Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN MATERIAL GUNUNG DAERAH ALIRAN SUNGAI ARAH MALANG-KOTA BATU DALAM PENGGUNAANNYA SEBAGAI SALAH SATU MATERIAL BETON Armin Naibaho; Agus Sugiarto; Purnama Dewi
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v14i2.296

Abstract

Abstract The use of the mountain seal used as a building block for concrete should be considered, based on current usage apart from being a light construction material for housing, mountain materials from these two places are used as the main aggregate material for building construction, water structures (dams), roads. and bridges located in the surrounding Malang-Kota Batu area To determine the size of the aggregate, the coarse aggregate is sieved using a vibrating sieve, while the fine aggregate is sieved by a hydraulic sieve. In the screening process, about 70% of the filtered must pass so that high efficiency and capacity can be achieved. The compressive strength test results obtained the average compressive strength value at 28 days of concrete for concrete with fine aggregate sand zone III and coarse aggregate (gravel) in the Batu City area is equivalent to 35.65 MPa. The results of the split tensile strength test showed that the average split strength value at the age of 28 days for concrete with fine aggregate sand zone III and coarse aggregate (gravel) in the Kota Batu area is equivalent to 2.51 MPa. The compressive strength value for normal concrete is 35.65 MPa, it should produce split tensile strength = 4.179 MPa according to the provisions of SNI T-15-1991-03 Article 3.2.5 (fr = 0.70√fc '). Even though the split tensile strength value obtained in the laboratory is only 2.51 MPa, this means that the quality of materials (sand and broken stone) from Batu City is not suitable for use as building materials. Because the number 2.51 MPa is relatively much smaller than the value of 4.179 MPa, it is only one of the factors outlined in the SNI T-15-1991-03 article 3.2.5. Keywords: Mountain Material, Concrete, Concrete Compressive Strength Test, Concrete Tensile Strength Test
PENGARUH DIMENSI PENAMPANG TERHADAP RASIO DESAIN DAN LENDUTAN PADA INVERTED BEAM Wahiddin; Agus Sugiarto; Joko Setiono
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya balok beton bertulang berada dibawah pelat pada suatu struktur beton bertulang. Dengan alasan lebih hemat, balok beton dapat diletakkan diatas pelat dan dinamakan inverted beam. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh ukuran penampang balok terhadap rasio desain dan besarnya lendutan yang terjadi pada inverted beam. Pada penelitian ini, sebuah portal beton bertulang dengan bentang tertentu sedemikian hingga pelatnya berupa one way distribution dan two way distribution load. Portal tersebut diberikan inverted beam dan balok normal dengan pembeban sebagaimana beban yang terjadi atap. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio desain inverted beam lebih besar 51,53 persen dibandingkan dengan kapasitas lentur balok normal pada pelat dengan distribusi beban one way dan 53,24 persen pada pelat dengan distribusi beban two way. Begitupula lendutan yang terjadi inverted beam lebih kecil 40,13 persen dan 48,82 persen dibandingkan dengan balok normal. Lendutan yang terjadi masih berada dibawah lendutan yang diijinkan sebuah balok beton bertulang.
BIMBINGAN TEKNIS DESAIN DAN PEMBUATAN DINDING GUDANG PENYIMPANAN RT DI BANDULAN KOTA MALANG Agustin Dita Lestari; Anisah Nur Fajarwati; Agus Sugiarto; Armin Naibaho; Nawir Rasidi; Qomariah
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3707

Abstract

Suatu Rukun Tetangga (RT) pasti memiliki peralatan-peralatan dan barang inventaris yang digunakan untuk menunjang kegiatan RT. Sebagai salah satu RT yang ada di wilayah Bandulan, RT 03 RW 03 juga telah memiliki peralatan dan barang inventaris yang sering digunakan untuk acara arisan, pertemuan rutin, rapat, atau kegiatan lainnya. Agar peralatan dan barang tersebut aman, awet, dan terjaga mutunya, maka diperlukan tempat penyimpanan atau gudang yang baik. Di wilayah RT 03 RW 03 Kelurahan Bandulan sudah memiliki gudang penyimpanan, akan tetapi kondisi fisik yang ada masih kurang layak karena hanya menggunakan material-material sisa. Kondisi tersebut pasti lambat laun terkena cuaca panas dan hujan sehingga mengakibatkan kerusakan di atap dan dindingnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memberikan desain dan bantuan teknis untuk pembuatan dinding gudang tersebut. Material dinding gudang serta penambahan dinding partisi dan tampias air hujan di tempat pertemuan RT menggunakan spandek galvalum dengan tebal 0,3 mm. Rangka dinding gudang menggunakan material baja ringan profil C75 x 0,75 mm.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUBLIC LIBRARY AND SCIENCE CENTER MEDAN DENGAN OVAL OPENINGS Irawati Putri Lumban Gaol; Agus Sugiarto; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8817

