Kertajadi Kertajadi
Universitas Mataram

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN CLEANLINES, HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SUSTAINIBILITY (CHSE) SEBAGAI STANDAR PENGELOLAAN DESTINASI WISATA DI DESA PAKUAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Taufan Handika Putra; Kertajadi Kertajadi; Rahman Rahman
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2022
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v3i1.313

Abstract

Covid 19 menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan yang sangat signifikan di seluruh dunia. Desa Pakuan terletak di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu Desa Wisata yang sangat terdampak akibat pandemi Covid 19. Desa ini memiliki potensi yang luar biasa, dengan Alam yang luar biasa indah dan subur, hutan yang masih sangat alami, serta tradisi budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik dalam kehidupan masyarakatnya. Dengan potensi-potensi yang luar biasa itu, maka Desa Wisata Pakuan ini layak dikembangkan menjadi desa wisata terkenal dan terbaik. Bahkan layak dipasarkan untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara. Melihat potensi Desa Wisata Pakuan sudah saatnya berbenah diri menjadi yang lebih baik lagi dengan mengikuti program-program yang di canangkan oleh negara agar lebih siap dalam menerima wisatawan. Pelaihan Cleanlines, Healt, Safety, Environment Sustainibility (CHSE) mempunyai peranan yang penting dalam menyongsong era new normal pariwisata, terutama terkait dengan pelaksanaan protokol Kesehatan di Desa Wisata Pakuan. Dalam kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian masyarakat memberikan solusi dengan cara memberikan penyuluhan tentang pariwisata dan pengembangan desa wisata berbasis Cleanlines, Healt, Safety, Environment Sustainibility (CHSE) dan melakukan pendampingan secara kontinyu selama kegiatan pengabdian pada masyarakat. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah melalui diawali dengan sosialisasi program pada mitra, Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat, pemberian edukasi tentang CHSE. Kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Wisatsa Pakuan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat berjalan dengan lancer atas dukungan dan Kerjasama kepada desa dan warga setempat.
PELATIHAN PENERAPAN NILAI HOSPITALITIES BAGI WARGA WISATA DI DESA BATU PUTIH LOMBOK BARAT Kertajadi Kertajadi; Taufan Handika Putra; Jumhur Hakim
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2022
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v3i1.319

Abstract

Desa Batu Putih merupakan desa yang memiliki daya tarik wisata alam dan bahari yang berpotensi di kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat dan potensi tersebut dapat dijadikan produk atau atraksi yang dapat menarik minat calon wisatawan untuk berkunjung. Namun untuk menopang pengembangan potensi tersebut menjadi produk dan atraksi yang nyaman dikunjungi oleh wisatawan, maka sudah saatnya desa ini berbenah membangun kesadaran bersama tentang prinsip-prinsip dasar tentang pariwisata dan hospitalities. Adanya hospitalities disuatu daerah destinasi menjadi satu hal sangat penting demi keberhasilan suatu kegiatan pariwisata. Metode ceramah digunakan dalam proses penyampaian materi dan memberikan motivasi kepada masyarakat akan pentingnya nilai-nilai hospitalities. Metode diskusi digunakan sebagai media komunikasi pada saat sosialisasi berlangsung sehingga terjalin komunikasi dua arah antara masyarakat dan tim pengabdian masyarakat. Metode domonstrasi digunakan dalam memberikan contoh praktik langsung menjadi pemandu wisata. Hasil kegiatan kegiatan pengabdian masyarakt di Desa Batu Putih, Kabupaten Lombok Barat,Nusa Tenggara Barat berjalan dengan lancer atas dukungan dan Kerjasama kepala desa dan warga setempat.
PELESTARIAN KAWASAN PESISIR GILI PETAGAN SEBAGAI DESTINASI EKOWISATA MELALUI KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE Siti Hamdiah Rojabi; Mahmudah Budiatiningsih; Rahman Rahman; Kertajadi Kertajadi; Jumhur Hakim; Muhamad Dio Akbar Sagita; Billy Irvansyah
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2026
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i2.3143

Abstract

Kawasan Gili Petagan, sebagai destinasi ekowisata potensial di Lombok Timur, memiliki tutupan vegetasi mangrove yang masih sangat terbatas di beberapa titik kritis. Selain itu, kesadaran masyarakat terkait pentingnya ekosistem mangrove masih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove melalui penanaman bibit sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat pesisir untuk mendukung pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah edukasi lapangan terpadu yang menggabungkan penyuluhan partisipatif, praktik penanaman langsung, dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Mei 2024, di Gili Petagan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, dengan peserta sebanyak 45 orang yang terdiri atas mahasiswa, dosen D3 Pariwisata UNRAM, anggota Pokdarwis Petarando, dan anggota Badan Promosi Pariwisata Lombok Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan berjalan lancar, seluruh peserta aktif mengikuti proses edukasi dan penanaman bibit mangrove, serta terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya konservasi mangrove. Dampak dari kegiatan ini adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah, serta membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis mangrove. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak terbukti efektif dalam pelestarian kawasan pesisir.
Penerapan Standar Layanan Wisata Saat Pandemi Covid-19 Bagi Wisatawan Di Desa Wisata Bile Bante Lombok Tengah Kertajadi Kertajadi; Taufan Handika; Hasnia Minanda
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2909

