Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KITOSAN SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP MUTU FISIK DAN KIMIA JERUK RIMAU GERGA LEBONG SELAMA PENYIMPANAN Gusmon Sidik; Wuri Marsigit; Syafnil
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.72-85

Abstract

Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis Sp.) atau biasa disebut RGL merupakan komoditas unggulan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu yang selama penyimpanannya termasuk buah yang mudah busuk, kulit menjadi berbintik, kotor, dan warna buah yang tidak menarik sehingga dapat menurunkan mutu jeruk RGL. Oleh karena itu perlu adanya penanganan pasca panen untuk mencegah terjadinya penurunan mutu buah jeruk RGL. Kitosan merupakan polisakarida kationik alami yang diperoleh dari deasetilasi kitin yang banyak terdapat di alam, salah satunya dari kulit udang. Kitosan yang bersumber dari kulit udang dapat menjadi bahan pelapis dan menekan proses respirasi buah, yaitu berupa edible coating. Edible coating merupakan lapisan tipis yang menempel langsung pada makanan, yang bertujuan menghambat respirasi buah selama penyimpanan sehingga mutu buah dapat dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik kitosan kulit udang sebagai edible coating dalam mempertahankan mutu jeruk RGL dengan mengamati mutu fisik dan mutu kimia jeruk RGL selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yaitu konsentrasi kitosan kulit udang (0%; 1%; 2%; 3%;) (w/v) dengan dilakukan 3 kali pengulangan sehingga didapatkan 12 unit percobaan. Pengamatan jeruk RGL dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, 15, dan 20 penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kitosan kulit udang sebagai edible coating memberikan pengaruh terhadap mutu fisik dan mutu kimia jeruk RGL selama penyimpanan. Semakin tinggi konsentrasi kitosan maka dapat menghambat berkurangnya susut bobot, mempertahankan warna, menghambat kelunakan, kadar air, nilai pH, total asam, vitamin C, dan Total Padatan Terlarut (TPT). Konsentrasi terbaik kitosan kulit udang sebagai edible coating didapat pada kitosan dengan konsentrasi 2%, hingga hari ke-20 didapat susut bobot 16.33%, warna kuning kecoklatan, tekstur 15.51%, kadar air 60.66%, nilai pH 4.25, total asam 0.58%, vitamin C 27.28 Mg/100g, dan TPT 11.13%.
Potensi dan Inovasi Teknologi Pengolahan Buah Campolay (Pouteria campechiana) sebagai Pangan Fungsional Berkelanjutan: Tinjauan Literatur Yusuf Irfan; Syafnil
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah campolay (Pouteria campechiana), yang dikenal secara internasional sebagai canistel atau egg fruit, merupakan komoditas tropis yang memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional berkelanjutan. Buah ini mengandung senyawa bioaktif seperti β-karoten, vitamin C, serat pangan, dan antioksidan yang berkontribusi terhadap kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi gizi, karakteristik bioaktif, serta inovasi teknologi pengolahan buah campolay berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, dengan fokus pada aspek pengolahan menjadi tepung, minuman serbuk, sari buah campuran, produk fermentasi, pangan tradisional, dan produk lemak. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai teknologi pengolahan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan nilai fungsional campolay, serta memperluas aplikasinya dalam industri pangan. Produk turunan seperti yogurt, sari buah campuran, wajit, dan mentega campolay menunjukkan peningkatan nilai gizi dan organoleptik. Pengembangan campolay sebagai bahan pangan fungsional berpotensi mendukung ketahanan pangan, diversifikasi produk, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2, SDG 3, SDG 9, dan SDG 12.