Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Metanol Biji Pepaya (Carica papaya) Terhadap Aktivitas Antioksidan dalam Sediaan Masker Gel Peel-Off Nita Safitri; Dina Rahmawanty; Destria Indah Sari
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13296

Abstract

Ekstrak metanol biji C. papaya memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 53,41 ppm. Antioksidan dapat menghambat radikal bebas sehingga dapat diolah menjadi sediaan kosmetik masker gel peel-off. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50  pada sediaan masker gel peel-off ekstrak metanol biji C. papayadan menentukan pengaruh konsentrasi ekstrak metanol biji C. papaya terhadap aktivitas antioksidan dalam sediaan masker gel peel-offmenggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Sampel pembanding asam askorbat dan masker gel peel-off dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 0,25% (F1); 0,5% (F2) dan 1% (F3). Formulasi masker gel peel-off menggunakan PVA dan HPMC sebagai gelling agent, metil paraben dan propil paraben sebagai pengawet, gliserin sebagai humektan dan aquadest sebagai pelarut. Nilai IC50 asam askorbat yaitu 7,304±0,2208 ppm. Nilai IC50  masker gel peel-off yaitu 273,226±0,0432 ppm (F1); 266,127±0,0600 ppm (F2); dan 198,049±0,0726 ppm (F3). Analisis data menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak metanol biji C. papaya berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas antioksidan masker gel peel-off. Kata Kunci : Antioksidan, DPPH, Ekstrak Metanol Biji Pepaya, Masker Gel Peel-Off  The antioxidant activity of methanol extract of C. papaya seeds has the IC50 value of 53.41 ppm. Antioxidants can inhibit free radicals therefore they can be processed into cosmetic preparations peel-off gel masks. This study aims to determine IC50  value of peel-off gel mask preparation of extracted C. papaya seeds and to determine effect of methanol extract concentration of C. papaya seeds on the antioxidant activity on peel-off gel mask preparation using DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The comparison samples were ascorbic acid and peel-off gel mask with the extract concentrations variety of 0.25% (F1); 0.5% (F2) and 1% (F3). The peel-off gel mask formulation used PVA and HPMC as the gelling agents, methyl paraben and propyl paraben as the preservatives, glycerin as the humectant and aquadest as the solvent. The result showed the IC50 ascorbic acid value as 7.304±0.2208 ppm and IC50 peel-off gel mask value as 273.226±0.0432 ppm (F1); 266.127±0.0600 ppm (F2); and 198.049±0.0726 ppm (F3). Data analysis showed that the concentration variety of C. papaya seeds methanol extract caused a significant effect on the antioxidant activity of peel-off gel masks.
Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Non-Kesehatan tentang GERD melalui Penyuluhan Berbasis Leaflet Shafa Alifia Nurjihan; Difa Intannia; Valentina Meta Srikartika; Dina Rahmawanty; Noor Cahaya; Yuniva Yomaris Sinaga; Debora Eka Asih; Renara Christia Talyeta Leyen; Salamah Sabina Balqis; Aulia Rahmah; Anneliese Yasmin Cesaria; David Luis Rajaurung Sembiring; Muhammad Rifki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i2.19281

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan yang prevalensinya terus meningkat dan kini menjangkau sekitar 20% populasi dunia, termasuk kalangan mahasiswa yang rentan akibat tekanan akademik, pola makan tidak teratur, dan kebiasaan tidak sehat. Mahasiswa non-kesehatan umumnya memiliki keterbatasan pengetahuan tentang gejala, pencegahan, dan penatalaksanaan GERD yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa non-kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengenai GERD melalui penyuluhan berbasis leaflet edukatif yang memuat pesan pencegahan GERD (MEGA) dan penanganan awal (REDA) melalui kegiatan konseling kelompok kecil dan individual. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2026 di Gedung I FMIPA ULM Banjarbaru, melibatkan 27 mahasiswa dari berbagai program studi non-kesehatan. Metode evaluasi menggunakan pretest dan posttest berupa 9 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rerata pretest 41,97% menjadi 97,53% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 55,55%. Seluruh pertanyaan menunjukkan kenaikan persentase jawaban benar lebih dari 50%. Leaflet terbukti efektif sebagai media edukasi yang mampu menyampaikan informasi tentang gejala, faktor risiko, pencegahan (jargon MEGA), penanganan darurat (jargon REDA), dan penggunaan obat rasional secara komprehensif. Kegiatan penyuluhan kesehatan berbasis leaflet efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa non-kesehatan tentang GERD. Kata Kunci: Gastroesophageal Reflux Disease, Leaflet, Mahasiswa, Promosi Kesehatan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a digestive disorder with increasing prevalence affecting approximately 20% of the global population, including university students who are particularly vulnerable due to academic pressure, irregular eating habits, and unhealthy lifestyles. Non-health science students generally have limited knowledge regarding GERD symptoms, prevention, and appropriate management. This community service activity aims to increase the knowledge of non-health science students at Lambung Mangkurat University (ULM) regarding GERD through educational outreach using informational leaflets that convey messages on GERD prevention and initial management via small-group and individual counseling sessions. The activity was conducted on May 26, 2026, at Building I of FMIPA ULM Banjarbaru, involving 27 students from various non-health science programs. Evaluation employed a 9-item multiple-choice pretest and posttest. Results demonstrated an improvement knowledge, from a pretest mean of 41.97% to a posttest mean of 97.53%, representing an increase of 55.55%. All questions showed an improvement in correct answer rates exceeding 50%. The leaflet proved effective as an educational medium delivering comprehensive information on symptoms, risk factors, prevention (MEGA acronym), emergency management (REDA acronym), and rational medication use. Leaflet-based health education is effective in improving non-health science students' knowledge of GERD.