Abstract

Standar layanan wisata saat pandemic Covid-19 di Desa Wisata Bile Bante kabupaten Lombok Tengah memerlukan kajian terapan mendalam sehingga perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian dan manfaatnya untuk mengetahui pola standar layanan yang diberikan bagi wisatawan di desa Bile Bante, layanan penyambutan, pengenalan atraksi, pemanduan, tenaga professional di Desa Bile Bante. Penelitian ini nantinya akan bermanfaat bagi pengelola Wisata Bile Bante untuk Panduan Layanan Standar wisata saat pandemic Covid-19 di Desa Bile Bante, secara teori diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pembaca desa wisata dimanapun berada. Adapun dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif, yaitu bentuk analisis dengan cara menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data-data yang dinyatakan dalam bentuk uraian yang penulis dapatkan melalui observasi, partisipatif dan dokumentasi pada pengelola setempat, pemandu lokal, pedagang lokal, dan wisatawan sehingga penulis dapat menganalisis mengenai rumusan masalah yang menjadi kesimpulan dalam permasalahan pada penelitian ini.
Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Desa Wisata Bilebante Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Taufan Handika Putra; Rahman Rahman; Kertajadi Kertajadi; Ihyana Hulfa; Sahrul Sahrul
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2912

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisatsa Bilabante Kecamatan Pringgarata Kebupaten Lombok Tengah memerlukan kajian yang mendalam sehingga penelitian ini diperlukan adapun tujuan dan manfaatnya adalah untuk menganalisis partisipasi, pemberdayaan dan dampak ekonomi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Bilebante. Manfaat Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menambah pengetahuan tentang pentingnya partisipasi masyarakat lokal dalam kegiatan kepariwisataan. Disamping itu, hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pengembangan Desa Wisata Bilabante dan sekitarnya, serta dapat menjadi referensi bagi penelitian ilmiah selanjutnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskiptif kualitatif. Metode ini di gunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Bilebante Kabupaten Lombok Tengah. Populasi Populasi dalam penelitian ini diambil dari dua sisi, pertama dari sisi pelayanan/pemberi jasa yaitu Tokoh Masyarakat seperti Pengelola, Kepala Desa, Kepala Dusun, tokoh Agama,Tokoh Pemuda dan kedua dari sisi pedagang kuliner dan pemandu wisata. Dari hasil penelitian masyarakat ikut berpartisipasi dan diberdayakan dalam pengembangan Desa Wisata Bilebante.
ANALISIS POTENSI WISATA DAN DAMPAK PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT LOKAL TERHADAPA PENGAMBANGAN DESA WISATA BILABANTE KABUPATEN LOMBOK TENGAH Taufan Handika Putra; Didy Ika Supriyadi; Rahman Rahman; Kertajadi Kertajadi; Abdurahman Abdurahman
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wisata dan dampak peningkatan pendapatan masyarakat lokal terhadap pengembangan Desa Wisata Bilebante di Kabupaten Lombok Tengah. Desa Bilebante memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat dioptimalkan sebagai daya tarik wisata, serta telah menunjukkan perkembangan signifikan sebagai destinasi wisata. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana pengembangan pariwisata di desa ini berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, baik melalui lapangan kerja langsung, usaha mandiri, maupun usaha pariwisata lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata alam, kebudayaan lokal, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam perkembangan desa wisata. Peningkatan pendapatan masyarakat lokal dari sektor pariwisata memiliki dampak positif terhadap perekonomian desa, termasuk peningkatan infrastruktur, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kesejahteraan sosial masyarakat.
ANALISIS STANDAR LAYANAN PEMANDU WISATA BERLISENSI DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT Rahman Rahman; Taufan Handika Putra; Kertajadi Kertajadi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i2.4004

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis standar layanan pemandu wisata berlisensi di Kabupaten Lombok tengah bertujuan untuk menganalisis pelayanan yang diterapkan oleh pemandu wisata berlisensi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pemandu wisata memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman wisata yang berkualitas kepada wisatawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemandu wisata berlisensi, wisatawan, dan pihak terkait lainnya, serta observasi langsung terhadap interaksi antara pemandu wisata dan wisatawan. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa kualitas layanan pemandu wisata berlisensi di Kabupaten Lombok tengah secara umum sudah sesuai dengan standar pelayanan, terutama dalam aspek assurance dan Empathy yang menjadi keunggulan utama. Namun, masih terdapat gap negatif pada aspek tangibles, reliability, dan responsiveness, untuk mencapai standar layanan yang optimal dibutuhkan peningkatan kapasitas pemandu wisata melalui pelatihan digital, manajemen waktu, manajemen risiko, serta penguatan komunikasi interpersonal.