Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Ketidakseimbangan Beban Transformator Distribusi Terhadap Arus Netral Di PT. PLN (Persero) ULP Abepura Penyulang Melati Dultudes Mangopo; Ekawati Margaretha Ohee; Rosalina Revassy; Aris Sampe; Luther Pagiling; Yuni Aryani Koedoes
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Fokus Elektroda Vol 9 No 2 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the consequences of load imbalance is the flow of current in the neutral wire. The current flowing on the neutral wire will cause heat, so indirectly, the consequences of load imbalance contribute to losses for PLN as a producer of electricity. The purpose of this study is to the percentage of transformer load imbalance, the percentage of losses due to neutral current in the transformer neutral conductor. The method used in this research is collecting distribution transformer load data on the Melati extent. From the results of the data analysis, it is obtained that the largest percentage of load imbalance occurs in transformer AB-225 with a loading percentage of 64.95% LWBP and 65.74% WBP. Based on the results of the analysis the total percentage of losses due to the neutral current on the neutral conductor of the transformer is 7.89% and 9.76% LWBP and WBP, respectively.  
MANAJEMEN PERBAIKAN NILAI TAHANAN PEMBUMIAN (STUDI KASUS TRANSMISI 150 KV BOLANGI – MAROS) dwiky djoemani, Alexander maxwell; Koedoes, Yuni Aryani; Tachrir, sj
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022):
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v10i3.31248

Abstract

Salah satu sistem proteksi yang terpasang pada menara transmisi adalah system pembumian yang berada pada kaki menara transmisi. Nilai resistansi pembumian menara transmisi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dipengaruhi oleh jenis tanah. Berdasarkan PUIL, IEC dan SNI bahwa standar nilai pembumian untuk jaringan transmisi 150 kV adalah kurang dari atau sama dengan 10 Ω. Saluran tower transmisi 150 kV jalur Bolangi-Maros termaksud daerah yang cukup rawan terhadap sambaran petir yang dapat menyebabkan fenomena BFO pada transmisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengukuran untuk mengetahui nilai pembumian dan membandingkan hasil pengukuran setelah dilakukan perbaikan pada transmisi Bolangi-Maros. Metode penelitian ini dilakukan dengan analisis data yang dilakukan pada sebelas tower transmisi. Hasil pengukuran tower transmisi line Bolangi-Maros menggunakan Earth Tester Magger, Menunjukan bahwa nilai tahanan pembumian masih memenuhi standar yaitu kurang dari 10 Ω. Untuk hasil perhitungan menghasilkan 6,68 Ω dengan jenis tanah liat dan 2,01 Ω dari tanah sawah. Setelah dilakukan perbaikan dengan metode direct grounding pada tower 70, 95 dan 104 menghasilkan masing-masing 0,78 Ω,0,72 Ω, dan 0,55 Ω. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai pembumian kaki tower tersebut dalam keadaan baik. Oleh karena itu melakukan pemasangan direct grounding pada setiap line transmisi dapat menjadi sistem proteksi.