Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendampingan Kader Posyandu dalam rangka Deteksi Dini BBLR dengan Metode URLABANDUS (ukur LILA, Timbang BB dan Ukur Tinggi Fundus Uteri) pada ibu hamil TM 3 Eko Sri Wulaningtyas; Entin Srihadi Yanti; Ardina Rezky Noeraini; Mulazimah Mulazimah; Dhewi Nurahmawati; Norma Risnasari; Adelia Widyaning Tyas; Asmaul Fauziah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i1.1281

Abstract

Babies who have low birth weight (LBW) are a very complex and complicated problem because they contribute to poor health because they not only cause high mortality rates, but can also cause disability, impairment, or inhibit cognitive growth and development, and chronic diseases. in the future, this is due to the unstable condition of the baby's body. Several studies have shown that LBW greatly determines health in the future. Babies born weighing less than 2500 grams are closely related to degenerative diseases in adulthood. LBW are more prone to obesity and are at risk of suffering from NCD (Non Communicable Diseases) in adulthood, therefore to improve the quality of one's health should be started as early as possible since the fetus is in the womb. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of Posyandu Health Cadres about early detection of LBW events since in the womb. This Community Service activity involves Posyandu Health Cadres, namely in the village of Ringinsari, implementation has been carried out in January-March 2023. The service is carried out starting from preparation to completion. Evaluation. The method used in the service is the method of socialization and application (applicative) directly in the field. The results of the evaluation show that there is an increase in the ability of Posyandu health cadres to carry out early detection of LBW events since in the womb with the URLABANDUS method
GREEN NUTRITION UNTUK KEHAMILAN: LITERATURE REVIEW MANFAAT MORINGA OLEIFERA TERHADAP PENCEGAHAN ANEMIA GRAVIDARUM” Nurahmawati, Dhewi; Eko Sri Wulaningtyas; Ardina Rezky Noeraini; Aisyah Pradita
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i2.1891

Abstract

Anemia gravidarum masih menjadi masalah kesehatan ibu hamil yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Tingginya prevalensi anemia serta rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah mendorong perlunya alternatif intervensi gizi berbasis pangan lokal. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai sumber nutrisi kaya zat besi, protein, vitamin C, dan asam folat yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin serta pencegahan anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji tujuh artikel ilmiah relevan yang diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian empiris yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan melalui tahapan kompilasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa seluruh artikel melaporkan adanya peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil setelah konsumsi daun kelor dalam berbagai bentuk, seperti sayur, ekstrak, maupun kombinasi pangan. Daun kelor terbukti efektif sebagai intervensi nutrisi alami yang aman dan mudah diakses. Disimpulkan bahwa daun kelor berpotensi menjadi strategi komplementer dalam pencegahan dan penanggulangan anemia gravidarum. Direkomendasikan pemanfaatan daun kelor sebagai bagian dari edukasi gizi ibu hamil dan integrasi dalam program kesehatan maternal berbasis pangan lokal.
Father' Role in Stunting Prevention During the First Thousand Days of Life in Blabak Village Kediri City Noeraini, Ardina Rezky; Nurahmawati, Dhewi; Mulazimah, Mulazimah; Wulaningtyas, Eko Sri; Yanti, Entin Srihadi; Pingkan Listia Putri; Fennydiyan Marini
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/bmye4z37

Abstract

  Chronic malnutrition during the first 1000 days of life can lead to stunting, a disease of growth failure. In Indonesia, 21.5% of toddlers had stunting in 2023. Kediri City's stunting prevalence dropped to 5.56%, with 13 toddlers in Blabak Village diagnosed with stunting in 2024. Parenting methods are one of the variables that affect stunting. A child's development is greatly influenced by the role of parents, especially their fathers. The role of parents (fathers) will be optimal if supported by good knowledge about their role in the family. The goal of this project of community service is to provide information on the importance of fathers' roles throughout the first 1000 days of life. Participatory Action Research (PAR) is the approach used. The results of the community service project in Blabak Village, Kediri City, provided that an increase in knowledge about the significance of fathers' roles during the first 1000 days of life in an attempt to prevent stunting. Through the family's participation, this activity can indirectly reduce the incidence of stunting.
Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan dalam Pemahaman Literasi dan Numerasi di SDN Nglumbang Kec. Gurah Kab. Kediri Eko Wulaningtyas; Dhewi Nurahmawati; Ardina Rezky Noeraini; Entin Srihadi Yanti; Pingkan Listia Putri; Niken Ayu Damayanti; Belarikha Anggraini; Amilia Febrianti
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.567

Abstract

Latar Belakang: Menurut data Asesmen Nasional (AN) tahun 2022, 34,5% siswa SD kelas 4 memiliki tingkat kemampuan literasi yang rendah, banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak dalam matematika, seperti pecahan atau pengukuran. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa SD kelas 5 tentang literasi dan numerasi melalui metode role playing. Metode: Metode yang digunakan adalah penerapan metode roll playing dalam pembelajaran dikelas. Hasil: Literasi siswa mengalami peningkatan dari 69 pada pre-test menjadi 85 pada post-test, yang mencerminkan peningkatan sebesar 23,19% dan nilai numerasi siswa terdapat kenaikanl pada 69  pada pre-test dan 77 post-test sekitar 11,59%. Kesimpulan: Adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan pemahaman litersi dan numerasi siswa di SDN Nglumbang Kec. Gurah Kab. Kediri.
LITERATURE RIVIEW: PERAWATAN LUKAPERINEUM PADA IBU NIFAS Mulazimah Mulazimah; Entin Srihadi Yanti; Ardina Rezky Noeraini; Nabila Delya Putri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7493

