Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Implementasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Berbasis Kemaritiman di SMK Negeri 1 Alas Kabupaten Sumbawa Firman Supriadi; Dedy Heri Wibowo; Chairul Anam Afgani
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.079 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1456

Abstract

Perkembangan dari kurikulum senantiasa mengacu pada suatu pemikiran yang menjadi dasar pertimbangan tertentu yang perlu dipedomani oleh satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan strategis, mengevaluasi implementasi kurikulum operasional dan merumuskan inovasi terhadap pengembangan penyusunan kurikulum Berbasis kemaritiman di Sekolah Menengah Kejuruan, ditinjau dari aspek karakteristik satuan pendidikan, visi misi dan tujuan, pengorganisasian Pembelajaran, perencanaan pembelajaran serta evaluasi dan pendampingan. Penelitian dilaksanakan dengan desain penelitian kuantitatif. Tempat penelitian di SMK Negeri 1 Alas kabupaten Sumbawa.Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data yang sifatnya kuantitatif, dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan data yang bersifat kualitatif akan diinterpretasikan secara kualitatif untuk mengungkap makna yang tersirat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% proses implementasi kurikulum telah sesuai dengan aspek komponen pengembangan kurikulum. Berbagai masalah yang ditemukan antara lain pendampingan kurikulum yang masih terbatas, peran stakeholder yang belum optimal, kualitas dan kompetensi SDM dalam pendampingan kurikulum yang masih kurang. Agar implementasi kurikulum operasional satuan pendidikan dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan dukungan semua stakeholder, penguatan indikator kemaritiman sebagai muatan utama, dan pendampingan pengembangan kurikulum menggunakan pola cluster satuan pendidikan.
PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR PRESPEKTIF HAM Imran Siswandi; Supriadi Supriadi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa persoalan tentang apa penyebab pernikahan dini dan bagaimana pernikahan dini mempengaruhi kehidupan keluarga dalam konsep HAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu pencarian khusus untuk tujuan pengumpulan informasi dan kerja logika yang fokus pada objek penelitian dan informasi perpustakaan, atau fokus pada pemecahan masalah mendasar. Deklarasi Hak Asasi Manusia tidak hanya mengatur tentang keamanan keluarga, tetapi juga menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan dewasa berhak menikah dan membentuk keluarga tanpa batasan kewarganegaraan atau agama. Menikah muda atau menikah pada usia muda dapat mengakibatkan berakhirnya pendidikan anak dan mengurangi kesempatan anak untuk perkembangan fisik, oleh karena itu dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Perkawinan Anak, baik laki-laki maupun perempuan cenderung menyerang hak asasi perempuan. Hak anak yang terlantar juga hak atas pendidikan, hak pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan. Manipulasi usia perkawinan sebenarnya tidak menyelesaikan masalah, tetapi menimbulkan masalah baru yaitu anak tidak siap secara psikologis untuk menikah muda atau di bawah umur di area domestik dan interna
Dampak Keberadaan Majelis Taklim terhadap Kehidupan Sosial di Dusun Buin Pandan, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Supriadi Supriadi*; Miftahur Rahman
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keberadaan Majelis Taklim dan dampak keberadaan Majelis Taklim terhadap kehidupan sosial. Jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian Dusun Buin Pandan Desa Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa. Teknik analisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi arah orientasi Majelis Taklim Al-Kautsar seperti: sebagai tempat membina dan mengembangkan ilmu serta keyakinan agama, sebagai ruang silaturahmi dan kontak sosial, serta sebagai media meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga, 2. Dampak dari keberadaan mejelis taklim Al-Kautsar kemudian memberikan berbagai perubahan-perubahan dalam masyarakat itu sendiri. Adapun yang bentuk-bentuk perubahan yang terjadi meliputi: perubahan pola pikir, perubahan cara berpakaian dan sikap dalam proses interaksi sosial, adanya rasa solidaritas antar masyarakat dalam membantu orang-orang yang kurang mampu, terjalinnya silaturahmi sesama masyarakat.
Peran Ganda Istri Petani di Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Supriadi Supriadi; Imran Siswadi; Irfan Rosdiansyah
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 3 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v3i3.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) bagaimana peranan istri petani di sector publik dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dan, 2) faktor penyebab istri petani berperan ganda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan jumlah informan sebanyak 8 orang istri petani yang bekerja minimal 5-10 tahun atau terjun langsung di sector publik. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran Istri Petani di Sektor Publik Dalam Meningkatkan Pendapatan RumahTangga yaitu, bekerja sebagai pedagang, mereka membuka usaha warung, banyak juga yang menjadi buruh tani dan membantu suami dalam melakukan pekerjaan 2) Faktor Penyebab Istri Petani Melakukan Peran Ganda yaitu, pendapatan suami tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari hari, ditambah dengan pengeluaran biaya sekolah anak, jumlah tanggungan dalam keluarga, lingkungan sekitar yang berupa lahan pertanian sehingga banyak tawaran kerja sebagai buruh tani dan pendidikan yang rendah tidak memiliki keterampilan yang memadai sehingga tidak ada peluang untuk kerja lainya.
Implementasi Hukum Lingkungan dalam Konversi Lahan: Perspektif Sosiologi Hukum (Deforestasi, Konsumtivisme, dan Pertanian Jagung di Bima) Imran Siswadi; Supriadi Supriadi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.2992

Abstract

Konversi lahan untuk pertanian jagung di Kabupaten Bima telah menjadi fenomena signifikan dengan dampak besar terhadap lingkungan dan pola sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi hukum lingkungan terkait konversi lahan, dampak sosial-ekonomi dari perubahan pola pertanian, dan bagaimana perspektif sosiologi hukum dapat menjelaskan interaksi antara kebijakan, struktur sosial, dan perilaku masyarakat dalam konteks tersebut. Konversi lahan memicu deforestasi yang mengancam ekosistem. lemahnya implementasi regulasi seperti Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 dan peraturan terkait. Di sisi sosial, orientasi pertanian jagung sebagai komoditas ekspor telah mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih konsumtif, memunculkan mentalitas miskin, dan meningkatkan tekanan terhadap lahan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara hukum, perubahan sosial, dan dampak lingkungan dalam implementasi hukum lingkungan sangat kompleks dan saling mempengaruhi. Lemahnya penegakan hukum dan pengawasan, serta konflik antara kebutuhan ekonomi lokal dan kebijakan konservasi, menjadi tantangan utama dalam mengatasi deforestasi. Diperlukan pendekatan kebijakan terpadu yang mencakup penguatan penegakan hukum, penyuluhan tentang keberlanjutan lingkungan, pemberian insentif ekonomi berbasis lingkungan, dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Dengan reformasi kebijakan berbasis bukti dan inklusif, Kabupaten Bima dapat mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi melalui pertanian jagung dan pelestarian lingkungan, sekaligus menciptakan model pembangunan berkelanjutan yang dapat menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.