Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Promosi Kesehatan Hipertensi Pada Usia Produktif Sampai Lansia di Wilayah Desa Lulut RT 04 RW 02 Kec. Klapanunggal Kab. Bogor Gina Octavianie; Judika Pakpahan; Tari Maspupah; Nina; Trinita Debora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 01 Nomor 02 April 2022
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.269 KB) | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i02.11

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Keadaan tersebut mengakibatkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, merusak pembuluh darah, bahkan menyebabkan penyakit degenerative, hingga kematian. Tujuan: Tujuan pengabdian ini ialah untuk menganalisis determinan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah Desa Lulut RT 04 / RW 02 Kecematan Klapanunggal tahun 2021. Metode: Metode yang digunakan adalah Penyuluhan kemudian diukur tingkat pengetahuannya tentang hipertensi menggunakan instrument kuesioner Pre Test dan Post Test. Hasil: Hasil pengabdian mendapatkan bahwa gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat dan pola aktivitas fisik kurang secara bermakna berpengaruh terhadap terjadinya faktor risiko terjadinya Hipertensi. Kesimpulan: Gaya hidup dengan mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan aktivitas fisik yang kurang memiliki risiko tinggi mengalami Hipertensi. Sebelum diberikan penyuluhan sekitar 30% peserta yang  belum memiliki pengetahuan baik tentang bagaimana mencegah Hipertensi dengan pola makan yang sehat dan gaya hidup yang baik. Setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan peserta meningkat 60%.
Pengendalian Diri, Lingkungan dan Sumber Informasi terhadap Perilaku Seksual Remaja Anak Jalanan nina nina; Ajeng Setianingsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.579 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v7i04.171

Abstract

Abstrak Dinas Sosial tahun 2015, mencatat jumlah anak jalanan di Jawa Barat mencapai 6.899 anak dan 525 anak diantaranya berada di Kota Depok. Berdasarkan hasil studi pendahuluan ditemukan 8 dari 10 anak jalanan mengaku pernah dan telah berpacaran dengan bentuk perilaku seksual yang dilakukan antara lain; perpegangan tangan, berpelukan, berciuman dan 6 dari 10 anak jalanan mengaku telah melakukan hubungan seksual dengan partner seks mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengendalian Diri, Lingkungan dan Sumber Informasi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Anak Jalanan di Kota Depok Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dan analisa data secara univariat dan bivariat. Populasi adalah seluruh anak remaja jalanan di Kota Depok usia 10-19 tahun pada tahun 2017 yang telah terdata oleh Dinas Sosial Kota Depok yaitu sebanyak 333 orang, dipilih menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang mulai tanggal 4-11 Mei 2018 diberbagai titik disekitar Kota Depok seperti terminal, lampu merah, stasiun dan tempat yang sering dijadikan tempat berkumpulnya anak jalanan di Kota Depok. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan antara pengendalian diri (p-value= 0.006), sumber informasi (p-value= 0.021) dan lingkungan (p-value= 0.014) Terhadap Perilaku Seksual Remaja Anak Jalanan di Kota Depok Tahun 2017. Diperlukan kerjasama berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan perilaku seksual remaja anak jalanan di Depok yang lebih baik, melalui peningkatan pengetahuan dan keberadaan sumber informasi diharapkan mampu meningkatkan pengendalian diri remaja anak jalanan serta adanya penjaringan kesehatan pada kelompok berisiko sedini mungkin untuk menghindari penyebaran penyakit seksual serta faktor risiko lainnya.
Hubungan Pengetahuan, Sarana, dan Sosial Ekonomi dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada Masyarakat nina nina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.034 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v8i01.206

