Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Validasi Metode Real-Time Polymerase Chain Reaction untuk Deteksi DNA Babi (Sus Scrofa Domestica) dan Celeng (Sus Barbatus) pada Sosis Sapi Mariyani, Mariyani; Sismindari, Sismindari; Rumiyati, Rumiyati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.369 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3806

Abstract

Babi (Sus scrofa domestica) dan celeng (Sus barbatus) hewan satu spesies yang memiliki kemiripan sangat tinggi, perbedaan keduanya dilihat dari susunan basa DNA yang dimiliki. Metode analisis DNA antara babi dan celeng banyak yang belum berhasil membedakan kedua spesies tersebut seperti pada penelitian yang dilakukan Hikmah (2019) untuk membedakan babi dan celeng menggunakan primer Nk-ND1 dengan metode real time PCR namun berhasil mendapatkan perbedaan basa antara fragmen DNA babi dan celeng dari hasil sekuensing sehingga perbedaan urutan basa tersebut dijadikan sebagai primer spesifik babi untuk membedakan kedua spesies babi dan celeng dengan metode real time PCR. Lima spesies hewan yang digunakan yaitu babi, celeng, sapi, kambing dan ayam, primer babi forward 5’-GATGCCCTAAAACTATTCACC-3’ dari hasil sekuensing dan primer babi reverse yaitu 5’-TAGTGCTAGGGATAAGGCTAGG-3’ desain Hikmah (2019), SsoFast™ EvaGreen® Supermix (Bio-Rad), proteinase-K (Invitrogen), isolasi DNA menggunakan Geneaid Genomic DNA Mini Kit. Validasi metode real time PCR dengan uji spesifitas primer terhadap 5 isolat DNA jaringan segar, uji efisiensi dan sensitivitas pada 6 konsentrasi DNA (50; 5; 0,5; 0,05; 0,005 dan 0,0005 ng) dan sosis referensi campuran daging sapi:babi (100%; 50%; 25%; 10%; 5% dan 1%), uji keterulangan dilakukan sebanyak 5 kali replikasi. Hasil analisis menunjukkan sepasang primer spesifik terhadap DNA babi dan celeng. Efisiensi DNA babi yaitu 109,5% dan R2 = 0,967, efisiensi celeng 99,1% dan R2 = 0,999. Batas deteksi absolut DNA babi dan celeng yaitu 0,05 ng/µL dan 0,5 ng/µL, batas deteksi relatif sosis babi yaitu 5% dan sosis celeng 1%. Nilai RSD rata-rata pada analisis keterulangan DNA babi dan celeng yaitu 4,210% dan 3,611%. Pada sampel tidak terdteeksi adanya DNA babi dan celeng, secara kuantitatif metode ini tidak memenuhi persyaratan validasi.
Identifikasi DNA babi sebagai metode validasi untuk autentikasi halal menggunakan polymerase chain reaction Mariyani Mariyani; Ni nyoman Yuvita Yani; Ikhsan Hi. Amir Sene
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.296

Abstract

To protect consumers from fake halal labelling on food products, cosmetics and medicines, a method is needed to guarantee a product's Halal. Pork is one type that is often used to mix with beef because the two types of meat have physical similarities if not carefully considered. DNA-based analysis, often used for halal authentication, is the real-time PCR method, so this study aims to prove that conventional PCR methods can detect DNA at the same concentration. This study uses two parameters: the specificity test carried out using pig DNA samples and cow and chicken DNA as a comparison. The second parameter is the detection limit test on absolute DNA carried out at 4 concentrations, namely 50, 5, 0.5 and 0.05 ng/µL, while the relative detection limit test (pork-cow mixture) with variations in pork concentration, namely 100%, 5%, 3%, 1%, and 0.5%. The analysis showed that the primers were specific to pig DNA with an absolute detection limit of 0.05 ng/µL and a relative detection limit of 0.5%. This PCR method meets the validation requirements for identifying target species so that it can be used for halal authentication of various products.
ANALISIS KADAR PARASETAMOL GENERIK DIBANDINGKAN BERMEREK DAGANG Mariyani; Patala, Recky; Awilia, Nurkhaliza
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 7 No. 1 (2023): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jifarmasi.v7i1.1483