Abstract

Kini perpustakaan telah beralih fungsi dari tempat penyimpanan dokumen menjadi ruang multifungsi yang mendukung aktivitas belajar, bekerja, dan sosialisasi. Bukaan pada awalnya hanyalah bagian dari bangunan yang sengaja dibuka atau dilubangi untuk tujuan tertentu, namun saat ini bukaan juga didesain sedemikian rupa untuk menambah nilai estetika dan dapat memaksimalkan sirkulasi udara serta pencahayaan dalam usaha penerapan bangunan hijau. Salah satu bentuk bukaan yang menarik perhatian adalah oval openings yang memiliki desain yang dinamis, dan estetis. Studi ini menunjukkan bagaimana perencanaan dimensi dan penulangan elemen struktur yang detail untuk memastikan keamanan dan kestabilan bangunan khususnya perpustakaan di kota Medan, sebuah wilayah metropolitan dengan pertumbuhan pesat dan kebutuhan ruang publik yang tinggi. Tantangan utama yang dikaji adalah bagaimana merencanakan setiap elemen struktur akibat beban, terutama dalam menghadapi beban lateral seperti gempa, mengingat Medan termasuk daerah rawan gempa. Data primer berupa data perencanaan teknis dan denah, sedangkan data sekunder berupa data pengujian tanah. Perencanaan berpedoman pada SNI 2847:2019, SNI 1727:2020, SNI 1726:2019. Dari hasil analisis dan perhitungan didapatkan elemen struktur atas berupa kolom K1 berdimensi 1000×1000mm, kolom K2 900×900mm dan kolom K3 750×750mm. 7 tipe balok yaitu balok B1 800/1000mm, balok B1A dan B1B 600/900mm, balok B2A berdimensi 500/750mm, balok anak sekaligus ring balok B2B 500/750mm, balok bukaan B3 300/1200, dan balok B4 300/500mm. Pelat Lantai 160mm, dan pelat tangga 150mm. Untuk elemen struktur bawah terdiri dari fondasi bored pile dengan 4 jenis pile cap yaitu PC4 berdimensi 3500×3500×1000mm, PC6 berdimensi 3500×5500×1000mm, PC15 9500×5500×1000mm, dan PC18 berdimensi 11500×5500×1000mm. Fondasi menggunakan tiang bor berdiameter 800mm dengan kedalaman 25m. Lalu tie beam berdimensi 450/650mm.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS BANGUNAN GEDUNG C KELAS RAWAT INAP STANDAR RSUD KABUPATEN KEDIRI Aurellia Oktafadia Anisya Putri; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9579

Abstract

Dalam perencanaan struktur gedung, diperlukan struktur bangunan yang kuat dan ekonomis. Gedung C Kelas Rawat Inap Standar RSUD Kabupaten Kediri memiliki 7 lantai. Alternatifnya, penulis merancang atap dak beton difungsikan sebagai rooftop taman. Dalam perencanaan ulang ini, digunakan data shop drawing dan data tanah serta peraturan SNI 2847:2019 untuk analisis dan desain beton bertulang, SNI 1727:2020 untuk pembebanan, dan SNI 1726:2019 untuk ketentuan gempa. Analisis statistika dilakukan dengan perangkat lunak ETABS 2021, dan AutoCAD untuk gambar kerja. Hasil perencanaan meliputi pelat lantai tebal 130 mm, dengan tulangan pelat arah tumpuan x D10-75, lapangan D10-200 dan y D10-200, lapangan D10-200. Balok B1 berukuran 400/600 mm dengan tulangan tumpuan atas 6D22 dan bawah 3D22, serta 6D22 di lapangan bawah dan atas 3D22, sengkang tumpuan Ø12-150, sengkang lapangan Ø12-200. Balok B2 berukuran 400/500 mm dengan tulangan tumpuan atas 6D16 dan bawah 3D16, serta 5D16 di lapangan bawah dan atas 3D16, sengkang tumpuan Ø12-150, sengkang lapangan Ø12-250. Kolom K1 berukuran 900/900 mm dengan tulangan utama 24D25 dan sengkang 4D13-100 untuk tumpuan serta sengkang 4D13-150 untuk lapangan. Kolom K2 berukuran 600/600 mm dengan tulangan utama 12D22 dan sengkang 2D13-100 untuk tumpuan serta sengkang 2D13-150 untuk lapangan. Perencanaan struktur atas gedung ini memerlukan biaya Rp 24.407.084.000,00.
SUBTITUSI POLYPROPYLENE DAN POLYETHYLENE PADA LIMBAH MASKER DAN LIMBAH AMP SEBAGAI FILLER DALAM CAMPURAN AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Shane Putra Wijaksane; Wahiddin Wahiddin; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9895

