Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Antenatal Care, Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Resiko Terjadinya Perdarahan pada Ibu Hamil Trimester I (Satu) Sela Mariana Mangoto; Susaldi Susaldi; Ratna Wulandari
Indonesia Journal of Midwifery Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): Indonesia Journal of Midwifery Sciences (IJMS)
Publisher : SCIPRO Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/ijms.v2i2.123

Abstract

Latar Belakang: Perdarahan pada kehamilan sudah masalah yang cukup serius yang terjadi pada masyarakat Indonesia yang mengakibatkan mortalitas yang cukup tinggi pada ibu-ibu di Indonesia. Antenatal Care, Tingkat pengetahuan, dan Dukungan Keluarga merupakan salah satu faktor terjadinya perdarahan pada ibu hamil  trimester I (Satu) Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Antenatal Care, Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Resiko Terjadinya Perdarahan pada Ibu Hamil Trimester I (Satu)  di Puskesmas Malifut  Kec. Malifut Maluku Utara Tahun 2022 Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Cross-sectional  pada Ibu Hamil trimester 1 (satu) di Puskesmas Malifut Tahun 2022. Jumlah sampel meliputi 40 Ibu Hamil Trimester 1 (satu). Data Antenatal Care  diperoleh dari Buku KIA. Data Tingkat pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga diperoleh dengan menggunakan Kuesioner. Analisis data dengan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis yang berhubungan dengan kejadian perdarahan pada trimester 1 (satu)  adalah Antenatal Care dan Tingkat Pengetahuan Ibu (p-value=0.000), sedangkan Dukungan keluarga tidak berhubungan dengan Resiko perdarahan pada Trimester 1 (p-value=0,015) Kesimpulan: Antenatal Care dan Tingkat pengetahuan berhubungan dengan Resiko terjadinya perdarahan pada ibu hamil Trimester 1 di Puskesmas Malifut  Kec. Malifut Maluku Utara. Tahun 2022
Hubungan Antara Pembatasan Smartphone dengan Prestasi Belajar, Pola Tidur, dan Perkembangan Emosional pada Remaja di MTs Assa’adah Kabupaten Bogor Tahun 2022: The Relationship Between Smartphone Restrictions and Learning Achievement, Sleep Patterns, and Emotional Development in Adolescents at MTs Assa'adah Bogor Regency in 2022 Denisa Dravioni; Susaldi Susaldi; Irawan Danismaya
Open Access Jakarta Journal of Health Sciences Vol 2 No 6 (2023): Open Acces Jakarta Journal of Health Sciences
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/oajjhs.v2i6.223

Abstract

Latar Belakang: Smartphone adalah salah satu wujud teknologi yang berkembang pesat yang dirancang untuk fungsionalitas yang lebih besar, lengkap, dan praktis. Penggunaan smartphone yang terus menerus dapat menganggu keseharian remaja sehingga akan sangat ketergantungan dan menjadi kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari. Pembatasan smartphone dilakukan untuk menghindari masalah yang ditimbulkan dari penggunaan smartphone yang muncul dalam bentuk kecanduan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pembatasan smartphone dengan prestasi belajar, pola tidur, dan perkembangan emosional remaja di MTs Assa’adah. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling (purposive sampling) dengan 79 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil hubungan antara pembatasan smartphone dengan prestasi belajar menunjukkan p-value 0,005. Hubungan antara pembatasan smartphone dengan pola tidur p-value 0,002. Hubungan yang signifikan antara pembatasan smartphone dengan perkembangan emosional p-value 0,000. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pembatasan smartphone terhadap prestasi belajar, pola tidur dan perkembangan emosional pada remaja di MTs Assa’adah kabupaten Bogor tahun 2022
Hubungan Self-Efficacy, Dukungan Orang Tua Dan Dukungan Teman Sebaya Dengan Kecemasan Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju Tahun 2024 anggia sukma septian; Nina Nina; Susaldi susaldi
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 3 No.2 November 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jksm.v3i2.1853