Abstract

Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) termasuk salah satu contoh yang tidak sehat, sebagai upaya untuk merubah perilaku buang air besar yang masih belum memenuhi syarat kesehatan diperlukan berbagai strategi yang salah satunya adalah melalui penyuluhan. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat harus melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan setiap individu, keluarga, dan lingkungan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara buang air besar sembarangan (BABS) dengan pengetahuan, sarana, dan sosial ekonomi di Desa Tugu Utara Dusun Rawa Gede Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain Cross Sectional berdasarkan perhitungan besar sampel, maka besar sampel minimal yang dibutuhkan adalah 98 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis menggunakan Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan P=0,026; OR=0,382, sarana P=0,025; OR=384, sosial ekonomi P=0,004; OR=3,735 dengan perilaku buang air besar sembarangan. Salah satu strategi untuk menyelesaikan masalah buang air besar sembarangan (BABS) adalah open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan (stop BABS). Melihat keterbatasan di Desa TuguUtara Dusun Rawa Gede dibutuhkan sistem gotong royong dari setiap aspek pembangunan di Desa. Mengubah kesadaran masyarakat dengan cara menjelasakan bagaimana akibat dari buang air besar sembarangan (BABS).
Determinan Efektivitas Program Kader Kesehatan Remaja di SMAN 01 Dramaga Bogor Nina Nina; Rahmat Supriyatna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i02.948

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada remaja lebih banyak karena kecenderungan untuk berperilaku berisiko. Pemerintah melalui Kemenkes RI mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas dengan pelayanan komprehensif seperti kegiatan Posyandu atau Kader Kesehatan Remaja (KKR) di lingkungan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan, peran tenaga kesehatan, motivasi dan dukungan guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap efektivitas program KKR di SMAN 01 Dramaga Bogor tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan analisis regresi logistik berganda. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Oktober 2020. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dalam format google form. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 01 Dramaga yang aktif menjadi KKR dengan pengambilan sampel menggunakan metode incidental sampling dan diperoleh sebanyak 96 responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh promosi kesehatan (Pv=0,000; OR=5,070), tenaga kesehatan (Pv=0,011; OR=4.280), motivasi (Pv=0,000; OR=11,000) dan dukungan guru BK (p-value=0,010; OR=3.021) dengan efektivitas program KKR. Analisis multivariat menunjukkan bahwa promosi kesehatan menjadi variabel paling dominan yang berpengaruh terhadap efektivitas Program KKR (B=0,377; Pv=0,000). Diperlukan adanya tinjauan manajemen pelaksanaan program KKR yang disertai pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bekerjasama berinovasi mewujudkan efektivitas program KKR.
Beban Kerja, Dukungan Rekan Kerja, Lingkungan Kerja dan Iklim Kerja terhadap Tingkat Stres Kerja Perawat Anna Riana; Nina Nina; Rindu Rindu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i02.1334

Abstract

Stres kerja dapat mengakibatkan karyawan merasa tertekan dalam menghadapi pekerjaan dan bisa menurunkan kinerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaran pengaruh beban kerja, dukungan rekan kerja, lingkungan kerja dan ikllim kerja terhadap tingkat stress perawat puskesmas dalam penanganan COVID-19. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan Struktural Equation Modelling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di 44 puskesmas wilayah Kabupaten Tangerang dengan jumlah perawat sebanyak 290 orang. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan jumlah 82 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Stres kerja dipengaruhi oleh beban kerja sebesar 18,07%, dukungan rekan kerja sebesar 17,59%, iklim kerja sebesar 19,70% dan lingkungan kerja sebesar 25,64%. Model mampu menjelaskan variabilitas data sebesar 99,74%, sedangkan 0,26% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Diharapkan perawat untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif seperti menjaga hubungan yang baik dengan sesama rekan perawat, saling mendukung dalam pencapaian prestasi kerja serekan sejawatnya dan menjaga fasilitas yang diberikan oleh puskesmas untuk menunjang kerja perawat.
Pembinaan Penerapan 5M terhadap Pembelajaran Tatap Muka Dinda Febrianti; Nina; Ardi Pangestu; Wulan Purwitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 01 Nomor 03 Juli 2022
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i3.23

