Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gambaran Aktifitas Pelatihaan Pembuatan Batako Pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas II B Bangko Utami, Sri UtamiGambaran Aktifitas Pelatihaan Pembu
FOKUS Vol 5, No 1: JURNAL FOKUS : November 2018
Publisher : STKIP YPM Bangko

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Lapas Klas II B bangko telah berhasil menjalankan program-program life Skill . Salah satunya program kerjanya yaitu pelatihan keterampilan pembuatan batako yang diadakan di  lapas kelas II B Bangko. Tujuan penelitian ini adalah menemukan gambaran aktifitas kegiatan pelatihaan pembuatan batako pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas II B Bangko.Berdasarkan analisis data yang diperoleh ditemukan bahwa aktifitas verbal, non verbal dan mental dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan batako sudah dapat dikatakan terlaksana dengan baik, hal ini terlihat dari peserta didik menjawab selalu dan sering pada kuisioner yang dibagikan. Saran yang dapat dikemukakan adalah diharapkan kepada warga binaan untuk dapat meningkatkan aktivitas belajarnya agar menghasilkan penguasaan keterampilan bagus dan berkuliatas dan juga bagi  penyelenggara dan instruktrur pelatihan keterampilan pembuatan batako supaya selalu menarik perhatian belajar pelatihan, dengan cara menggunakan mediamedia, metode dan strategi pembelajaran yang akan membangkitkan perhatian peserta pelatihan sehingga peserta aktif dalam mengikuti segala kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan batako.
PROSES PEMBELAJARAN PAKET A DI MASA PANDEMI COVID 19 DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN MERANGIN Uying Hapid Alatas; M Syukurman; Sri Utami
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v9i1.17251

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh proses pembelajaran paket Ayang dilakukan di SKB Merangin pada masa pandemi covid 19. Permasalahan dalam pembelajaran pada umumnya yaitu terletak pada metode yang digunakan, terutama pada program paket A dimana usia warga belajar berbeda-beda dan karakteristik warga belajar yang juga berbeda-beda membuat tutor harus tepat dalam memilih metode pembelajaran. Berdasarkan observasi, kegiatan pembelajaran program Paket A di SKB masih banyak dijumpai peserta didik yang berperilaku kurang disiplin banyaknya peserta didik yang datang terlambat peserta didik yang mengikuti pembelajaran program paket A hanya termotivasi untuk sekedar mendapatkan ijazah. Selain itu penggunaan media pembelajaran yang digunakan pada situasi pandemi Covid 19, terhadap rendahnya motivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran..Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Dalam pengambilan data peneliti menggunakan beberapa tehnik, yaitu: observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun informan penelitian meliputi kepala dan tenaga pendidik di SKB Merangin..Teknik yang digunakan dalam penjaminan keabsahan data adalah tehnik Triangulasi.. Sedangkan untukkendala dalam proses pembelajaran kejar paket A di SKB Merangin, disebabkan masih kuatnya tradisi melangun yang dilakukan warga terutama suku SAD, kurangnya fasilitas berupa ruang kelas atau bangunan untuk tempat belajar dan kurangnya peralatan tulis atau media pembelajaran yang digunakan. Untuk itu diperlukan pemahaman tutor dalam mempersiapkan media pembelajaran yang menarik agar tercipta proses pembelajaran yang menarik dan mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan alat tulis yang diperlukan warga belajar. 
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ADANYA SANGSI ADAT ( Studi Kasus di Desa Pinang Merah Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin Provinsi Jambi ) Uying Hapid Alatas; Sri Utami
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 6, No 2 (2021): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.185 KB) | DOI: 10.37058/jpls.v6i2.4204