Abstract

Kecemasan merupakan gangguan kesehatan mental kedua tertinggi di Indonesia, di Provinsi DKI Jakarta terdapat 28,747 orang yang mengalami gangguan kecemasan hingga depresi menurut KemenKes. Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyelesaikan tugas akhir, ketika mahasiswa merasa persyaratan tugas akhir itu berat, mahasiswa cenderung mengalami kecemasan hingga stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy, dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya dengan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi menggunakan spearmen dengan teknik pengambilan sampel total sebanyak 135 orang. Hasil penelitian ini menggambarkan tingkat kecemasan sedang 11.9%, berat 53.3% dan sangat berat 14.1%, Self-efficacy rendah 53.3%, mahasiswa yang tidak mendapatkan dukungan orang tua sebanyak 53.3%, dan mahasiswa yang tidak mendapatkan dukungan teman sebaya sebanyak 61.5%. Hal ini menunjukan adanya hubungan antara kecemasan dengan self-efficacy dengan p value 0.036 (<0.05), adanya hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan dengan p value 0.019 (<0.05) dan adanya hubungan dukungan teman sebaya dengan kecemasan dengan p value 0.027 (<0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara Self-Efficacy, dukungan orang tua, dan dukungan teman sebaya dengan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir, yang ditandai dengan peningkatan kecemasan ketika mahasiswa merasa tidak memiliki dukungan yang cukup dari orang tua dan teman sebaya, serta memiliki Self-Efficacy yang rendah.
Hubungan Self Management Dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di RS PMI Kota Bogor Pada Tahun 2023 Novi Haris Susilowati; Risky Kusuma H; Susaldi Susaldi
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i2.228

Abstract

The uncontrolled condition of DM patients can cause functional decline in the body which affects the quality of life and causes worsening of the condition. One of the actions to improve the quality of life is self-management. The purpose of this study was to determine the relationship between self-management and quality of life of type II diabetes mellitus patients. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. It was found that the number of respondents was 98 people taken using purposive sampling. Research instruments to measure self-management using the diabetes self management questionnaire (DSMQ), and instruments to measure quality of life using WHOQOL-BREEF's quality of life. Data analysis using chi square and obtained the largest ODS Ratio with a number (2.314) with a P value of 0.070 where there is a relationship between physical activity and quality of life and it can be concluded that there is a relationship between self-management and the quality of life of diabetes mellitus patients with a positive association direction.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI STIGMASI SOSIAL DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN RESIKO KOMPLIKASI KEHAMILANPADA IBU HAMIL USIA REMAJA DIPUSKESMAS KARANGPAWITANKABUPATEN GARUTTAHUN 2023 Irma Roslianti; Susaldi Susaldi; Salfia Darmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/83ff7419

Abstract

Kehamilan pada usia remaja merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Risiko komplikasi kehamilan pada ibu hamil usia remaja lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil usia dewasa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi, stigma sosial, dan kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi, stigma sosial, dan dukungan keluarga terhadap risiko komplikasi kehamilan pada ibu hamil usia remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kepada 100 ibu hamil usia remaja di wilayah kerjja Puskesmas Karangpawitan Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi, stigma sosial, dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan terhadap risiko komplikasi kehamilan pada ibu hamil usia remaja. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi ibu hamil usia remaja, mengurangi stigma sosial terhadap ibu hamil usia remaja, dan meningkatkan dukungan keluarga terhadap ibu hamil usia remaja.
HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DAN RIWAYAT DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUANGAN HEMODIALISA DI RSUD KISA KOTA DEPOK TAHUN 2025 Ariska Dwi Febrianti; Susaldi Susaldi; Yani Handayani
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v3i1.2438

Abstract

Hypoglycemia is one of the common complications in patients with end-stage chronic kidney disease undergoing hemodialysis therapy. Nutritional status, measured by Body Mass Index (BMI), and a history of Diabetes Mellitus (DM) are suspected to contribute to the occurrence of hypoglycemia. This study aimed to determine the relationship between BMI and history of DM with the incidence of hypoglycemia among hemodialysis patients at Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Regional Public Hospital, Depok City. This study employed a quantitative method with an observational analytic design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 145 hemodialysis patients selected using a total sampling technique. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of hemodialysis patients were classified as obese based on BMI, while most patients did not have a history of DM. Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between BMI and the incidence of hypoglycemia among hemodialysis patients (p value = 0.001; p < 0.05). In addition, a significant relationship was found between a history of DM and the incidence of hypoglycemia in hemodialysis patients (p value = 0.001; p < 0.05). In conclusion, BMI and history of DM are significantly associated with the incidence of hypoglycemia in hemodialysis patients. It is recommended that healthcare providers conduct appropriate screening and optimal blood glucose monitoring based on patients’ nutritional status and history of DM.