Abstract

Latarbelakang:  Penerapan Protokol Kesehatan 5M saat Tatap Muka di Sekolah adalah sebagai bentuk adaptasi New Normal (kebiasaan baru) bagi siswa yang akan melakukan kegiatan sekolah offline agar tetap terlindungi dari adanya penyebaran penularan Covid-19. Disamping itu akan diadakannya sekolah tatap muka yang di khawatirkan akan menambah angka kejadian pada masa pandemi ini. Oleh karena itu pemahaman tentang protokol kesehatan penerapan 5M harus dilakukan dengan baik dan benar. Tujuan: Tujuan kegiatan penyuluhan adalah terwujudnya proses pembelajaran tatap muka yang aman bagi satuan pendidikan dengan menerapkan protokol kesehatan terkait 5M. Metode: Diawali dengan tahap persiapan yang meliputi penetapan masalah yaitu penerapan protokol 5M pada siswa untuk menghadapi Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemic Covid-19 ini namun masih lalainya dalam penerapan 5M karena kurangnya pengetahuan siswa. Hal ini menyebabkan perlunya upaya promosi kesehatan berupa penyuluhan pada siswa untuk selalu menerapkan protocol kesehatan 5M yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa Hasil: Hasil pretest pengetahuan siswa tentang penerapan protocol Kesehatan dalam pembelajaran tatap muka dimasa Covid-19 sebesar 43,3% sedangkan hasil posttest sebesar 80%. Kesimpulan: Dari pengabdian ini disimpulkan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir sehingga terdapat perbedaan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan sebesar 36,7%.
GO RANTING (Ayo Berantas Stunting) Dinda Febrianti; Nina; Azhar Pherdinand; Al Farel Dimas Wibisono; Rosifatul Azmi Tasya; Wulan Purwitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 01 Nomor 03 Juli 2022
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i3.57

Abstract

Latar belakang:  Stunting adalah penyakit gagal tumbuh pada bayi (0- 11 bulan) dan anak balita (12- 59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Banyak yang mengetahui banyak stunting akan berkaitan dengan orangtua dan pasangan muda menikah. Padahal remaja juga berperan penting terhadap pencegahan stunting karena Pengetahuan gizi remaja khususnya remaja putri mengenai stunting sangatlah penting untuk mencegah terjadinya stunting. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja maupun orangtua mengenai pencegahan stunting sejak dini Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah secara langsung dengan melakukan fasilitasi kesehatan serta diskusi interakif lalu dilakukannya pengisian pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan remaja maupun orangtua saat sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan Hasil: Hasil pretest dan posttest menunjukan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan remaja maupun orangtua antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Sebelum diberikan peyuluhan hanya sekitar 15% peserta yang memiliki pengetahuan yang baik. Setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan peserta yang baik meningkat menjadi 80%. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat melalui fasilitasi kesehatan dengan media lembar kerja bolak balik dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan para remaja maupun orangtua mengenai pencegahan stunting sejak dini. Sehingga, diharapkan kesadarannya masyarakat untuk turut ikut dalam penanggulangan stunting termasuk pada remaja yang memang merupakan peluang besar untuk mencegah stunting dilakukan sedini mungkin.
Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, Lingkungan Kerja, Komunikasi Interpersonal, Beban Kerja Terhadap Loyalitas Perawat Non ASN Hariana Erdewi Sinaga; Nina; Hafizurrachman
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2180

Abstract

SDM berkontribusi terhadap loyalitas dan hasil kerja, Strategi pengembangan SDM adalah suatu perencanaan tentang kualitas SDM sanggup berkembang ke arah yang lebih baik dan semakin tinggi kemampuan kerjanya. Alasan rendahnya loyalitas perawat meliputi kondisi lingkungan yang buruk, upah rendah, jam kerja yang terlalu dibatasi, dan kurangnya jaminan sosial yang mengarahkan pada keinginan perawat untuk berganti pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta tingkat pengaruh kepemimpinan, budaya kerja, lingkungan kerja, komunikasi interpersonal, dan beban kerja terhadap loyalitas perawat non ASN di RS Fatmawati tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 152 perawat non ASN. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 18. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan model persamaan struktural (SEM) memberikan temuan bahwa loyalitas perawat non-ASN di RS Fatmawati dipengaruhi oleh kepemimpinan. Faktor (9,20%) Budaya Kerja (21,25%) Lingkungan Kerja (5,58%) Komunikasi Antar Pribadi (34,13%) Beban Kerja (23,22%) Total Dampak Langsung (93,38%). Meskipun pengaruh tidak langsung adalah 0,99%, model analitik menjelaskan 99,91% variabilitas dalam data dan memungkinkan kita untuk menguji fenomena yang digunakan dalam penelitian, sedangkan 0,09% disebabkan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Komunikasi interpersonal memiliki pengaruh terbesar terhadap loyalitas perawat non-ASN. Usulan penelitian ini dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk meningkatkan sistem komunikasi interpersonal di RS Fatmawati dan meningkatkan loyalitas perawat non-ASN.
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut melalui Media Pembelajaran Berbasis Interaktif pada Siswa SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022 Asri Herawati; Agustina Sari; Nina; Doni Santoso; Fathir Brahmastha Arya Putra; Giovaldo Gabe Sitorus; Savanna Setiawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 01 Nomor 04 Oktober 2022
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i4.66

