Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

APLIKASI PIXELLAB UNTUK DASAIN MEDIA INFORMASI Dwi Sudjanarti; Asminah Rahmi; Heru Utomo; Rr. Tri Istining Wardani; Esther Hesline Palandi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDIMAS) Vol 9 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : Publisher UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i1.159

Abstract

Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah juga dilaksanakan oleh KB/TK Star Kids. WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar daring. Hal ini dikarenakan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media WhatsApp, yaitu WhatsApp Group. Selain kelebihannya WhatsApp Group juga memiliki kekurangan. Pesan teks yang disampaikan oleh guru melalui WhatsApp Group terkadang tidak tersampaikan dengan baik dikarenakan banyaknya chat pada group tersebut. Pelatihan desain media informasi menggunakan software aplikasi pixellab dapat dimanfaatkan untuk menambah keterampilan guru atau pihak sekolah membuat atau mendesain media informasi lebih menarik, sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik. Hal ini dikarenakan desain yang dibuat mempunyai ekstension JPEG yang membuat tampilan berbeda dengan chat biasa.
APLIKASI PIXELLAB UNTUK DASAIN MEDIA INFORMASI Dwi Sudjanarti; Asminah Rahmi; Heru Utomo; Rr. Tri Istining Wardani; Esther Hesline Palandi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i1.159

Abstract

Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah juga dilaksanakan oleh KB/TK Star Kids. WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar daring. Hal ini dikarenakan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media WhatsApp, yaitu WhatsApp Group. Selain kelebihannya WhatsApp Group juga memiliki kekurangan. Pesan teks yang disampaikan oleh guru melalui WhatsApp Group terkadang tidak tersampaikan dengan baik dikarenakan banyaknya chat pada group tersebut. Pelatihan desain media informasi menggunakan software aplikasi pixellab dapat dimanfaatkan untuk menambah keterampilan guru atau pihak sekolah membuat atau mendesain media informasi lebih menarik, sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik. Hal ini dikarenakan desain yang dibuat mempunyai ekstension JPEG yang membuat tampilan berbeda dengan chat biasa.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN PROMOSI PADA UMKM MD JAYA KEL. WATUGEDE KEC. SINGOSARI KABUPATEN MALANG Dwi Sudjanarti; Asminah Rahmi; Heru Utomo; Rr. Tri Istining Wardani; Esther Hesline Palandi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v10i1.4193

Abstract

Keberadaan UMKM diharapkan mampu mendongkrak perekonomian seiring berkembangnya era persaingan bebas, seperti WTO, AFTA, APEC, dan AEC, dan agar selalu siap menghadapi krisis ekonomi global. Berkaitan dengan era persaingan tersebut, maka UMKM dituntut untuk selalu meningkatkan daya saingnya agar dapat terus berjalan dan berkembang. Salah satunya adalah dengan menerapkan TIK sebagai penunjang kegiatan usahanya. Digital marketing adalah sebuah produk teknologi informasi dimana berupa kegiatan mempromosikan produk dan atau jasa melalui media internet. Program pendampingan ini mampu menghasilkan akun media sosial facebook dengan nama akun Kopi Mdjaya, instagram dengan nama akun https://www.instagram.com/kopi_mdjaya/ , dan website berupa blogspot dengan nama https://kopimdjaya.blogspot.com/. Diharapkan pihak UMKM MD Jaya secara teratur membuat atau mengunggah postingan, status, maupun artikel pada akun media sosial dan website yang sudahdibuat
PENGADAAN PERALATAN PENUNJANG PRODUKSI GERIT DI DUSUN PETUNGSEWU KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG Mahmudatul Himma; Diana Eka Poernamawati; Achmad Suyono; Tri Wahyu Widodo; Esther Hesline Palandi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v10i1.4241

