Andika Indrayana, Andika
Dosen Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Film Pendek mengenai Realitas Sosial Budaya Internet Indrayana, Andika; Nilnarohmah, Nilnarohmah
DeKaVe Vol 16, No 2 (2023): DeKaVe Vol. 16 No. 2 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dkv.v16i2.11136

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk merancang film pendek bertemakan realitas sosial di masyarakat relasinya dengan budaya internet dan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah SWOT sebagai landasan penciptaan ide narasi film, dan observasi untuk ide sinematik. Hasil penelitian menghasilkan temuan: (1) Tiap variabel pada analisis SWOT dapat menjadi landasan untuk pengembangan ide cerita utama, cerita tambahan, dan plot, dan (2) observasi di lapangan dapat menjadi landasan dalam penciptaan konsep warna, lokasi, kostum, hingga pemain. Kata-kata kunci: internet, realitas sosial, internet culture, SWOT, film pendek ABSTRACTThis research aims to create short film about social reality in case of internet culture and digital technology, using SWOT analysis to get the ideas for the story and observation to get the ideas for cinematic. This research found that: (1) each variabel in SWOT analysis can be use for idea development of the main story, sub story, and plot, and (2) field observation can be use for color concept, location, costumes, and talent.  Keywords: internet, social reality, internet culture, SWOT, short film
Mewujudkan Lansia Tangguh melalui Workshop Ecopounding di Kelurahan Purbayan, Kotagede Danang Febriyantoko; Andika Indrayana; Raden Ajeng Galuh Sekartaji
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i2.17575

Abstract

Indonesia telah memasuki era populasi menua ditandai dengan meningkatnya persentase penduduk lanjut usia (lansia) dari total populasi dan diprediksi akan terus bertambah. Sebagai provinsi dengan jumlah lansia terbanyak dari skala nasional, Pemerintah Kota Yogyakarta membutuhkan upaya untuk mewujudkan lansia yang sehat dan bahagia. Program lansia tangguh merupakan program yang ditujukan untuk menciptakan komunitas lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, namun juga sejahtera secara psikologis dan sosial. Workshop ecopounding merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mewujudkan lansia tangguh melalui kegiatan berkesenian, bekerja sama dengan komunitas Sekolah Lansia Delima 123 Kampung Gedongan, Sekolah Lansia Maharani Kampung Basen, dan Sekolah Lansia Delima 10 Kampung Alun-Alun. Peserta workshop merupakan peserta sekolah lansia, setiap sekolah diwakili oleh 20 peserta. Kegiatan kreasi ecopounding untuk lansia berdampak langsung pada perwujudan 7 dimensi lansia tangguh. Program penyuluhan seni melalui workshop ecopounding ini bertujuan memberikan edukasi seni, meningkatkan keterampilan, serta mempererat hubungan sosial di kalangan lansia Kelurahan Purbayan, Kotagede.   Kegiatan berkesenirupaan melalui workshop ecopounding untuk lansia dapat menjadi suatu pendekatan untuk kegiatan sekolah lansia yang menyenangkan, bebas berekspresi, bahkan dapat meningkatkan produktivitas lansia. Indonesia has entered an era of aging population characterized by a growing proportion of elderly people,  a trend projected to continue. As the province with the largest number of elderly people in Indonesia, Yogyakarta requires efforts to promote healthy and active aging. The resilient elderly program aims to foster physical, and social well-being among older adults. The ecopounding workshop is the strategic way to empower resilient elderly people through artistic activities. The authors collaborated with the Delima 123 elderly school community in Gedongan village, Maharani elderly school in Basen village and Delima 10 elderly school in Alun-Alun village. Workshop participants are elderly school participants, each school is represented by 20 participants. Through ecopounding creative activities for the elderly, 7 dimensions of resilient elderly people are positively affected. The arts outreach program through this ecopounding workshop aims to provide art education, improve skills, and strengthen social relationships among the elderly in Purbayan village, Kotagede. Arts activities through ecopounding workshops for the elderly can be an approach to school activities for the elderly that are fun, free to express themselves, and can even increase the productivity of the elderly themselves 
KAJIAN DESAIN LINGKUNGAN BINAAN KAMPUNG RAMAH LANSIA SEBAGAI PENGEMBANGAN LAYANAN LANJUT USIA TERINTEGRASI DI KELURAHAN PURBAYAN, KOTAGEDE Febriyantoko, Danang; Indrayana, Andika; Rustamaji, Hata; Prasojo, Bintang
Jurnal Jarlit Vol. 21 No. 1 (2025): Pemantapan Pembangunan Manusia dengan Dukungan Layanan Publik Berkualitas Untu
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya populasi lansia merupakan fenomena global yang tidak hanya terjadi di Negara maju namun juga di Negara berkembang termasuk Indonesia. Arah kebijakan pemerintah terhadap penduduk lanjut usia berfokus pada perawatan jangka panjang dan perluasan perlindungan sosial bagi lansia. Kebijakan sosial ramah lansia tersebut menjadi penting di tengah peningkatan jumlah penduduk tua di Indonesia. Yogyakarta memiliki sumber daya lansia yang tinggi diatas rata-rata populasi di tingkat nasional, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh semakin meningkatnya usia harapan hidup di kota Yogyakarta. Pemerintah kota Yogyakarta sedang menyusun rencana aksi daerah tentang penyelenggaraan kesejahteraan lansia 2023-2026, arah kebijakannya yakni mewujudkan kota ramah lansia dan meluncurkan program Layanan Lansia Terintegrasi (LLT). Kelurahan Purbayan, Kotagede merupakan salah satu kelurahan yang ditunjuk sebagai pilot projek penerapan program LLT, berdasarkan alasan tersebut penelitian ini berupaya mengkaji lingkungan binaan kampung ramah lansia yang ada di Kelurahan Purbayan, Kotagede. Parameter yang digunakan dalam mengkaji lingkungan binaan kampung ramah lansia diadopsi dari WHO yang terangkum dalam pedoman kota ramah lansia dan komunitas yang terdiri dari 8 parameter : gedung dan ruang terbuka, transportasi, perumahan, partisipasi sosial, penghargaan dan inklusi sosial, partisipasi sipil dan pekerjaan, dukungan komunitas dan fasilitas kesehatan, serta komunikasi dan informasi. Salah satu indikator wilayah yang ramah bagi lansia adalah tersedianya ruang publik yang aman dan nyaman bagi lansia, penelitian ini berupaya mengkaji lebih jauh terkait setting area kampung ramah lansia yang telah menjadi pilot project penerapan program LLT. Kebiasaan serta karakter para lansia di kelurahan Purbayan Kotagede akan menjadi objek penelitian, dengan memetakan kondisi lansia tersebut dan memberi usulan desain ruang publik yang aman dan nyaman untuk lansia beraktifitas di lingkungan kampung. Meski terkesan mempersiapkan desain ruang publik yang aman dan nyaman bagi lansia, namun sebenarnya penelitian ini juga merupakan upaya menyiapkan “rumah” masa depan kita kelak juga akan menjadi lansia
Mewujudkan Lansia Tangguh melalui Workshop Ecopounding di Kelurahan Purbayan, Kotagede Febriyantoko, Danang; Indrayana, Andika; Sekartaji, Raden Ajeng Galuh
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i2.17575

