Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik Sudarsono Efendi Sofyan; Melya Riniarti; Ceng Asmarahman; Hendra Prasetiya; Slamet Budi Yuwono; Yulia Rahma Fitriana
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10162

Abstract

Pada dasarnya persemaian memiliki permasalahan berupa ongkos pengangkutan yang mahal, jumlah pekerja yang kurang dan persentase kerusakan bibit semakin tinggi.  Perlu dilakukan teknologi pengembangan media tumbuh semai yang mudah untuk dibawa dan murah,  sehingga ongkos pengangkutan akan rendah serta dapat disediakan dalam jumlah banyak dengan jumlah pekerja yang terbatas. BPDAS WSWS Lampung mengembangkan Media Semai Cetak (MSC). MSC merupakan media yang dibuat untuk pengganti polybag didalam pembibitan, berukuran kecil (2cm x 2cm) dan didesain digunakan sebagai media semai sekaligus media tumbuh, sehingga tidak ada kegiatan penyapihan.  Hal ini membuat penggunaan MSC akan sangat efisien, selain akan mengurangi ongkos angkut dalam transportasi bibit ke lapangan. Namun, kajian secara ilmiah efetivitas MSC belum dilakukan, demikian pula kajian tentang komposisi MSC yang tepat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik sebagai media tumbuh tanaman kehutanan. Sifat fisik yang diteliti meliputi kekerasan media MSC, berat volume MSC dan sifat kimia meliputi kandungan hara pada media semai cetak. Hasil penelitian menunjukan bahwa MSC memiliki nilai kekerasan bernilai berkisar 2 - 4 dan berat MSC bernilai 1,50g/cm2 – 1,84g/cm2 juga memiliki unsur kimia tanah pH (5,55-7,73) N total (0,06-0,15), P(2,17-39,28) ,K (0,76-1,62) serta C organik (1,38-4,01). 
DENSITAS HAMA BIBIT TANAMAN HUTAN DI PERSEMAIAN PERMANEN BPDASHL WAY SEPUTIH WAY SEKAMPUNG LAMPUNG SELATAN Yolanda Ayu Saputri; Indriyanto Indriyanto; Ceng Asmarahman
Jurnal Belantara Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v6i2.894

Abstract

The density of pest attacks in nurseries can interfere with growth and reduce seedling quality and can even cause death and cause economic losses. This study aims to analyze the density of each type of pest in the nursery. Data collection was carried out by direct observation of the sample plot at the BPDASHL Way Seputih Way Sekampung Permanent Nursery, Karang Sari Village, Ketapang District, South Lampung Regency. The sample was determined by Cluster Sampling which was based on the type of tree seed, while the placement of sample plots in each seedling bed used Systematic Sampling. The results showed that there were 19 types of pests that attack forest plant seeds in nurseries including leaf curler caterpillars, armyworms, bagworms, brown moths, wood grasshoppers, stone grasshoppers, green steamed grasshoppers, two-lane grasshoppers, small grasshoppers, dompolan lice, lamtoro lice , metallic blue beetle, red rumex beetle, sitona beetle, triple horn moth, walang sangit, koksi beetle, stem borer and snail. The highest density of pests that attack forest seedlings are wood locusts, stem borer beetles and dompolan lice. Nurseries need to monitor the development of pest populations and maintain a balance of climate and cleanliness of the area around the nursery with appropriate silvicultural measures.
Peningkatan Biomassa Bibit Sengon Laut (Falcataria moluccana) Dengan Pemberian Biochar Limbah Kayu Meranti (Shorea Spp.) Kurniawan, Max; Melya Riniarti; Inggar Damayanti; Ceng Asmarahman
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biochar merupakan hasil pirolisis biomassa yang memiliki potensi sebagai pembenah tanah karena kemampuannya memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar kayu meranti terhadap biomassa semai sengon laut (Falcataria moluccana). Penelitian dilakukan selama lima bulan Kaca dan Laboratorium Silvikultur Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu: K (0% biochar), M5 (5%), M10 (10%), M15 (15%), dan M20 (20%), masing-masing dengan 8 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot kering akar (BKA), bobot kering pucuk (BKP), bobot kering total (BKT), dan nisbah pucuk akar (NPA). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 1%. Hasil menunjukkan bahwa seluruh parameter memberikan respons yang sangat nyata terhadap perlakuan biochar. Perlakuan M20 memberikan hasil tertinggi, dengan peningkatan BKA sebesar 75%, BKP sebesar 44%, dan BKT sebesar 51% dibanding kontrol. Peningkatan tersebut dikaitkan dengan kemampuan biochar dalam meningkatkan retensi air, aerasi, dan ketersediaan hara di media tanam. Didapatkan pula penurunan rasio NPA yang mencerminkan distribusi biomassa yang lebih seimbang. Dapat disimpulkan bahwa biochar kayu meranti berpotensi meningkatkan pertumbuhan biomassa sengon laut dan dapat diaplikasikan sebagai pembenah tanah.
Regenerasi Tanaman Aren Pada Berbagai Kondisi Ekologis Tempat Tumbuhnya di Areal Garapan Kelompok Tani Hutan Karya Makmur III Meyzia Ulfa; Indriyanto; Ceng Asmarahman
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.32

Abstract

Abstract : Sugar palm plants are one of the non-timber forest products that are widespread throughout Indonesia. This study aims to determine the regeneration of sugar palm and study the ecological conditions where the sugar palm grows in the area cultivated by the Karya Makmur III Forest Farmers Group in Tahura Wan Abdul Rachman. The research method used is the checkered line method with a sampling intensity of 1.5% or as many as 12 measuring plots of a land area of 31.61 ha. The sub-plots were 20 m x 20 m for the old phase, the sub-plots were 10 m x 10 productive for the phase, the sub-plots were 5 m x 5 m for the young phase and the sub-plots were 2 m x 2 m for the seedling and understorey phases. The results showed that the growth rate of sugar palm in the seedling phase (44 individuals/12 plots) was more dominant than the young phases of sugar palm (10 individuals/12 plots), the productive phase (1 individual/12 plots), and the old phase (8 individuals/12 plots). The development of sugar palms in arable areas has generally not been cultivated en masse and farmers still rely on plants that grow naturally. The conclusion in this study is that the sugar palm plants are spread over the growing area with natural rejuvenation as evidenced by the many sugar palm seedlings found around the palm trees and the ecological conditions in the field affect plant sugar plam plants. Keywords : sugar palm plantations, natural regeneration, ecological conditions