Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Intervensi Teologis Kristen sebagai Perspektif Toleransi Pluralisme Agama-Agama Viktor Deni Siregar; Mersi Yolandra Bohalima; Talizaro Tafonao; Yunardi Kristian Zega
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v2i1.38

Abstract

The purpose of writing this article is to provide knowledge about the role of Christian theological perspectives in the issue of religious pluralism through the attitude of tolerance as an initial foundation for mutual life in the utterance of the existing society and religion. Problems that occur in the plural of religion often Christian theological interventions such as allowing things that really should be able to contribute solutions to problems in the values of Christian theology are not given as a sense of tolerance, so that the word tolerance is only a known literacy without action (allowing ). The method used in this study is a descriptive qualitative method. The source used is a trusted book and journal article. The results found in this article are that Christian theology does not look at tolerance as ignorance, causing omission to other religions. The factors seen in the intervention of Christian theology as a perspective of religious pluralism tolerance include: intolerant, dogmatic, opportunist, and apathetic.Tujuan penulisan artikel ini ialah untuk memberikan kajian mengenai keterlibatan Teologis Kristen yang mampu menjadi jawaban dunia khususnya dalam permasalahan pluralisme agama melalui sikap toleransi sebagai landasan awal untuk saling hidup dalam kemajemukkan masyarakat dan agama yang ada. Permasalahan yang terjadi pada pluralitas agama kerap kali intervensi teologis Kristen seperti membiarkan hal yang memang seharusnya dapat memberikan sumbangsi solusi permasalah dalam nilai-nilai teologis kekristenan tidak diberikan sebagai rasa toleransi, sehingga kata toleransi tersebut hanya menjadi literasi yang diketahui tanpa adanya aksi (membiarkan). Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Sumber yang digunakan ialah buku, artikel jurnal, studi kasus, dan tinjauan teologis mengenai kajian yang dilakukan. Adapun hasil yang ditemukan dalam kajian artikel ini ialah teologis Kristen saat ini masih memandang toleransi sebagai suatu hal yang kurang memberikan kepedulian, menimbulkan pembiaran terhadap agama lain. Faktor yang dilihat dalam intervensi teologis Kristen sebagai perspektif toleransi pluralisme agama, antara lain: intoleran, dogmatik, oportunis, dan apatis.Kata kunci: intervensi; perspektif; pluralisme agama; toleransi; teologi Kristen
Penerapan Strategi Kolaboratif Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Kelas 8 SMPS Betesda Batu Aji Rikardo Dayanto Butar Butar; Daniel Ginting; Amanda Simanjuntak; Hutagalung, Fauzi; Viktor Deni Siregar; Samuel Warwer; Aliran Ndruru; Naomi Simbolon; Rentinawati Siahaan; Antonius Sinaga; Elisabet Nainggolan; Renny Viktoria Sinaga; Endang C H Tambunan
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i2.97-108

Abstract

Peningkatan efektivitas pembelajaran di kelas 9 SMP Betesda Batu Aji merupakan tantangan yang harus diatasi untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Untuk mengatasi hal ini, tim PKM telah melakukan dengan menerapkan strategi kolaboratif. Isu pokok yang diidentifikasi adalah rendahnya keterlibatan siswa dan kurangnya keterampilan kolaboratif dalam pembelajaran. Tujuan dari program Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa, dan memperkuat keterampilan kolaboratif di kelas 8 SMP Betesda Batu Aji. Metode yang digunakan adalah penerapan berbagai teknik kolaboratif seperti pembentukan kelompok kerja heterogen, penyusunan tugas kolaboratif, fasilitasi diskusi, monitoring dan bimbingan, serta evaluasi kolaboratif. Hasil PKM menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam partisipasi siswa selama proses pembelajaran, peningkatan keterampilan kolaboratif, serta peningkatan kualitas hasil pembelajaran. Siswa lebih terlibat dalam diskusi kelompok, saling mendukung, dan menghasilkan karya yang lebih berkualitas. Dengan demikian, penerapan strategi kolaboratif telah berhasil meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas 8 SMP Betesda Batu Aji, menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, inklusif, dan berorientasi pada siswa.
Aktualisasi Nilai-Nilai Kristiani dalam Menjunjung Tinggi Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Majemuk Aprilius Nahak; Vanbe Toven Hulu; Kometa Sihombing; Rentinawati Siahaan; Viktor Deni Siregar; Moralman Gulo
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v8i2.174

Abstract

Religious moderation in Indonesia, especially in a pluralistic society, has diversity, ethnicity, race and culture. Thus, conflicts often occur in these differences, resulting in differences of opinion and not being able to accept opinions between religions, in the end there was the burning of houses of worship and such debates. With the context of religious moderation as Christians, it teaches about loving fellow human beings even though they have different beliefs. Therefore, researchers provide an overview and support for maintaining each other's good name, harmony and tolerance between religions in Indonesia. The method used is a qualitative and descriptive method with a library approach and collecting data regarding religious moderation, then analyzing and emphasizing arguments and then drawing conclusions as a result of the study conducted. The results of the discussion are where religious people must be humble, love each other even though they have different religions.