Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES

EKSPLORASI KECERDASAN BERHITUNG ANAK DENGAN PEMBELAJARAN TERBIMBING MELALUI PERMAINAN ABAKUS Idam Abdurrohim Hasani Suratmin; Helmiyetti
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 4 No. 1
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v4i1.27433

Abstract

Anak adalah aset generasi bangsa. Di tangan merekalah estafet kehidupan dari generasi terdahulu akan diserahkan. Mendapat pendidikan yang layak adalah hak setiap anak. Namun banyak faktor yang mempengaruhi kualitas belajar anak. Pendidikan adalah salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan perlindungan anak merupakan suatu upaya untuk menciptakan kondisi dimana anak dapat melaksanakan hak dan kewajibanya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada tanggal 03 s.d 12 Maret 2023 didapatkan hasil bahwa terdapat anak dengan inisialnya adalah RF yang tinggal di RT 13 memiliki keinginan belajar yang tinggi, terkhusus dalam bidang matematika. Namun antusias yang tinggi yang tidak didukung dengan lingkungan keluarga yang mendukung membuat anak tidak dapat mengembangkan pola belajar mereka terkait mata pelajaran matematika tersebut. Hal ini berakibat pada kemampuan anak dalam berhitung yang sangat buruk dan berdampak pada pendidikan anak tersebut di sekolah yang harus tidak naik kelas. Selain itu, permasalahan lain yang ditemui pada RF ialah kemampuan anak dalam mengutarakan pendapat di depan umum sangat kurang. Maka dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kemudian menjadi suatu kesempatan untuk pengabdian dengan program mengadakan pendampingan belajar berhitung untuk mengeksplorasi kecerdasan RF dengan menggunakan media abakus. Hasil pendampingan diperoleh kemajuan kemampuan anak dalam memahami konsep perhitungan dasar (Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan Pembagian). Selain itu, kemampuan anak dalam berbicara di depan umum lebih terlihat dan anak lebih riang dari sebelum terjalannya program.
DAMPAK BROKEN HOME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA ANAK STUDI KASUS: O (INISIAL NAMA ANAK) MURID SD NEGERI 75 KOTA BENGKULU Barkah Yanuar Damar Dani; Helmiyetti
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 4 No. 1
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v4i1.27449

Abstract

Kuliah kerja nyata (KKN) adalah salah satu bentuk pendidikan dengan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membaur di tengah – tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung mengidentifikasi serta memberikan solusi masalah – masalah yang dihadapi. Broken home adalah suatu masalah di dalam rumah tangga yang berdampak buruk bagi anak. Anak dari keluarga yang broken home cenderung memiliki tersendiri untuk berbaur dengan yang lain. O merupakan anak dengan status keluarga broken home. Ayahnya wafat pada saat ia berumur sebelas tahun, ibunya sibuk mencari nafkah, kakaknya pergi merantau untuk membantu perekonomian keluarga. Setelah pulang sekolah O membantu pekerjaan rumah sebelum pergi ke lapak dagangan ibunya. Ibu O berprofesi sebagai pedagang buah di Simpang Kandis, ia berjualan dari pagi hingga larut malam sehingga tidak memiliki waktu untuk mendampingi belajar anaknya. O memiliki masalah susah menangkap pembelajaran pelajaran hal ini yan membuat motivasi belajarnya rendah. Pengumpulan data dilakukan sembari melakukan pendampingan terhadap anak dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi pribadi dengan teknis menyimak dan memperhatikan aktivitas anak, dan menulis semua kegiatan dan perilaku anak. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan metode kualitatif dan dianalisis dengan analisa deskriptif. Anak dengan kasus broken home memiliki motivasi belajar tidak stabil dan cenderung rendah, maka dari itu sangat diperlukan peran orang tua dalam mendampingi kegiatan belajar anak. Kesehatan mental anak adalah hal penting, diharapkan kepada orang tua dapat menyeimbangkan kebutuhan fisik dan rohani anak. Orang tua merupakan panutan dan teladan bagi anak-anaknya. Pada proses pertumbuhan anak orang tualah yang berperan penting dalam pembuatan karakter terdekat anak. Pemberian motivasi dan penguatan karakter pada anak broken home dapat meningkatkan semangat untuk menggapai cita-citanya di masa depan.