I Gede Sandi Haris Saskara
Universitas Warmadewa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN UNGKAPAN TABU DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN: KAJIAN SOSIO-PRAGMATIK I Made Astu Mahayana; Made Detrichyeni Winaya; Anak Agung Gede Suarjaya; I Gede Sandi Haris Saskara
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 19 No. 2 (2022): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v19i2.763

Abstract

Setiap bahasa pastinya memiliki ungkapan-ungkapan tabu. Tidak terkecuali di Desa Tenganan, Pegringsingan. Penelitian ini berfokus pada jenis dan motif penggunaan ungkapan tabu pada kelompok masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-pragmatik dengan metode lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat lokal Desa Tenganan Pegringsingan. Metode wawancara dan pengamatan partisipasif digunakan sebagai metode pengumpulan data. Dalam mengumpulkan data, peneliti tidak menggunakan wawancara sistematis namun dengan teknik pancingan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di desa Tenganan Pegringsingan terdapat 16 ungkapan tabu yang diklasifikasi menjadi 7 jenis, yaitu ungkapan tabu berjenis aktivitas, hewan, organ tubuh, excrement, sakral, makian, dan ungkapan tabu bersifat pronominal. Selain itu, adapun 4 motif yang menjadi alasan mengapa ungkapan tersebut diucapkan. Melalui hasil analisis data, ditemukan bahwa norma kesopanan mempunyai peran penting dalam bermasyarakat di Desa Tenganan Pegringsingan dalam hal menjaga nilai kesakralan adat istiadat Desa Tenganan Pegringsingan
IMPOLITENESS STRATEGIES OLEH WARGANET PADA UNGGAHAN INSTAGRAM TERKAIT KEBIJAKAN PEMERINTAH MENGENAI TES PCR I Made Astu Mahayana; Dewa Ayu Dyah Pertiwi Putri; I Gede Sandi Haris Saskara; Made Sani Damayanthi Muliawan
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.6.2.5541

Abstract

This study aims to analyze the impoliteness strategies used by netizens on Instagram uploads related to government policies regarding PCR tests. One of the causes of the emergence of impoliteness is caused by government policies that are not in favor of the people in terms of decision making during the pandemic, one of which is the policy of implementing PCR. This research used a descriptive qualitative approach. The data from this study are impolite strategies that are sourced from netizen comments on Instagram uploads related to government policies regarding PCR tests. In data collection, additional instruments were used, namely gadgets, notebooks, and stationery. Based on the results of the study, it was found that negative impoliteness became the dominant strategy used by netizens in the comments column. This shows that many people are disappointed and dissatisfied with the government's new policy regarding PCR.