Abstract

Latar Belakang: Anak yang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut dapat mengalami penurunan kualitas. Pada usia anak sekolah dasar perlu bagi pelaku usaha untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkala, baik dalam penyuluhan pemeriksaan maupun perawatan kesehatan gigi dan mulut, oleh orang tua, sekolah dan instansi pemerintah terkait. Usia sekolah dasar merupakan waktu yang ideal untuk melatih keterampilan motorik anak, termasuk menyikat gigi. Selain itu, usia sekolah sudah menunjukkan kepekaan belajar sesuai dengan sifat ingin tahu anak. Tujuan: Untuk memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui media pembelajaran berbasis interaktif pada Siswa SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022 Metode: Pengabdian ini dilaksakanakan dengan memberikan Konseling, menggunakan media yaitu lembar kerja bolak-balik, film animasi, dan permainan puzzle yang bertujuan untuk menciptakan komunikasi dua arah dan membuat siswa aktif. Responden dalam pengabdian ini adalah siswa kelas 3 SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022. Hasil: Terdapat 5 responden (25%) dengan tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan fasilitas meningkat menjadi 14 (70%), terdapat 5 responden (25%) dengan tingkat pengetahuan cukup sebelum diberikan fasilitas menurun menjadi 4 (20%), dan ada 10 responden (50%) dengan tingkat pengetahuan sebelum pemberian fasilitas menurun menjadi 2 responden (10%). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Media Pembelajaran Berbasis Interaktif Pada Siswa SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022” telah dilaksanakan dengan baik dan mendapat respon positif dari siswa kelas 3 yang kami miliki disaring melalui penyaringan. Ditemukan bahwa banyak siswa yang memiliki masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang dan kurangnya pengetahuan mereka tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dikarenakan kurangnya sosialisasi kesehatan yang diadakan oleh pihak sekolah dan puskesmas setempat.
Analisis Faktor Risiko Penyebab Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun 2022: Analysis of Risk Factors Causing Hypertension in the Working Area of ​​the UPTD Sukmajaya Health Center, Depok City in 2022 Yana Efendi; Nina Nina; Assandra Cahya Arum; Dewi Ulina; Fairuz Luthfan Zaki; Maulidya Putri Mustafa; Riza Maryani
Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jipki.v2i2.65

Abstract

Introduction: Hypertension is a public health problem that needs attention because the incidence is quite high in Indonesian society. Objectives: This study aims to determine the risk factors that cause hypertension in the working area of UPTD Puskesmas Sukmajaya Depok City in 2022. Method: This study used a descriptive quantitative research design. The population in this study was 68 patients at the Sukmajaya Public Health Center, Depok. The collection in this study was carried out offline, through questionnaire observations the data were processed and analyzed using Microsoft excel. Data analysis included univariate analysis by looking for frequency distributions. Result: The results showed that from 68 respondents, from the aspect of characteristics 43 (63%) women experienced hypertension. Then from the behavioral aspect of respondents who smoke regularly as many as 10 people (14.7), respondents who always do regular health checks 12 people (17.6%). Conclusion: This study concludes that factors that influence the incidence of hypertension are genetic factors, characteristics and behavior of the community in the working area of UPTD Puskesmas Sukmajaya Depok City in 2022.