Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Metode Mim-mem dan Metode Muhādaṡah terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Wahidaeni; Sitti Mania; Firdaus
Shaut al Arabiyyah Vol 11 No 1 (2023): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v11i1.38605

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode mim-mem dan metode muhādaṡah terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab peserta didik serta perbedaan keterampilan bahasa Arab peserta didik yang diajar menggunakan metode mim-mem dengan peserta didik yang diajar menggunakan metode muhādaṡah. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental design dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi serta menggunakan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan metode mim-mem berpengaruh terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab peserta didik. 2) Penerapan metode muhādaṡah berpengaruh terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab peserta didik. 3) Terdapat perbedaan keterampilan berbicara bahasa Arab peserta didik yang diajar menggunakan metode mim-mem dengan peserta didik yang diajar menggunakan metode muhādaṡah. Penelitian ini berimplikasi pada keterampilan berbicara bahasa Arab. Oleh karena itu, penggunaan metode dalam pembelajaran merupakan salah satu bagian yang penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan, maka hendaknya para guru dan pengajar senantiasa menambah pengetahuan, baik dalam bidang ilmu pengetahuan ataupun teknologi sebagai penunjang keberhasilan dalam pembelajaran.
Dimensi Edukatif pada Kisah-Kisah Al-Qur’An (Qashasul Qur’An) Nurdita Sabani; Achmad Abubakar; Firdaus
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.594

Abstract

Kisah-kisah Al-Qur’an atau Qashasul Qur’an merupakan salah satu bentuk penyampaian pesan ilahiah yang tidak hanya bernilai historis, tetapi juga mengandung dimensi edukatif bagi pembentukan keimanan, akhlak, karakter, dan kesadaran sosial manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dimensi edukatif dalam kisah-kisah Al-Qur’an serta menjelaskan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir tematik dan analisis isi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat kisah para nabi, tokoh saleh, dan umat terdahulu, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku Ulumul Qur’an, artikel jurnal terakreditasi, dan penelitian terdahulu yang relevan. Penelitian ini menemukan bahwa Qashasul Qur’an mengandung dimensi pendidikan tauhid, akhlak, intelektual, sosial, keluarga, dan karakter. Secara akademik, kajian ini merekomendasikan agar kisah-kisah Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai cerita keagamaan, tetapi dikembangkan sebagai model pedagogi naratif dalam pendidikan Islam.
The Contribution of the Fatimid Dynasty to the Development of Knowledge in Islamic Civilization: A Historical Study Iqbal; Firdaus
Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society Vol. 5 No. 2 (2026): Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society
Publisher : Sao Literasi Publisher, Yayasan Pendidikan Khaerul Munif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56440/pijilis.v5i2.125

Abstract

The Fatimid Dynasty (909–1171 CE) was one of the Islamic dynasties that made significant contributions to the advancement of knowledge through the strengthening of the educational system, the establishment of scholarly institutions, and sustained support for the intellectual activities of scholars and scientists. However, these contributions have often been overshadowed by the predominance of studies on the Abbasid Dynasty, thereby necessitating a more comprehensive scholarly examination. This study aims to analyze the contributions of the Fatimid Dynasty to the development of knowledge in Islamic civilization, focusing on its educational policies, the establishment of Al-Azhar and Dār al-Ḥikmah, the advancement of various branches of knowledge, and its influence on both the Islamic world and Europe. This research employs a historical approach using library research as its primary research design. Data were collected from books, peer-reviewed journal articles, and other relevant historical sources and were analyzed qualitatively through content analysis, with particular emphasis on the historical interpretation of the development of educational institutions and intellectual traditions during the Fatimid period. The findings reveal that the Fatimid Dynasty successfully established a conducive intellectual ecosystem through the founding of Al-Azhar University as a center of higher Islamic learning and Dār al-Ḥikmah as a center for research, library services, and the advancement of scientific knowledge. In addition to promoting the development of Islamic religious sciences, the Fatimid Dynasty also contributed significantly to the advancement of philosophy, medicine, astronomy, and mathematics. The academic tradition that flourished during this period strengthened the intellectual networks of the Islamic world and played an important role in the transmission of knowledge that subsequently contributed to the intellectual development of Europe. Therefore, the Fatimid Dynasty occupied a strategic position in fostering the Islamic scholarly tradition, leaving a lasting legacy for the development of world civilization.