Abstract

Abstrak Masa nifas merupakan periode kritis yang ditandai dengan perubahan fisiologis dan psikologis ibu, salah satunya terkait proses penyembuhan luka perineum. Di Indonesia, sekitar 66–85% ibu yang melahirkan pervaginam mengalami robekan perineum, baik akibat episiotomi maupun robekan spontan (Yuliyantika & Heryanto, 2025). Luka yang tidak dirawat optimal berisiko menimbulkan nyeri berkepanjangan, infeksi, gangguan aktivitas, hingga menurunkan kualitas hidup ibu (Herlina et al., 2023). Penelitian ini bertujuan meninjau efektivitas berbagai metode perawatan luka perineum pada ibu nifas berdasarkan hasil penelitian terkini. Penelitian menggunakan desain literature review dengan menelaah artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2014–2024 melalui database PubMed, Science Direct, Google Scholar, dan Portal Garuda. Kriteria inklusi mencakup penelitian eksperimental atau quasi-eksperimental yang membandingkan minimal dua metode perawatan luka perineum dan melaporkan luaran penyembuhan luka, tingkat nyeri, atau risiko infeksi, sedangkan artikel review, editorial, dan laporan kasus dieksklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi tradisional berbasis herbal seperti daun sirih, binahong, bunga telang, dan madu terbukti mempercepat regenerasi jaringan melalui efek antiinflamasi dan antibakteri (Gusnimar et al., 2021; Dewi, 2024), sementara metode modern seperti perawatan luka bersih dan kering, penggunaan antiseptik, serta teknik moist wound healing efektif menurunkan risiko infeksi (Rohmawati, 2023). Asupan nutrisi tinggi protein, misalnya ikan gabus dan putih telur, juga mempercepat penyembuhan melalui stimulasi pembentukan kolagen (Yuliana & Fauziah, 2021). Dengan demikian, perawatan luka perineum membutuhkan pendekatan komprehensif yang memadukan metode tradisional berbasis bukti dengan praktik modern untuk mempercepat pemulihan, mengurangi risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup ibu nifas. Kata kunci : Perawatan, Luka Perinium, Ibu Nifas
Peningkatan Deteksi Dini Risiko Tinggi Persalinan melalui Edukasi dan Skrining Terpadu pada Wanita Usia Subur Eko Sri Wulaningtyas; Dhewi Nurahmawati; Ardina Rezky Noeraini; Entin Srihadi Yanti; Pingkan Listia Putri; Niken Ayu Damayanti
Jurnal Dremi (Demi Pengabdi Masyarakat) Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Demi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Penerbit Riset Sadwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High-risk pregnancy and childbirth remain major contributors to maternal and neonatal mortality in Indonesia. Limited knowledge among women of reproductive age regarding pregnancy risk factors and delayed early detection are common community problems. This community service program aimed to improve knowledge and conduct early detection of high-risk childbirth through integrated education and screening. The activity was conducted in the working area of Balowerti Public Health Center, Kediri City, involving 20 women of reproductive age. Methods included reproductive health education, early risk screening, counseling, and evaluation using pre-test and post-test. Results showed an increase in average knowledge scores from 56 to 84 (50% improvement). Screening results indicated that 60% of participants were not at risk, 30% had moderate risk, and 10% were categorized as high risk and received further counseling and referral. This program effectively enhanced participants’ knowledge and supported preventive efforts to reduce pregnancy and childbirth complications
Edukasi Pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai Pangan Lokal dalam Pencegahan Anemia Gravidarum pada Ibu Hamil Dhewi Nurahmawati; Mulazimah; Eko Sri Wulangtyas; Entin Srihadi Yanti; Ardina Rezky Noeraini; Asasih villasari; Aisyah Pradita
Jurnal Dremi (Demi Pengabdi Masyarakat) Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Demi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Penerbit Riset Sadwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gravidarum remains a significant health problem among pregnant women and is associated with inadequate knowledge regarding nutritional requirements, particularly iron intake and the utilization of local food sources. This community service activity aimed to improve pregnant women's knowledge about the utilization of Moringa oleifera (moringa leaves) as a nutritional source to support the prevention of anemia during pregnancy. The activity was conducted in Blabak Village, Pesantren District, Kediri City, involving 38 pregnant women. The method consisted of a pre-test to assess participants' knowledge, health education on anemia gravidarum, nutritional requirements during pregnancy, and the nutritional content and benefits of moringa leaves, followed by a post-test. Before the education session, 6 participants (16%) had good knowledge, 18 (47%) had moderate knowledge, and 14 (37%) had poor knowledge. After the education session, the number of participants with good knowledge increased to 32 (84.2%), while 4 participants (10.5%) had moderate knowledge and 2 (5.3%) had poor knowledge. These findings indicate that education on the utilization of Moringa oleifera can improve pregnant women's knowledge and has potential as a promotive and preventive approach based on local food resources to support the prevention of anemia gravidarum. Continuous education is needed to encourage the application of knowledge in daily nutritional practices during pregnancy.