Abstract

Customary law is a rule of human behavior in everyday life, always respected and respected because it has legal consequences or sanctions for violations that have been committed. However, the facts in the field show that many customary violations occur every year. The most common violation is kawin lari. The purpose of this research is to find out why the kawin lari customary violation is increasing in Pinang Merah Village and to find out whether the implementation of customary sanctions for kawin lari is in accordance with the customary rules that apply in Pinang Merah Village and to find out how the community's perception of the traditional kawin lari sanction in Pinang Village. Red. This research uses a case study approach with descriptive qualitative research methods. The collection technique uses observation, interview and documentation. The informants in this study amounted to 5 (five) people with the informant selection technique using purposive sampling. Data analysis techniques in this study were data reduction, data presentation and conclusions. Techniques for ensuring the validity of data Credibility, Transferability, Dependability and Comfirmability. Based on the results of data analysis, it was found that the increase in violations of the kawin lari custom was due to the lack of parental supervision and guidance towards children. Children are not well controlled, which results in children engaging in promiscuity. Elopement is one of the consequences of promiscuity. For the implementation of customary sanctions, it was found that the implementation of the traditional kawin lari sanction in Pinang Merah Village has not been implemented properly. Because there are still many violations of the kawin lari custom. Meanwhile, the community's perception of the kawin lari customary sanction is that it is a rule that must be obeyed by the community. sanctions are a hereditary inheritance from their ancient ancestors and are still used today. However, in reality, the customary sanction of kawin lari has not been implemented properly because there is still selective cutting or favoritism between the community. The suggestion in this research is that the community should obey the village customary rules that apply in Pinang Merah Village by paying customary sanctions given by the customary institution as a sign of having done something wrong. Customary institutions in order to provide understanding to the community to follow the customary rules of Pianang Merah Village, in order to reduce violations of customary sanctions.
Sosialisasi penggunaan bahasa masyarakat dalam berkomunikasi di Desa Gading Jaya Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Uying Hapid Alatas; Utami Sri; M Syukurman; Fatimah A. S; Iswandi Iswandi
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.17470

Abstract

Dari pengabdiann yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui  pengggunaan  bahasa masyarakat dalam berkomunikasi di Desa Gading Jaya kecamatan Tabir Selatan di dalam Kehidupan bermasyarakat dengan sosialisasi. Alat komunikasi yang paling handal ampuh dalam kehidupan bersama dalam suatu masyarakat adalah bahasa. Sebagai manusia dimuka bumi, pastinya mempunyai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi bahkan memiliki ragam yang bervariasi, hal ini tergantung dengan sudut pandang yang digunakan bahasa itu. Sudut pandang yang dimaksud yaitu waktu dan tempat, pembicara-pendengar, topik yang dibicarakan, tujuan yang akan dicapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan jenis penelitian deskriftip. Data yang dikumpulkan dengan cara mendengarkan dan berinteraksi dengan masyarakat desa Gading Jaya Tabir Selatan ketika berkomuikasi langsung. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan berinteraksi pada saat berkomunikasi. Tidak jarang dalam kenyataan sehari-hari kita dapati bahwa komunikasi yang kita lakukan tidak berhasil akibat ketidaktepatan cara berkomunikasi yang kita lakukan.
Sosialisasi penggunaan bahasa masyarakat dalam berkomunikasi di Desa Gading Jaya Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Uying Hapid Alatas; Utami Sri; M Syukurman; Fatimah A. S; Iswandi Iswandi
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.17470

Abstract

Dari pengabdiann yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui  pengggunaan  bahasa masyarakat dalam berkomunikasi di Desa Gading Jaya kecamatan Tabir Selatan di dalam Kehidupan bermasyarakat dengan sosialisasi. Alat komunikasi yang paling handal ampuh dalam kehidupan bersama dalam suatu masyarakat adalah bahasa. Sebagai manusia dimuka bumi, pastinya mempunyai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi bahkan memiliki ragam yang bervariasi, hal ini tergantung dengan sudut pandang yang digunakan bahasa itu. Sudut pandang yang dimaksud yaitu waktu dan tempat, pembicara-pendengar, topik yang dibicarakan, tujuan yang akan dicapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan jenis penelitian deskriftip. Data yang dikumpulkan dengan cara mendengarkan dan berinteraksi dengan masyarakat desa Gading Jaya Tabir Selatan ketika berkomuikasi langsung. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan berinteraksi pada saat berkomunikasi. Tidak jarang dalam kenyataan sehari-hari kita dapati bahwa komunikasi yang kita lakukan tidak berhasil akibat ketidaktepatan cara berkomunikasi yang kita lakukan.
Proses Pembelajaran Suku Anak Dalam di Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Uying Hapid Alatas; Sri Utami; M. Syukurman
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 12: November 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i12.1110

