Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DENGAN MENGGUNAKAN PROBLEM BASED LEARNING Angela Kewa Koten; Mariana Marta Towe; Irwanius Piter Muaraya
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 4 No 1 (2022): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2022 - November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v4i1.1939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) membelajarkan matematika pada materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII SMPN 2 Larantuka dan (2) mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Larantuka dengan menggunakan PBL. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Larantuka pada bulan Mei sampai dengan Juni. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C1 (sebagai kelas uji coba ) dan kelas VIII C2 (sebagai kelas penelitian) tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan model PBL. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah hasil tes, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model PBL yang dilaksanakan dengan menggunakan langkah – langkah PBL yang didasarkan pada indikator kemampuan pemecahan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah, melihat dan memeriksa kembali. Berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah, untuk masalah 1 dan masalah 2 secara keseluruhan semua siswa memenuhi indikator 1 sampai 3 dari 4 indikator kemampuan pemecahan masalah yaitu : (1) memahami masalah, (2) membuat rancangan pemecahan masalah, (3) melaksanakan rancangan pemecahan masalah. Siswa tidak mencapai indikator ke 4 yaitu memeriksa hasil kembali.
Penerapan Teknik Dramatik Peran Sosial Tokoh Utama Cerpen “Hawa Panas” : Kolaborasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Matematika Imelda Oliva Wissang; Bernardus Bin Frans Resi; Irwanius Piter Muaraya; Karolina Letek Karhi; Kristina Beto Nama
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i2.11106

Abstract

The activity to discover the social role of the main character in the short story Hawa Panas by Silvester Petara Hurit was carried out using a qualitative method with dramatic techniques. This method directly explains the concrete actions carried out by the characters in the story. This activity integrates a sociological approach to literature and mathematical concepts to explain the social roles that appear in the story. The collaboration between the Indonesian Language and Literature Education study program and the Mathematics Education study program at the FKIP Larantuka Teacher Training and Technology Institute allows the application of mathematical concepts in understanding the story. In this short story, there are several social roles that can be found, namely: (1) building relationships between individuals to create strong social bonds, (2) being sensitive in responding to surrounding conditions and providing appropriate responses, (3) communicating appropriately to avoid misinterpretation, (4) using a cultural approach to respect prevailing social norms, and (5) showing compassion for others. This activity also provides a deeper understanding of the application of social concepts in everyday life through literary stories.
Inovasi pembelajaran aktif: integrasi lari estafet dan aritmatika dasar dalam program math & run untuk meningkatkan kebugaran dan kemampuan kognitif siswa di SDK Lewotala Irwanius Piter Muaraya; Antonius Harun Ruron
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38846

Abstract

AbstrakRendahnya motivasi belajar matematika merupakan tantangan serius yang dihadapi di SDK Lewotala, Kabupaten Flores Timur. Siswa cenderung tidak bersemangat dalam pembelajaran matematika, namun menunjukkan antusiasme tinggi saat aktivitas jasmani. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan program Math & Run, yaitu inovasi pembelajaran aktif yang mengintegrasikan lari estafet dengan aritmatika dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Maret 2026 di SDK Lewotala dengan melibatkan 20 siswa kelas 5 yang dibagi menjadi 4 kelompok beranggotakan 5 orang menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kegiatan. Setiap kelompok mendapatkan satu kali kesempatan menyelesaikan lintasan estafet sepanjang 30 meter dengan empat pos soal aritmatika yang mencakup topik perkalian, penjumlahan pecahan, luas persegi, dan luas persegi panjang. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif, pencatatan waktu tempuh, dan dokumentasi foto-video. Hasil menunjukkan partisipasi siswa mencapai 100%, antusiasme tinggi yang ditandai sorak-sorai dan yel-yel tim, peningkatan kepercayaan diri siswa dalam menjawab soal aritmatika, interaksi positif antarsiswa, serta komitmen kedua guru untuk melanjutkan program secara mandiri minimal sebulan sekali. Program ini membuktikan bahwa integrasi aktivitas fisik dan pembelajaran matematika efektif mengatasi rendahnya motivasi belajar, sekaligus mengembangkan nilai karakter seperti kerjasama dan sportivitas secara organik. Kata kunci: math & run; lari estafet; aritmatika dasar; motivasi belajar matematika; pembelajaran aktif AbstractLow motivation in mathematics learning is a serious challenge at SDK Lewotala, East Flores Regency. Students tend to be unenthusiastic during mathematics lessons but show high enthusiasm in physical education activities. This community service program aims to design and implement Math & Run, an active learning innovation integrating relay running with basic arithmetic. The activity was conducted on March 17, 2026, at SDK Lewotala, involving 20 fifth-grade students divided into 4 groups of 5 members each, using a participatory activity-based approach. Each group was given one opportunity to complete a 30-meter relay track with four arithmetic problem stations covering multiplication, fraction addition, area of a square, and area of a rectangle. Evaluation was conducted through participatory observation, time recording, and photo-video documentation. Results indicate 100% student participation, high enthusiasm marked by cheers and team chants, increased student confidence in answering arithmetic problems, positive peer interaction, and commitment from both teachers to continue the program independently at least once a month. This program demonstrates that integrating physical activity and mathematics learning effectively addresses low learning motivation while simultaneously developing character values such as teamwork and sportsmanship organically. Keywords: math & run; relay running; basic arithmetic; mathematics learning motivation; active learning