Abstract

Peningkatan penggunaan aspal akibat pesatnya pembangunan infrastruktur membutuhkan material konstruksi berkualitas. Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) sering digunakan, namun keterbatasan bahan baku mendorong pencarian alternatif  filler berkelanjutan. Limbah masker medis (polypropylene dan polyethylene) dan limbah Asphalt Mixing Plant (AMP) memiliki potensi sebagai filler alternatif. Keberlanjutan lingkungan menjadi pertimbangan penting, mengingat meningkatnya volume limbah masker sejak pandemi dan limbah AMP yang tidak terkelola dengan baik. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kedua limbah ini terbukti berpengaruh pada kualitas campuran aspal, sehingga penelitian ini bertujuan menggabungkan keduanya sebagai filler dalam campuran aspal AC-WC. Penelitian menguji variasi kadar limbah masker medis (0%, 5%, 10%, dan 15%) dan limbah AMP sebagai filler dalam campuran aspal AC-WC. Hasil menunjukkan kadar aspal optimum (KAO) terpilih sebesar 6,45%, menghasilkan campuran sesuai spesifikasi Bina Marga 2018. Penambahan limbah masker medis meningkatkan stabilitas dan flow, meskipun nilai flow sedikit menurun pada kadar 15%. Penggunaan limbah AMP juga meningkatkan nilai  flow campuran aspal AC-WC. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah AMP dan masker medis sebagai filler dapat meningkatkan kualitas campuran aspal dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT AMPELDENTO KABUPATEN MALANG Suhadi Nur Rochman; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3350

Abstract

Gedung rumah sakit merupakan salah satu sarana yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bangunan Gedung Rumah Sakit 5 lantai ini direncanakan dibangun di Jl. Raya Ampeldento, Asrikaton, kec. Pakis, Kabupaten Malang. Dalam melakukan perencanaan perhitungan dan penggambaran struktur bangunan Rumah Sakit ini menggunakan aplikasi bantuan seperti StaadPRO Connect Edition dan AutoCAD. Perencanaan gedung ini memerlukan adanya analisis khusus yang berhubungan dengan perencanaan struktur bangunan gedung untuk mendapatkan bangunan yang efisien, kokoh dan aman berdasarkan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan tentunya harus mempertimbangkan nilai keekonomisan bangunan tersebut. Hasil perencanaan didapatkan penulangan untuk pelat lantai dengan tulangan arah x dan y di dapatkan tulangan utama Ø 12-150 and tulangan bagi Ø8-150. Dimensi balok induk sebesar 40/60 dengan tulangan tekan lapangan  3D19 dan tulangan tarik lapangan 5D19, untuk tumpuan kanan kiri di dapatkan tulangan 7D19 untuk tulangan tarik dan 5D19 untuk tulangan tekan. Untuk balok anak di peroleh dimensi 30/40 dengan tulangan tekan lapangan 3D19 dan tulangan Tarik lapangan 3D19, untuk tumpuan kanan kiri di dapatkan tulangan 4D19 untuk tulangan tarik, dan 3D19 untuk tulangan tekan. Pada kolom diperoleh dimensi 60x60 dengan tulangan 16D22 dengan Sengkang berdiameter 13mm. Pada Fondasi yang di gunakan berupa Bored Pile dengan dimensi D=60 cm, tulangan yang digunakan menggunkanan 22D16 di sebar merata pada permukaan dalam bored pile. Sedangkan untuk pile cap dengan tebal 1500 mm dengan kebutuhan tulangan sebesar D22-100 untuk daerah Tarik dan D22-300 untuk daerah tekan untuk setiap sisinya.
PERENCANAAN ULANG (REDESIGN) FONDASI BOREDPILE APARTEMEN GRAND SHAMAYA SURABAYA Raden Mas Dimas Satriyo Cahyodiningrat; Moch. Sholeh; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3685

