Sayu Raka Padma Wulan Sari, Sayu Raka Padma Wulan
Faculty Of Veterinary Medecine Udayana University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Deteksi Antibodi Terhadap Rabies pada Anjing Lepasan Berdasarkan Topografi Wilayah di Kabupaten Badung, Bali Sayu Raka Padma Wulan Sari; I Gusti Ngurah Kade Mahardika; I Wayan Masa Tenaya
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.668 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase anjing lepasan yang memiliki antibodi protektif terhadap virus rabies berdasarkan topografi wilayah tempat tinggal anjing di Kabupaten Badung. Lokasi pengambilan sampel, yaitu di Kecamatan Mengwi (Desa Mengwi, Mengwitani, Sempidi) yang mewakili wilayah perkotaan, Kecamatan Petang (Desa Pangsan, Petang, Belok) yang mewakili wilayah pegunungan dan Kecamatan Kuta Selatan (Desa Jimbaran, Ungasan, Tanjung Benoa) yang mewakili wilayah pantai. Objek penelitian adalah 90 ekor anjing lepasan dengan umur di atas tiga bulan. Sampel serum diuji menggunakan kit enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Rata-rata titer antibodi anjing lepasan terhadap virus rabies di Kabupaten Badung adalah 0,24±0,31 IU/mL. Persentase anjing lepasan yang memiliki antibodi terhadap virus rabies (e” 0,1 IU/mL) adalah 100%. Sementara itu, persentase anjing lepasan yang mempunyai antibodi protektif terhadap virus rabies (e” 0,5 IU/mL) adalah 11,1%. Persentase anjing yang memiliki antibodi dan yang memiliki antibodi protektif terhadap virus rabies di masing-masing wilayah topografi tidak berbeda nyata. Penelitian ini memberikan fakta bahwa semua anjing lepasan yang dijadikan sampel di tiga wilayah topografi Kabupaten Badung memiliki antibodi rabies, dan hanya 11,1% anjing lepasan yang memiliki antibodi protektif terhadap virus rabies. Perlu strategi dari pemerintah untuk memfokuskan sasaran vaksinasi pada anjing lepasan, mengingat wilayah jelajah anjing lepasan lebih luas sehingga penularan rabies oleh anjing lepasan kemungkinan akan sangat besar. Hal ini perlu dilakukan untuk mencapai keberhasilan dalam pemberantasan rabies di Kabupaten Badung.