been inherited from their ancestors. Agroforestry provides a solution to the problem of converting forest land into combined agricultural land. Based on this, optimal land management practices are necessary to achieve maximum yields to meet increasing demands. One effective method for optimal land utilization is through agroforestryAdanya keberadaan dukuh di Kabupaten Banjar merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya alam berupa tanah sehingga diharapkan memberikan manfaat secara maksimal. Dukuh ini menjadi ciri khas di Kabupaten banjar khususnya yang masih lestari sampai saat ini berada di Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron dan juga di Desa Biih Kecamatan Karang Intan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Profitability agroforestri dukuh di Desa Bi’ih Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dan Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada masyarakat yang memiliki agroforestri dukuh di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat. Hasil penelitian ini mengenai analisis Profitabilitas oleh masyarakat di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat Kabupaten Banjar yang telah menggunakan sistem tumpang sari (agroforestri) yang diturunkan dari nenek moyang terdahulu. Manfaat dari agroforestri adalah solusi untuk masalah konversi lahan dari hutan menjadi lahan kombinasi pertanian. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kegiatan pengolahan lahan yang optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan yang makin meningkat, salah satu cara yang dapat digunakan untuk pemanfaatan lahan secara optimal adalah melalui agroforestri
KEANEKARAGAMAN DAN MANFAAT JENIS TUMBUHAN BAWAH DI BAWAH TEGAKAN AKASIA (Acacia mangium) DI ARBORETUM FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Lisdawati Lisdawati; Normela Rachmawati; Basir Basir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15923

Abstract

This study aims to analyze the diversity of undergrowth species under acacia stands and examine the benefits of the undergrowth species under acacia stands. This study was carried out for more than 2 months under acacia stands (Acacia mangium) arboretum arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru city, Kalimantan Selatan, 70714. The method used in this study was survey method by laying purposive sampling with a square shape measuring 1x1 meter. Place the square under the acacia stand, then observe, count the individuals, identify the individuals, document them and look for their species and benefits as well as calculate data analysis and retrieve environmental data. The results showed that the undergrowth that was there had low dominance and moderate diversity. Ten of the 12 species have medicinal properties, 2 of which can be used as animal feed, 5 species can be used as ornamental plants, and 6 species can be used as vegetables (food).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis tumbuhan bawah di bawah tegakan akasia dan mengkaji manfaat dari jenis tumbuhan bawah di bawah tegakan akasia. Penelitian ini dilakukan kurang lebih dari 2 bulan bertempat di bawah tegakan akasia (Acacia mangium) arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan peletakan secara purposive sampling dengan bentuk kuadrat yang berukuran 1x1 meter. Peletakkan kuadrat ada di bawah tegakan akasia, kemudian diamati, dihitung individunya, diidentifikasi individunya, didokumentasi dan dicari jenis dan manfaatnya serta menghitung analisis data dan mengambil data lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan bawah yang berada di sana mempunyai dominansi yang rendah dan keanekaragaman yang sedang. Sepuluh dari 12 jenis berkhasiat sebagai obat, 2 diantaranya dapat digunakan sebagai pakan ternak, 5 jenis bisa digunakan sebagai tanaman hias, dan 6 jenis lagi dapat dipakai sebagai sayuran (pangan)