Abstract

The community in Dusun Petungsewu, Duwet Village, Tumpang District, Malang Regency is a producer of corn rice (gerit). So far, the production process is carried out using manual equipment. Where for the corn milling process (slep) is carried out in the market. Then the process of separating the slep from the feces is done manually using a tampah (nampeni). Therefore, this community service activity aims to increase the production capacity of gerit through the procurement of a gerit sieving machine. It also makes the production process more continuous. This activity is in the form of providing a sifter and woven bamboo machine for drying to the MSME partners of Polinema and providing assistance on how to operate the production equipment to partners. In addition, the program is expected to provide positive benefits for gerit producers. Procurement of sifting machine can increase the productivity of gerit producers. In addition, the results of sieving using a sieving machine have increased compared to conventional methods. By using this machine, less power is needed and can shorten the time to sieve the gerit.
Analisis makna metafora bahasa Jepang: kajian terhadap struktur makna dan nilai-nilai filosofi Esther Hesline Palandi
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 1 No 1, 2011
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar‐belakangi fenomena perspektif stilistika dan estetika pada metafora. Analisis menunjukkan interpretasi makna Metafora bisa juga dilakukan berdasarkan intertekstualitas antar teks maupun konteks dalam cerita. Temuan yang diperoleh adalah struktur makna Metafora, yaitu: versi Ricoeur (Nominal, Predikatif, dan Kalimatif), versi Wahab (Komparasional, Substitusional, dan Interaksional), dan versi Riffaterre (Displacing, Distorting, dan Creating of Meaning); serta nilai‐nilai filosofi Metafora, yaitu: Etos (etika (ethics) moral, sosial, dan kultural), Logos (logika (logic) kematian / kehidupan), dan Patos (emosional (pathy: simpati dan empati) yang positif, negatif, dan relatif). Dapat disimpulkan Metafora memiliki struktur makna tertentu; dan merupakan citraan nilai‐nilai Moral, Sosial, Kultural, dan Emosional.
Proses Interpretasi Metafora Dalam Teks Anime Bahasa Jepang Esther Hesline Palandi
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 10 No 2, 2020
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konteks bahasa yang berupa unsur-unsur moral sosial kultural bangsa merupakan aset atau kekayaan bahasa. Budaya Jepang juga merupakan aset bahasa yang menjadi bahan pembentukan ungkapan metafora, termasuk metafora dalam teks anime. Metafora juga menjadi indikator etika dan logika. Tulisan ini membahas bagaimana proses pemberian makna pada metafora dalam teks anime bahasa Jepang yang mengandung konteks moral sosial kultural dan mengklasifikasikan makna metafora dalam teks anime bahasa Jepang khususnya dengan kategorisasi filosofi etos, logos dan patos. Metode analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis interpretasi secara komprehensif dalam perspektif pragmatik dan semantik. Proses interpretasi secara komprehensif terhadap metafora dengan kategorisasi filosofi etos, logos dan patos ini dilakukan agar dapat dibuktikan eksistensi unsur-unsur moral sosial kultural bangsa Jepang. Prosedur analisis metafora dalam perspektif pragmatik dan semantik, yaitu mengkaji tataran linguistik yang membahas makna dalam interaksi penutur (penulis) dan petutur (pembaca) melalui teks dan konteks. Selain itu hal yang utama dalam prosedur analisis metafora kali ini adalah proses intertekstualisasi, yakni pengkajian antar teks metafora melalui makna petutur yang dinegosiasikan dengan makna penutur. Negosiasi makna menjadi sangatlah penting dan bermanfaat dalam proses interaksi melalui teks dan konteks, mulai dari pembentukan atau penciptaan meta¬fora hingga pembacaan, penilaian, dan pe¬mahaman sebuah teks dan konteks metafora. Negosiasi makna (proses pemberian makna) di¬perlukan dalam interpretasi dan intertekstualisasi makna metafora, karena metafora memiliki dua makna yaitu makna eksplisit (surface meaning) dan makna implisit (underlying meaning).
Fenomena Etika dan Logika Bahasa di Era Digital Esther Hesline Palandi
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 10 No 1, 2020
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia yang mulai multikulturalis, mengakibatkan terjadinya perubahan peri¬laku berbahasa atau komunikasi dalam masyarakat. Seiring dengan perkembang¬an tekno¬logi informasi dan globalisasi yang semakin pesat, komunikasi antar manusia di negara-negara yang terpisah jauh pun dapat dilakukan dengan cepat dan praktis. Hal tersebut ber¬kaitan erat dengan perkembangan teknologi digital dalam perkembangan bahasa. Ini me¬rupakan bukti yang tak bisa dielak bahwa masyarakat yang sebelumnya ber¬pencar serta terisolasi menjadi saling memiliki ketergantungan dan mewujudkan suatu keterikat¬an. Berdasarkan fenomena tersebut, maka globalisasi dapat didefinisikan sebagai sebuah jaringan kerja yang meliputi seluruh bagian dunia, sehingga membentuk suatu hubungan ketergantungan di antara bangsa; dan muncullah pilihan Bahasa dalam media massa di era digital. Sehingga muncul permasalahan bagaimana Etika dan Logika kosakata hasil produksi bahasa di era digital, atau bahasa yang digunakan teknologi digital? Lalu tujuan kajian tersebut adalah mendeskripsikan Etika dan Logika kosakata hasil produksi Bahasa di era digital. ¬Analisis di¬mulai dari proses seleksi dan iden¬tifikasi wacana, dan inti analisis adalah proses tran¬skripsi dan inter¬pretasi kalimat-kalimat bahasa digital.
Motivasi Mahasiswa Dalam Belajar Bahasa Jepang Eny Widiyowati; Titien Indrianti; Esther Hesline Palandi; Cahyo Ramadhan Pratama
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 14 No 2, 2024
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa Jepang dan jenis-jenis motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa Jepang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara. Populasi pada penelitian ini berjumlah 81 mahasiswa program studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Malang. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Prosedur analisis data terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah menganalisis tingkat motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa Jepang. Pada tahap ini hasil kuesioner akan ditabulasikan dalam tabel distribusi frekuensi sehingga akan diketahui tinggi atau rendahnya motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa Jepang. Hasilnya akan disajikan dalam bentuk persentase. Tahap kedua adalah menganalisis jenis-jenis motivasi belajar mahasiswa. Pada tahap ini juga akan menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk jenis-jenis motivasi dan hasilnya akan disajikan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar bahasa Jepang mahasiswa termasuk dalam kategori tinggi. 4 (empat) motivasi belajar yaitu motivasi instrumental, motivasi integratif, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik dimiliki oleh mahasiswa. Motivasi intrinsik memiliki persentase sebesar 65, 49%, motivasi ekstrinsik memiliki persentase sebesar 70, 86%, motivasi instrumental memiliki persentase sebesar 77, 78 % dan motivasi integratif memiliki persentase sebesar 79, 43%.