Abstract

Apartemen Grand Shamaya di Surabaya memiliki klasifikasi tanah lempung dan daya dukung yang lemah. Salah satu fondasi boredpile sedikit mengalami penurunan bahkan sebelum menerima beban struktur atas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat desain baru dengan diameter dan kedalaman yang berbeda dengan menghitung pembebanan struktur atas, daya dukung fondasi, penurunan fondasi, mengetahui metode pelaksanaan boredpile, dan biaya pekerjaan boredpile. Data yang diperlukan untuk perencanaan berupa data penyelidikan tanah, gambar DED, harga satuan pekerjaan Jawa Timur tahun 2023, serta data perencanaan gedung. Perhitungan pembebanan menggunakan bantuan software Robot Structural Analysis untuk mencari reaksi tumpuan pada kolom. Kemudian untuk menentukan daya dukung menggunakan metode Meyerhof dan α, sedangkan perhitungan penurunan menggunakan metode Vesic. Hasil dari analisis pembebanan didapat reaksi tumpuan terbesar pada node 325 di bagian raft sebesar 105974,55 kN, node 67 pada Pilecap Tipe 1 sebesar 4526,97 kN, node 273 pada Pilecap tipe 2 sebesar 9439,85 kN, dan node 269 pada Pilecap tipe 3 sebesar 11528.92 kN. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan dimensi boredpile paling efektif adalah berdiameter 1,3 m dengan kedalaman 60 m. Kemudian daya dukung fondasi didapatkan sebesar 4857.94 kN (Tipe1), 9715.89 kN (Tipe2) dan 14573.83 kN (Tipe3), sedangkan penurunan fondasi total didapatkan sebesar 0,044 m (Tipe1), 0,276 m (Tipe2), 0,311 m (Tipe3), dan 0,1425 m (Raft). Selanjutnya metode pelaksanaan mennggunakan mesin bor berdiameter 1,3 m dengan biaya pekerjaan sebesar Rp207.971.600.480.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN PENDOPO AGUNG RESIDENCE KABUPATEN SUMENEP Anisa Rizki Winiardy; Moch. Khamim; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3743

Abstract

Proyek pembangunan perumahan Pendopo Agung Residence di Kabupaten Sumenep dibangun pada lahan dengan luas 16.620 m2. Terdapat 2 tipe rumah yaitu tipe 30/66 dan tipe 36/66. Proyek pembangunan perumahan memerlukan studi kelayakan untuk mengetahui investasi yang dilakukan sudah layak atau belum. Studi ini bertujuan untuk menentukan aspek pasar ditinjau dari rumah yang diminati oleh masyarakat berdasarkan penyebaran kuesioner, menganalisis kelayakan teknis dengan parameter KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KLB (Koefisien Lantai Bangunan), dan KDH (Koefisien Dasar Hijau), Menganalisis kelayakan finansial dengan parameter NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), BCR (Benefit Cost Ratio), dan PP (Payback Period), dan analisis sensitivitas. Data yang dibutuhkan antara lain gambar teknis dan spesifikasi tiap tipe rumah, site plan, HSPK Kabupaten Sumenep Tahun 2022, dan data peminat tiap tipe rumah. Hasil analisis rumah yang paling diminati oleh masyarakat adalah rumah tipe 36/66 sebesar 71%. Hasil kelayakan teknis dengan nilai kesesuaian KDB = 45%, 55% ; KLB = 0,45 ; 0,55 dan KDH = 36%, 20%. Hasil analisis kelayakan finansial berdasarkan pendapatan yang diperoleh Rp.65.998.923.352 dan pengeluaran yaitu Rp. 51.871.139.876, nilai pada parameter NPV = Rp.20.556.756.933, IRR = 26,83% ; BCR = 1,31 dan PP = 6,84 tahun. Hasil analisis sensitivitas dinyatakan tidak layak apabila terjadi kenaikan biaya pengeluaran 20% dan penurunan biaya pengeluaran 20%.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN JALAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO SEKSI IV STA 31+300 s/d 37+742 Dana Ayu Maharani; Moch. Khamim; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3819

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi IV merupakan proyek yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Proyek ini mengalami keterlambatan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui struktur organisasi, tata letak lokasi dan manajemen lalu lintas, strategi dan metode pelaksanaan, pengendalian rencana mutu, rencana keselamatan, jadwal proyek, dan estimasi biaya. Data yang digunakan adalah gambar teknik, dan spesifikasi teknis. Microsoft Project 2019, dan  Microsoft Excel 2016 digunakan untuk menentukan jadwal proyek dan estimasi biaya. Analisis menghasilkan struktur organisasi fungsional; tata letak lokasi dan manajemen lalu lintas dengan rute aman yang direncanakan; metode zoning dengan 3 zona; rencana keselamatan, membuat rencana program K3 untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko; rencana mutu direncanakan berdasarkan inspeksi, dan target; dalam 526 hari kerja; dengan biaya sebesar Rp 516.806.456.170.