Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROBIOTIK TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN ULAS DARAH IKAN KOMET (Carassius auratus) Dewi Nurmalita Suseno; Indah Puspitasari; Shara Jayanti
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 13, No 2 (2022): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v13i2.137

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi efektivitas pemberian probiotik kepada efisiensi pakan dan dalam darah ikan komet sebagai parameter kesehatan ikan. Dosis pakan yang dicampurkan dengan probiotik ialah yaitu (A0=kontrol; A1=50ml/kg; A2=100 ml/kg ml/kg; A3=200 ml/kg; A4=400 ml/kg) dilakukan selama ± 1,5 bulan masa pemeliharaan. Hasil perhitungan FCR perlakuan A2 hasil analisa varian menggunakan kruskal wallis pada FCR ikan komet menunjukkan adanya perbedaan signifikan (P=0,012) antara ikan yang diberikan dosis probiotik yang berbeda , serta ikan mas komet mampu meningkatkan respon imunitas ikan terhadap antigen yang masuk dalam tubuh ikan,  hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah leukosit dan jumlah aktifitas fagositosis pada preparate ulas darah 
Pemberdayaan Pembudidaya Udang melalui Pelatihan Pencegahan Penyakit Berbasis Imunostimulan di Desa Segorotambak Sidoarjo: Empowerment of Shrimp Farmers through Immunostimulant-Based Disease Prevention Training in Segorotambak Village, Sidoarjo Anja Asmarany R; Era Insivitawati; Budi Rianto Wahidi; Nisa Hakimah; Budi Sugianti; Tri Ari Setyastuti; Shara Jayanti; Dewi Nurmalita Suseno
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.30758

Abstract

Budidaya udang di Desa Segorotambak, Sidoarjo, menghadapi risiko penyakit yang meningkat akibat patogen serta penggunaan bahan kimia dan antibiotik yang masih dominan. Kondisi ini menuntut adanya alternatif pengelolaan kesehatan yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pembudidaya dalam pencegahan penyakit melalui pemanfaatan imunostimulan alami. Mitra kegiatan adalah pembudidaya udang di Desa Segorotambak. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan partisipatif pembuatan imunostimulan Catappafish, serta pendampingan penerapan di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep pengelolaan kesehatan udang serta mempraktikkan pembuatan dan aplikasi imunostimulan secara mandiri. Penerapan Catappafish memberikan dampak positif terhadap kualitas air dan pertumbuhan udang berdasarkan hasil observasi lapang dan tanggapan peserta. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi dengan kategori baik hingga sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya, tetapi juga mendorong adopsi teknologi berbasis bahan alami sebagai upaya mendukung praktik budidaya udang yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.