Bendungan ASI (breast engorgement) merupakan salah satu masalah laktasi yang sering dialami ibu pada masa postpartum dan dapat menghambat keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan payudara, nyeri, dan peningkatan tekanan pada jaringan payudara akibat akumulasi ASI, kongesti vaskular, dan edema. Apabila tidak ditangani secara tepat, bendungan ASI dapat menyebabkan kesulitan menyusui, mastitis, bahkan penghentian pemberian ASI lebih awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis berbagai strategi pencegahan dan manajemen bendungan ASI pada ibu postpartum berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan metode narrative synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pencegahan yang paling efektif meliputi pelaksanaan inisiasi menyusu dini, pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi (on demand), perbaikan teknik pelekatan bayi, serta edukasi laktasi sejak masa kehamilan hingga postpartum. Sementara itu, strategi manajemen yang banyak direkomendasikan meliputi teknik Reverse Pressure Softening (RPS), pijat payudara terapeutik, kompres dingin setelah menyusui, pengeluaran ASI secara manual apabila diperlukan, serta pendampingan oleh tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, pendekatan berbasis bukti yang mengutamakan optimalisasi proses laktasi dan edukasi ibu terbukti mampu mengurangi bendungan ASI serta mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.