Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Effectiveness of an Integrated Civic Education–Science Learning Model Using the Civic-Scientific Literacy Approach to Improve Science Process Skills in Junior High School Students Elfahmi Lubis; Kasmiruddin Kasmiruddin; Desy Eka Citra Dewi
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol 7, No 2 (2025): July 2025
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v7i2.8693

Abstract

This study examines the effect of an integrated Civic Education (PKn)-Science learning model on developing Science Process Skills (SPS) through a Civic-Scientific Literacy (CSL) approach in eighth-grade students. A non-equivalent pretest-posttest control group quasi-experimental design was applied to 64 students at SMP Negeri X Bengkulu. SPK data collection was conducted through tests, analyzed using ANCOVA, while CSL was evaluated using a rubric. The results showed that the integrated PKn-Science learning model significantly improved students' SPK (F=32.10, p<0.001, ηp2=0.347) compared to the control group. This model was also effective in facilitating the development of students' CSL, as evidenced by improvements in their ability to understand socio-scientific issues, evaluate evidence, engage in ethical-social reasoning, and participate in argumentation. A positive and significant correlation was also found between improvements in CSL and KPS (r=0.68, p<0.001), confirming the synergistic relationship between the two. This study concludes that integrating Civic Education and Science through the CSL approach is an effective strategy for fostering scientifically literate students and responsible citizens
PERAN BANK SAMPAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA SEBAGAI WUJUD KESADARAN KEWARGANEGARAAN MASYARAKAT RT 07 KARANG INDAH Anisia Nur Mitha Sari; Romadhona Kusuma Yudha; Elfahmi Lubis; Amnah Qurniati; Heki Marzadi
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v6i1.10998

Abstract

Permasalahan sampah di RT 07 Karang Indah, Bengkulu, menunjukkan rendahnya partisipasi warga dalam pengelolaan bank sampah meskipun fasilitas telah tersedia. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bank sampah sebagai sarana pengelolaan lingkungan sekaligus peningkatan pendapatan rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi observasi awal untuk memahami kondisi lokal, sosialisasi pembuatan kompos dan pupuk organik, pelatihan teknis pengelolaan bank sampah, serta pendampingan, monitoring, dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi warga dari sekitar 13% menjadi ±50% setelah sosialisasi dan pelatihan. Warga mampu memproduksi ±20 kg kompos dan pupuk cair yang dimanfaatkan untuk kebun rumah serta menambah kas bank sampah sebesar Rp500.000. Pendapatan tambahan rumah tangga berkisar Rp50.000–Rp75.000 per bulan, disertai lingkungan yang lebih bersih dan berkurangnya titik pembuangan liar. Program ini juga memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, dan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Dengan demikian, bank sampah berperan ganda sebagai solusi pengelolaan sampah dan instrumen pemberdayaan ekonomi keluarga.
PANCASILA AND CHALLENGE GENERATION Z IN ERA DIGITAL Anisia Nur Mitha Sari; Romadhona Kusuma Yudha; Elfahmi Lubis; Joesa Wulandari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 03 No. 3 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i3.2753

Abstract

Pancasila, US the fundamental ideology of the Indonesian nation, plays a central role in shaping the character and direction of national life. However, the rapid development of digital technology presents new challenges for the younger generation generation, particularly Generation Z, in internalizing Pancasila values. This generation lives technologically amidst advancements, a culture of globalization, and the rapid flow of information. US a result, there has been a shift in values, a decline in nationalism, and an increase in individualism and social polarization. This article aims to explain how Pancasila values can be re-actualized in the lives of Generation Z in the digital era. Through a qualitative descriptive approach and literature analysis, this article highlights the importance of Pancasila education, digital literacy, and the role of educational institutions in strengthening national character. The study's results indicate that collaboration between families, schools, and communities needs to be strengthened so that Pancasila is not only cognitively understood but also practiced in the social behavior of Generation Z.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU Rusnita Hainun; Elfahmi Lubis
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 1 No. 1 (2021): JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Pendidikan karakter telah lama dilaksanakan di Indonesia, namun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan berbagai pihak. Banyak faktor yang menjadi penyebab kegagalan pendidikan karakter, antara lain karena nilai-nilai karakter yang dikembangkan  di lembaga pendidikan formal (termasuk di perguruan tinggi)  belum fokus sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan bangsa ke depan. Permasalahan karakter ini menjadi masalah urgen yang harus dipecahkan secara seksama, salah satunya dapat dilakukan melalui  penelitian  pembelajaran pendidikan kewarganegaraan.            Penelitian ini mengguakan pendekatan qualitative naturalistic. Teori yang digunakan sebagai landasan adalah teori model dan pola pembentukan karakter dari Thomas Lickona. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara induktif dengan menggunakan model interaktif melalui langkah reduksi data, display data, penarikan kesimpulan/verifikasi.                    Penelitian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  Universitas Muhammadiyah ini difokuskan pada empat karakter utama, yaitu: religius, jujur, bersahabat, dan bertanggung jawab. Adapun rumusan masalah pokok yang akan dikaji melalui penelitian ini adalah: Bagaimanakah Model Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentukan Karakter Mahasiswa yang religious, jujur, bersahabat, dan bertanggung jawab.           Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan