Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Desain Rumah Susun Jalan Tongkol 10 dengan Pendekatan Place Making Melania Lidwina Pandiangan
Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial Vol 4, No 1 (2022): Desain sebagai Strategi: Titik Awal Inovasi Desain Sosial
Publisher : School of Design Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/jsdis.v4i1.5296

Abstract

Rumah susun merupakan alternatif penyelesaian masalah keterbatasan lahan di kota metropolitan seperti Jakarta dalam pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat. Namun, rumah susun seringkali membatasi interaksi penghuni yang memunculkan perilaku anti-sosial. Untuk menjawab permasalahan tersebut, membutuhkan pendekatan yang memusatkan pada pengguna, aktivitas, lingkungan, dan interaksi dalam menyusun strategi desain, yaitu place making. Salah satu program pembangunan rumah susun di DKI Jakarta adalah Rumah Susun Jalan Tongkol 10 yang menjadi kegiatan sayembara desain. Studi ini menggunakan pendekatan place making dalam menyusun strategi desain Rumah Susun Jalan Tongkol 10. Tujuan dari studi ini adalah mengeksplorasi strategi desain Rumah Susun Jalan Tongkol 10 yang mendorong terjadinya interaksi penghuni. Studi ini merupakan studi eksploratif dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari studi ini mencakup program ruang, konsep penataan fasilitas, konsep interaksi antar hunian, konsep pola sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki, dan konsep pemanfaatan ruang terbuka publik.
Implementasi Prinsip Desain Universal Pada Ruang Terbuka Aktif (Studi Kasus : Tebet Eco Park) Sekar Arum Prasetyorini; Khalid Abdul Mannan; Melania Lidwina Pandiangan
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 10, No 2 (2023): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/widyakala.v10i2.778

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis ketersediaan fasilitas pada Tebet Eco Park terutama bagi penyandang disabilitas. Tebet Eco Park telah diresmikan oleh Pemerintah DKI Jakarta sebagai salah satu ruang terbuka aktif yang berskala kawasan dengan luas area 7,3 hektar. Ruang terbuka tersebut sudah seharusnya dapat dengan mudah diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang dilanjutkan dengan analisis preskriptif dengan membandingkan  keadaan eksisting Tebet Eco Park dengan 7 Prinsip Desain Universal dalam Peraturan PUPR No.14/PRT/2017 dan Universal Design Handbook, 2011. Dari temuan studi tersebut, dari tujuh prinsip desain universal, prinsip “Sederhana dan intuitif” memiliki persentase paling tinggi yaitu mencapai 94%. Kemudian, “Upaya fisik yang rendah” berada pada persentil terendah dengan persentase 27%.
Analisis Kelayakan Taman Jalur Hijau Kosambi untuk Kota Berkelanjutan Melania Lidwina Pandiangan; Dina Kurniati
Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Analyzing Case Studies Within Design As Strategy Positions & Relations
Publisher : School of Design Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/jsdis.v7i1.9957

Abstract

Pesatnya perkembangan wilayah perkotaan sering kali tidak diimbangi dengan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup dan berkurangnya ruang interaksi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan Taman Jalur Hijau Kosambi sebagai bagian dari sistem ruang terbuka hijau yang mendukung pengembangan kota berkelanjutan di Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan lima dimensi fungsi RTH, yaitu sosial, ekonomi, ekologis, estetika, dan adaptasi terhadap perubahan iklim, yang mengacu pada standar Green Flag Award dan pedoman UN-Habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman memiliki potensi ekologis dan sosial, namun belum sepenuhnya memenuhi kriteria ruang terbuka hijau berkelanjutan karena keterbatasan aksesibilitas, fasilitas inklusif, pengelolaan limbah, serta pemeliharaan jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses, perbaikan fasilitas, serta penguatan tata kelola yang partisipatif untuk mewujudkan RTH yang layak dan berkelanjutan. Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Kota Berkelanjutan, Aksesibilitas, Fungsi Sosial
DESAIN RETROFIT UNTUK OPTIMASI RUANG TERBUKA HIJAU DI TAMAN JALUR HIJAU KOSAMBI, JAKARTA BARAT Melania Lidwina Pandiangan; Dina Kurniati; Alexandra Murtiningrum
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.234

Abstract

Pertumbuhan kota sering kali menyebabkan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), terutama di kawasan metropolitan yang padat. Di Jakarta Barat, ketersediaan RTH saat ini masih jauh di bawah ambang batas 14% yang ditetapkan, sehingga menimbulkan tantangan bagi kualitas lingkungan, inklusivitas sosial, dan ketahanan iklim. Penelitian ini menyusun strategi retrofit skematik untuk Taman Jalur Hijau Kosambi yang belum berfungsi optimal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif yang mengacu kepada konsep universal design, community-based placemaking, dan nature-based solutions. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan kerangka spasial strategis guna meningkatkan aksesibilitas, inklusivitas, dan fungsi ekologis tanpa memerlukan pembebasan lahan atau pembangunan baru. Studi ini mengidentifikasi lima kesenjangan utama pada kondisi taman saat ini: aksesibilitas terbatas, kurangnya fasilitas inklusif, lemahnya fungsi sosial, keterhubungan transportasi yang buruk, serta kapasitas ekologis yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kesenjangan tersebut dievaluasi berdasarkan standar desain dan diterjemahkan menjadi usulan pada tingkat skematik. Intervensi yang diusulkan meliputi penambahan ramp dan guiding block, zona sosial lintas usia, integrasi transportasi, serta peningkatan ekologi. Penelitian ini berkontribusi pada rencana penataan ulang RTH yang kurang dimanfaatkan di kawasan perkotaan. Kerangka skematik yang diusulkan dapat diadaptasi untuk lokasi serupa guna mendukung pengembangan kota yang lebih inklusif, adaptif dan berpusat pada manusia.