Abstract

Indonesia telah memasuki era populasi menua ditandai dengan meningkatnya persentase penduduk lanjut usia (lansia) dari total populasi dan diprediksi akan terus bertambah. Sebagai provinsi dengan jumlah lansia terbanyak dari skala nasional, Pemerintah Kota Yogyakarta membutuhkan upaya untuk mewujudkan lansia yang sehat dan bahagia. Program lansia tangguh merupakan program yang ditujukan untuk menciptakan komunitas lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, namun juga sejahtera secara psikologis dan sosial. Workshop ecopounding merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mewujudkan lansia tangguh melalui kegiatan berkesenian, bekerja sama dengan komunitas Sekolah Lansia Delima 123 Kampung Gedongan, Sekolah Lansia Maharani Kampung Basen, dan Sekolah Lansia Delima 10 Kampung Alun-Alun. Peserta workshop merupakan peserta sekolah lansia, setiap sekolah diwakili oleh 20 peserta. Kegiatan kreasi ecopounding untuk lansia berdampak langsung pada perwujudan 7 dimensi lansia tangguh. Program penyuluhan seni melalui workshop ecopounding ini bertujuan memberikan edukasi seni, meningkatkan keterampilan, serta mempererat hubungan sosial di kalangan lansia Kelurahan Purbayan, Kotagede.   Kegiatan berkesenirupaan melalui workshop ecopounding untuk lansia dapat menjadi suatu pendekatan untuk kegiatan sekolah lansia yang menyenangkan, bebas berekspresi, bahkan dapat meningkatkan produktivitas lansia. Indonesia has entered an era of aging population characterized by a growing proportion of elderly people,  a trend projected to continue. As the province with the largest number of elderly people in Indonesia, Yogyakarta requires efforts to promote healthy and active aging. The resilient elderly program aims to foster physical, and social well-being among older adults. The ecopounding workshop is the strategic way to empower resilient elderly people through artistic activities. The authors collaborated with the Delima 123 elderly school community in Gedongan village, Maharani elderly school in Basen village and Delima 10 elderly school in Alun-Alun village. Workshop participants are elderly school participants, each school is represented by 20 participants. Through ecopounding creative activities for the elderly, 7 dimensions of resilient elderly people are positively affected. The arts outreach program through this ecopounding workshop aims to provide art education, improve skills, and strengthen social relationships among the elderly in Purbayan village, Kotagede. Arts activities through ecopounding workshops for the elderly can be an approach to school activities for the elderly that are fun, free to express themselves, and can even increase the productivity of the elderly themselves