Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy for Revisit Intention Saba Baduy Culture Didy Ika Supryadi; Taufan Handika; Daru Asih; Himawan Sutanto; Shine Pintor Siolemba Patiro; Dori Heza Morales
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 13, No 3 (2023): MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jurnal_mix.2023.v13i3.009

Abstract

Objective: The purpose of this study was to examine the effect of Service Quality, Destination Image, and Local Wisdom on Revisiting Saba Baduy Culture with Electronic Word of Mouth as an intervening variable.Methodology: This research was conducted using primary data, namely by distributing questionnaires online via Google form and disseminating through social media, namely Instagram, Line, and WhatsApp. The sampling technique used was purposive sampling. The population in this study was 115 respondents who were visitors to Saba Baduy spread across the Jakarta, Bogor, Bekasi, and Tangerang areas. The data was processed using Partial Least Square (Smart-PLS) version 3.2.9.Finding: The Baduy people are very careful with their customs and protect the natural surroundings. As they are aware that they live with nature and coexist with nature. The original Baduy tribe consists of the Inner Baduy and Outer Baduy. The Baduy tribe still maintains traditions, and customs and is anti-modern in terms of clothing, lifestyle, and others.Conclusion: An interesting conclusion found that when stakeholders build adequate infrastructure, this becomes something that does not reflect the authenticity of Baduy culture itself. On the other hand, tourists who want to return to the Baduy Traditional Villages since they want to experience nature which is still beautiful and serene, see the unique culture and local wisdom which is still very traditional, and experience the lifestyle of the Baduy people without modernization as it is seen as unique and interesting.
Kelembagaan Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Sintung Kabupaten Lombok Tengah Rahman Rahman; Taufan Handika; Hailuddin; Didy Ika Supryadi
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1551

Abstract

Desa wisata Sintung Lokasinya di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Nusa tenggara barat. Desawisata Sintung masih dalam tahap Rintisan, memiliki potensi wisata alam dan wisata minat khusus yang luar biasa. Saat ini atraksi wisata yang sedang berkembang adalah arung Jeram berbasis (River Tubing) dan memiliki banyak peminat baik wisatawan Domestik maupun Mancanegara. permasalahan yang sering terjadi diinternal Pokdarwis adalah tidak terdapat kerangka kerja, tidak ada SOP dalam melayani tamu (Wisatawan), SDM Pokdarwis masih belum maksimal. System koordinasi belum maksimal. Dari kasus tersebut maka Solusi yang ditawarkan adalah dilakukan studi pendahuluan untuk melakukan identifikasi dan inventarisasi tentang kondisi ril Desawisata Sintung khususnya kelembagaan Pokdarwisnya serta mengetahui sumber permasalahan yang terdapat di kelembagaan pokdarwis. Untuk mempercepat menemukan titik permasalahan dan Solusi maka Perlu diadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengumpulkan semua pengurus pokdarwis dan perwakilan kepala desa sebagai penengah, sehingga melalui kegiatan ini dapat digali informasi-informasi penting terkait dengan kelembagaan pokdarwis. Dalam pengabdian ini dihadiri oleh 11 orang terdiri dari anggota pokdarwis dan perwakilan pemerintah Desa Sintung. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan terjadi diskusi yang membangun selama pelatihan.