Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-I

Komunikasi Interpersonal Mediator Dalam Proses Mediasi Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung Darisy Syafaah; Lismawati Lismawati
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.709 KB) | DOI: 10.31764/jail.v2i2.1259

Abstract

Abstrak:Penelitian ini membahahas dua persoalan pokok yaitu: 1) Bagaimana komunikasi interpersonal mediator dengan pihak yang berperkara dalam proses perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung?, 2) Faktor apa sajakah yang  mendukung dan menghambat komunikasi interpersonal mediator Pengadilan Agama Tulungagung dalam proses mediasi perkara perceraian?. Metode yang digunakan peneliti untuk menjawab permasalahan tersebut adalah metode  kualitatif deskriptif  melalui studi kasus perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Negeri Tulungagung. Adapun untuk memperoleh hasil data secara rinci, penelitian ini menggunakan metode  wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  1) Mediator mengaplikasikan 5 prinsip hukum komunikasiefektif dalam  melaksanakan mediasi dengan pihak yang berperkara pada kasus perceraian di pengadilan Agama Tulungagung yaitu: empati, menghormati, dapat didengarkan atau dimengerti, kejelasan pesan, dan sikap rendah hati yang ditunjukkan melalui sikap dan tutur mediator, 2) Keberhasilan mediator dalam komunikasi interpersonal  untuk menekan angka perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung disebabkan oleh sikap tegas  dan netral mediator dalam mengarahkan pihak yang berperkara  serta sikap pihak berperkara yang terbuka. Namun di sisi lain, komunikasi interpersonal terkadang menunjukkan keberhasilan yang rendah karena permasalahan tawar menawar yang rumit terkait harta gono gini, sikap kukuh para pihak yang berperkara untuk bercerai, serta keengganan mengikuti proses mediasi sebagai jalan untuk mempercepat proses perceraian Abstract:This study addresses two main issues, namely: 1) How is mediator interpersonal communication with litigants in the divorce process in the Tulungagung Religious Court?. To answer this problem, researchers used descriptive qualitative methods oriented to divorce case studies that took place in the Tulungagung District Religious Court. In order to obtain detailed data results, researchers used three methods of data collection, namely interviews, observation and documentation as non-human data sources. The results showed that 1) Mediators applied 5 principles of interpersonal communication in conducting mediation with litigants in divorce cases at the Tulungagung Religion court, namely: empathy, respect, can be heard or understood, clarity of messages, and a humble attitude that was shown through attitude and speech mediator, 2) The success of the mediator in interpersonal communication to reduce divorce rates in the Tulungagung Religious Court is caused by the firm and neutral attitude of the mediator in directing the litigant party and the open attitude of the litigant party.However, on the other hand, interpersonal communication sometimes shows low success because of the problem of complicated bargaining related to property, the firm attitude of the parties to divorce, and reluctance to follow the mediation process as a way to speed up the divorce process.
Analisis Siaran Berita Pada Drama Korea “Pinocchio” Dalam Perspektif Kode Etik Jurnalistik Darisy Syafaah; Nadila Anis Kusumawati
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4, No 1 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v4i1.2961

Abstract

Abstrak:Penelitian terhadap drama korea Pinocchio bertujuan untuk mengetahui bagaimana etika jurnalistik yang ditampilkan dalam drama korea Pinocchio. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis wacana Teun A. V Dijk. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa adegan dengan aspek audio visual dalam drama Pinocchio. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya terdapat  pelanggaran kode etik jurnalistik yang telah dilakukan oleh stasiun televisi MSC News yang meliputi pelanggaran etik jurnalistentang  sikap independensi, akurat dan berimbang, cara profesional dalam pembuatan berita, pengujian informasi serta validasi dan tidak membuat berita bohong serta penyalahgunaan profesi dalam melakukan kegiatan jurnalistik dalam pemberitaan. Sedangkan ditinjau dari naskah alur cerita yang telah penulis bangun dari awal hingga akhir menyimpulkanadanya topik utama drama korea Pinocchio yang menggambarkan  realita kehidupan jurnalis yaitu motivasi menjadi seorang jurnalis demi membersihkan nama baik seseorang akibat pelanggaran kode etik jurnalistik. Analisis konteks sosial, kognisi dan teks penulis skenario membuat drama ini untuk menggambarkan pada para reporter agar jangan mudah membuat berita berdasarkan spekulasi dan rumor sehingga tidak merugikan orang lain. Abstract:The study of Korean drama Pinocchio aims to find out how journalistic ethics was displayed in Korean drama Pinocchio. This research is a qualitative research that uses discourse analysis Teun A. Van Dijk. The date used in this study are primary data form scenes with audio visual aspects in the drama Pinocchio.The results showed that there were violations of the journalistic code of ethics that had been committed by the MSC News television station, which included violations of journalists' ethics regarding independence, accuracy and balance, professional ways of making news, testing information and validation and not making fake news and professional abuse in doing journalistic activities in reporting. Meanwhile, in terms of the storyline script that the writer has built from beginning to end, it is concluded that the main topic of the Korean drama Pinocchio, which describes the reality of a journalist's life, is the motivation to become a journalist in order to clear one's good name due to violations of journalistic code of ethics. Analysis of the social context, cognition and text of the screenwriters made this drama to illustrate to reporters not to easily make news based on speculation and rumors so as not to harm others.
Strategi Komunikasi Akun Instagram Kacamatan Tulungagung Sebagai Media Informasi Masyarakat Darisy Syafaah; Gallih Ari Fadhli
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5, No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v5i1.5179

Abstract