Ahmad Sirojuddin
Jurusan Teknik Elektro - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

APLIKASI MOBILE LEARNING BERBASIS MOODLE DAN MLE PADA PEMBELAJARAN KEDOKTERAN Candra Ahmadi; Ahmad Sirojuddin; Djoko Suprajitno R; Achmad Affandi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Distance learning atau pendidikan jarak jauh telah dimulai pada awal abad ini. Perkembangan terbarudalam teknologi mobile semakin memungkinkan untuk mendukung pembelajaran di bergerak dan memanfaatkansituasi belajar spontan. Mobile Learning (m-Learning) adalah generasi berikutnya e-Learning dan berdasarkanpada perangkat mobile. Pada penelitian ini akan difokuskan pada aplikasi pembelajaran dibidang kedokteran,Dengan menggunakan Mobile Learning Engine (MLE) yang merupakan aplikasi multimediabased untuk ponseldan Mobile Interactive Learning Objects (MILOs) untuk aplikasi m-Learning terstruktur secara umum samadengan Learning Objects untuk e-Learning,sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan lancar.Kata Kunci: Pembelajaran.kedokteran, Learning Objects, Moodle, MLE
Analisis Unjuk Kerja Integrasi MLE (Mobile learning Engine) dengan SMS Gateway Achmad Sirojuddin; Achmad Affandi; Djoko Suprajitno R
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.357 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1256

Abstract

Belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Hal ini dapat dilakukan karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pertumbuhan pengguna ponsel juga memiliki peran dalam mengubah gaya belajar siswa dari berbasis desktop ke berbasis ponsel. Teknologi e-learning yang ada bersifat pasif karena hanya menunggu sampai siswa atau guru untuk login. Desain notifikasi pada Mobile Learning Enging (MLE) ini ditujukan untuk memberikan pemberitahuan kepada pengguna bila ada penambahan, update, dan penghapusan mateil dalam bentuk kursus, forum, chat, wiki atau bahan lainnya. Pemberitahuan akan dikirim dalam bentuk Short Message Service (SMS) ke pengguna. Rancangan sistem ini akan menggunakan teknologi webservice sederhana untuk membuat komunikasi antara server LMS di web hosting dengan server SMS yang berada pada komputer lokal. Pada tugas akhir ini akan dianalisis unjuk kerja jaringan dan pengiriman SMS
INTEGRASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sirojuddin, Ahmad; Hairunnisa, Hairunnisa
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4296

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar selaras dengan dinamika zaman, tantangan radikalisme, serta kebutuhan pendidikan karakter yang inklusif dan moderat. Dalam konteks ini, integrasi nilai moderasi beragama menjadi penting untuk membentuk peserta didik yang toleran, adil, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dapat diintegrasikan secara prosedural dan filosofis dalam pengembangan kurikulum PAI di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, kajian ini menganalisis prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum, karakteristik moderasi beragama, serta implementasinya dalam berbagai mata pelajaran PAI, seperti Al-Qur’an Hadis, Aqidah Akhlak, dan Fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti tawasuth (jalan tengah), i’tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), dan musyawarah (syura) telah dan dapat terus diinternalisasikan secara sistematis dalam materi ajar, metode pembelajaran, serta orientasi pendidikan Islam secara umum. Integrasi ini dinilai mampu membentuk peserta didik yang berkarakter moderat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan beradab.
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA MANUAL BERDASARKAN CARDIOVASCULAR LOAD, KONSUMSI ENERGI, DAN SUHU LINGKUNGAN Alfarizi, Muhammad Dzaki; Sirojuddin, Ahmad; Nadhif, Ahmad; Wicaksono, Priagung Rizky; Rudiyanto, Cita Suci Rizqi
Jurnal Exact: Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : Excellent Academic Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jexact.14021

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) heavily rely on manual labor, which frequently leads to severe physical fatigue. This condition is often exacerbated by non-ergonomic working postures, repetitive movements, and extreme environmental temperatures, placing a dual burden on the workers' cardiovascular systems. This study aims to objectively evaluate the physical workload of manual workers at UD. Barokah by analyzing the interaction between mechanical load and thermal stress to formulate comprehensive ergonomic improvements. A quantitative descriptive approach with an observational design was employed in this study. Primary physiological data were collected directly by measuring the Resting Heart Rate and Working Heart Rate of workers across different age groups (30 and 60 years old) using an oximeter during their daily shifts. The physiological workload was analyzed using the Cardiovascular Load (%CVL) method and cross-validated with net energy consumption estimations derived from heart rate fluctuations. The field measurements indicated a high environmental temperature exposure reaching 33.1°C. Consequently, the %CVL values for the observed workers reached 33.93% and 40.70%, indicating a moderate cardiovascular strain that requires immediate system improvement. In stark contrast, the net energy consumption was classified as extremely light, at only 2.60 kcal/min and 2.22 kcal/min. This significant discrepancy confirms that the workers' physiological fatigue is not primarily driven by muscular mechanical exertion but rather by dominant thermal stress forcing the cardiovascular system to overwork for body thermoregulation. These findings critically correct the common assumption in the informal sector that manual fatigue is strictly proportional to caloric expenditure. Therefore, recommended ergonomic interventions must prioritize physical environment engineering, such as improved ventilation and rehydration facilities, alongside proportional work-rest schedules over mere load reduction.