Abstract

This research is motivated by the education of the Anak Dalam Tribe, where currently SAD is also very concerned about their education for the life to come. This is the basis of the research, namely how the learning process for SAD children is and what methods are used in the SAD teaching and learning process. This study aims to describe and reveal the learning process for the inner tribe in Pauh Menang Village, Pamenang District, Merangin Regency. This research uses a qualitative case study approach. To describe the SAD learning process, the data collection techniques used were observation, interview and documentation techniques. Research informants are SAD administrators, tribal chiefs and tutors who educate, and purposive sampling technique is used. Data analysis is done by describing data, reducing data, classifying data, analyzing data units, interpreting data, and drawing conclusions. The technique of guaranteeing the validity of the data is done by checking the degree of trustworthiness of the data through different times and tools. The results show that the SAD learning process in Pauh Menang Village is the learning process that does not use lesson plans and does not use the final results of learning. Before learning begins, they are accustomed to praying, first one of the students comes forward to lead the prayer, and before the teaching and learning process begins, the tutor uses an approach to students so that when they study they are not afraid or embarrassed. When the teaching and learning process takes place, not all students understand what is taught by the tutor, here the tutor teaches one by one to these students and they want to follow it. After learning is complete, students conclude the learning equipment and one of the students comes forward to lead the prayer home. After praying, the children went home and kissed the hand of the tutor who taught them.
Penyusunan Literasi Bahasa Inggris Dasar Bagi Anak Anak Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Gading Jaya Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin : Development of Basic English Literacy for Children of the Suku Anak Dalam (SAD) in Gading Jaya Village, South Tabir District, Merangin Regency Uying Hapid Alatas; Rizal Fadli; Iswandi; Aksul Dewi Fikra; Sukur; Diyan Andriani; Sri Utami
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i2.5097

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi awal dan pengenalan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris dasar, pada anak-anak Suku Anak Dalam di Desa Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat terhadap komunitas adat yang masih memiliki keterbatasan dalam akses pendidikan dan perkembangan literasi. Anak-anak Suku Anak Dalam umumnya mengalami kesulitan dalam berinteraksi serta memahami penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk dalam pengenalan Bahasa Inggris dasar. Namun demikian, masyarakat Suku Anak Dalam di Desa Gading Jaya mulai menunjukkan perubahan positif terhadap pendidikan dan perkembangan zaman, ditandai dengan meningkatnya minat anak-anak untuk mengikuti pembelajaran di sekolah terdekat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan literasi dan pengetahuan dasar Bahasa Inggris anak-anak dapat berkembang sehingga mampu mendukung proses belajar dan interaksi sosial mereka di lingkungan masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci: Literasi,Suku Anak Dalam, Bahasa Inggris dasar,  Anak-anak, Belajar. Abstract This community service program aims to improve early literacy understanding and introduce foreign languages, especially basic English, to children of the Suku Anak Dalam community in Gading Jaya Village, Tabir Selatan District, Merangin Regency. The program was conducted as a form of community service for an indigenous community that still faces limitations in educational access and literacy development. Children of the Suku Anak Dalam generally experience difficulties in social interaction and in understanding proper Indonesian language usage, including basic English. Nevertheless, the Suku Anak Dalam community in Gading Jaya Village has begun to show positive changes toward education and modern development, as reflected in the increasing interest of children in attending nearby schools. Through this program, it is expected that children’s literacy skills and basic English knowledge can improve to support their learning process and social interaction within the wider community. Keywords: Literacy, Suku Anak Dalam, Basic English, Children, Learning