Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH DIMENSI PENAMPANG TERHADAP RASIO DESAIN DAN LENDUTAN PADA INVERTED BEAM Wahiddin; Agus Sugiarto; Joko Setiono
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya balok beton bertulang berada dibawah pelat pada suatu struktur beton bertulang. Dengan alasan lebih hemat, balok beton dapat diletakkan diatas pelat dan dinamakan inverted beam. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh ukuran penampang balok terhadap rasio desain dan besarnya lendutan yang terjadi pada inverted beam. Pada penelitian ini, sebuah portal beton bertulang dengan bentang tertentu sedemikian hingga pelatnya berupa one way distribution dan two way distribution load. Portal tersebut diberikan inverted beam dan balok normal dengan pembeban sebagaimana beban yang terjadi atap. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio desain inverted beam lebih besar 51,53 persen dibandingkan dengan kapasitas lentur balok normal pada pelat dengan distribusi beban one way dan 53,24 persen pada pelat dengan distribusi beban two way. Begitupula lendutan yang terjadi inverted beam lebih kecil 40,13 persen dan 48,82 persen dibandingkan dengan balok normal. Lendutan yang terjadi masih berada dibawah lendutan yang diijinkan sebuah balok beton bertulang.
PERANCANGAN MODIFIKASI STRUKTUR PENAMBAHAN LANTAI PADA GEDUNG I IGD TERPADU RSUD. PROF. DR. SOEKANDAR MOJOSARI M. Ali Mahrus Ghozali; Wahiddin; Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6202

Abstract

Perkembangan bidang konstruksi di Indonesia sangat berkembang pesat untuk itu pembangunan rumah sakit harus tersedia. Modifikasi ini dilakukan dengan menambah lantai yang awalnya existing bangunan 4 Lantai + Top Floor menjadi 5 Lantai sehingga dilakukan perancangan untuk mengetahui kelayakan dari bangunan I IGD RSUD. Prof. Dr. Soekandar. Modifikasi gedung adalah mengubah suatu bagian dari struktur awal menjadi hasil modifikasi yang diinginkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam melaksanakan perhitungan analisis struktur yang dilakukan, penulis menggunakan program Software 3D untuk membantu dalam menghitung gaya - gaya yang terjadi di dalam struktur gedung I IGD Dr. Soekandar juga program Software digunakan untuk menghitung gaya yang bekerja pada struktur pelat lantai, balok, kolom. Juga analisis mengenai rasio eksisting kolom struktur gedung dilakukan pada aplikasi Robot Structural Analysis Professional 2023 dengan menganalisis kolom pada eksisting gedung apakah diperlukan perkuatan atau pembesaran pada kolom. Dari hasil perancangan diperoleh: pelat lantai dengan tebal 130 mm menggunkan tulangan utama arah x S10-200 dan arah y S10-200. Balok B1 400/700 mm tulangan tumpuan atas 3 S22 dan bawah 3S22, pada lapangan bawah 3S22 dan atas 3S22. Kolom 500/500 mm tulangan utama 16S22 dan sengkang S13-100 untuk tumpuan dan lapangan. dengan rasio kolom eksisting sebelum dan sesudah penambahan lantai menjadi berubah.
PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM KEDALAM CAMPURAN PERKERASAN AC – BC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHAL Awang Yudha Sastra; Sugeng Riyanto; Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6868

Abstract

Saat ini mengharuskan adanya inovasi dalam material jalan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu solusi yang potensial adalah dengan memanfaatkan styrofoam dalam campuran aspal AC – BC. Asphalt Concrete – Binder Course (AC – BC) yang memiliki peranan penting dalam menyebarkan beban dari lapisan atas ke lapisan bawah perkerasan. Penggunaan styrofoam sebagai bahan campuran aspal AC – BC dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi dua masalah sekaligus, yaitu mengurangi limbah styrofoam dan mengoptimalkan kinerja campuran aspal. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui pegnaruh perbandingan styrofoam terhadap campuran aspal beton dengan variasi campuran 18%, 19%, 20%, dan 21%. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode basah. Hasil dari pengujian ini mendapatkan kadar aspal optimum sebesar 6,25%. Nilai stabilitas mengalami peningkatan pada masing – masing variasi. Nilai flow mengalami penurunan pada kadar 21%. Nilai MQ mengalami peningkatan pada masing-masing variasi.Nilai VIM pada persentase 18% dan 19% tidak memenuhi spesifikasi, pada persentase 20% peningkatan dan 21% mengalami penurunan. Nilai VMA pada persentase 21% mengalami penurunan, sedangkan persentase 18% - 20% mengalami peningkatan. Nilai VFA pada persentase 18% tidak memenuhi spesifikasi, persentase 19% dan 20% mengalami penurunan dan persentase 21% mengalami kenaikan. Rencana anggaran biaya yang dimiliki persentase campuran 20% sebesar Rp. 2.212.068.