Abstract

Paracetamol is a substance that can reduce the fever (antipyretic) and relieve the pain (analgesic). Analysis of the levels of generic and branded paracetamol tablets was carried out to determine whether the levels of the active substance in the preparations met the requirements or not by using the High Performance Liquid Chromatography method. The paracetamol quantitative test obtained the results of the levels in sample A = 94.306%, sample B = 99.986%, sample C = 95.296% and sample D = 94.904%. These results indicate that the level of the active substance paracetamol in each sample still meets the requirements of the Indonesian Pharmacopoeia Edition IV, namely not less than 90% and not more than 110%. Statistical analysis using the t-student test, the results of t-count < t-table (0.026 < 2.35) at a significant level of 5%, with the conclusion that there is no significant difference between generic paracetamol and branded paracetamol were analyzed using High Performance Liquid ChromatographyIV, namely not less than 90% and not more than 110%. Statistical analysis using the t-student test, the results of t-count < t-table (0.026 < 2.35) at a significant level of 5%, with the conclusion that there is no significant difference between generic paracetamol and branded paracetamol were analyzed using High Performance Liquid Chromatography.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terkait Bahaya Penggunaan Kortikosteroid yang Tidak Rasional Budiawan, Erick; M, Mariyani; Lagaga, Adidtya Prasetia
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.10674

Abstract

Kortikosteroid merupakan salah satu golongan obat keras yang hanya bisa didaptkan dengan resep dokter. Masalah yang sering muncul dimasyarakat terkait dengan steroid hingga saat ini adalah masarakat sering mendapatkan serta mengkonsumsi kortikosteroid secara bebas tanpa memiliki pengetahuan yang cukupo tentang cara penggunaan obat-obat steroid yang rasional. Jika tidak digunakan secara rasional, obat-obat steroid dapat menyebabkan efek yang sangat merugikan, apalagi dalam penggunaan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lampo, Kec. Banawa Tengah, Kab. Donggala, Sulawesi Tengah. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pemberian edukasi berupa pemberian materi serta diskusi tanya jawab terkait bahaya pengguaan steroid yang tidak rasional. untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat terkait materi yang diberikan dilakukan pembagian kuisioner yang wajib diisi oleh peserta sebelum pemberian materi (pre-test) dan setelah pemberian materi (pre-test). Berdasarkan hasil yang didapatkan terlihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait dampak penggunaan steroid yang tidak rasional.
Edukasi Swamedikasi Pemilihan Obat Batuk Pilek Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat VIANY ANGGI; Mariyani; Hana Kenta
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service activities have been carried out in the Prosperous Village, Palolo District, Sigi Regency, Central Sulawesi with the theme of self-medication education. This community service activity aims to provide education to the community about self-medication in the selection of cough and cold medicines as an effort to increase public knowledge in the Sejahtera Village. The methods used in service activities are counseling methods, free health checks and distribution of basic necessities to communities affected by flash floods in Sejahtera village. The results obtained from service activities, namely the Sejahtera village community can understand the concept of choosing cough and cold medicines in self-medication, it can be seen by evaluating the percentage level of community understanding after self-medication counseling activities in the selection of cough and cold medicines obtained results of 90%, which before the activity was carried out service was only obtained by 10%, in addition to that free health checks were carried out after the flash flood disaster experienced by the people of Sejahtera village, Palolo sub-district, Sigi district, Central Sulawesi and besides that the community also received food distribution at the end of the service activity. From the community service activities carried out in the Sejahtera village, it is hoped that the community will be able to better understand the selection of drugs for self-medication, especially for coughs and colds that often occur in this pandemic era.
Edukasi Jamu Dan Obat Herbal: Manfaat, Risiko, Dan Cara Penggunaan Yang Tepat Joni Tandi; Tien Wahyu Handayani; Mariyani Mariyani; Putri Adam Tandy
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.882

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jamu dan obat herbal sebagai alternatif pengobatan yang aman dan efektif. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025 di Jl. Emmy Saelan No.106, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, RT 01, RW 08 yang dihadiri oleh 43 warga masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory learning melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan, dimana persentase peserta yang menjawab "Tidak Tahu" menurun dari 85% menjadi 3,33%, sementara yang menjawab "Tahu" meningkat dari 15% menjadi 96,67% setelah pemaparan materi. Kegiatan ini berhasil memberikan edukasi praktis tentang manfaat, risiko, dan cara penggunaan jamu dan obat herbal yang tepat.
Sosialisasi Bahan Tambahan Pangan : Cerdas Dalam Memilih Produk Aman dan Halal Mariyani Mariyani; Yunlis S. Kenta; Matra Novalia Palipadang; Suci Safitri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.918

Abstract

Meningkatnya konsumsi pangan olahan di masyarakat sebanding dengan perkembangan industri makanan. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan untuk memperbaiki mutu, rasa, warna, serta daya simpan produk. Namun, masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang jenis, fungsi, dan batas aman penggunaan BTP dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan serta keraguan terkait kehalalan produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai bagaimana menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk aman dan halal. Metode pelaksanaan berupa ceramah interaktif dan diskusi kepada peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 83,8% dalam mengenali jenis BTP, membaca label pangan, serta menilai aspek keamanan dan kehalalan produk. Dengan demikian, sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjadi konsumen yang cerdas, sehingga mampu melindungi dari segi kesehatan dan kehalalan.