Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kompetensi serta Dampaknya pada Kinerja Karyawan Swara Indah Music Square Palembang Monetaria, Esti; Djatmiko Noviantoro; Rosalina Febrica Mayasari
Journal of Mandalika Literature Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v7i1.5429

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kompetensi serta dampaknya pada kinerja karyawan di Swara Indah Music Square Palembang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan PLS-SEM, populasi sebanyak 35 karyawan menjadi sampel dengan teknik saturated sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan model SEM, di mana kepemimpinan dan disiplin kerja sebagai variabel eksogen, kompetensi sebagai intervening, dan kinerja sebagai endogen. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap kompetensi (β=0,512; p<0,001), namun tidak signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan. Disiplin kerja berpengaruh signifikan baik terhadap kompetensi (β=0,487; p<0,001) maupun terhadap kinerja (β=0,315; p=0,002). Kompetensi memediasi secara signifikan hubungan antara kepemimpinan terhadap kinerja (β=0,301; p=0,001) dan disiplin kerja terhadap kinerja (β=0,287; p=0,002). Nilai R² sebesar 0,770 menunjukkan bahwa 77% variasi kinerja dijelaskan oleh model. Temuan mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih ditentukan oleh kompetensi yang dibangun melalui kepemimpinan dan disiplin kerja, bukan semata-mata oleh pengaruh langsung dari kepemimpinan. Studi ini menekankan pentingnya pengembangan kepemimpinan yang mendorong pertumbuhan profesional dan penguatan disiplin kerja sebagai fondasi budaya organisasi untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Penguatan Kinerja Aparatur Sektor Publik Melalui Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Peran Mediasi Semangat Kerja Sari sakarina; Apriyani; Rosalina Pebrica Mayasari
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.5021

Abstract

Reformasi birokrasi menuntut organisasi sektor publik meningkatkan kinerja aparatur secara berkelanjutan. Walaupun pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dipandang strategis, temuan riset yang beragam menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi tidak selalu berujung pada kinerja yang lebih baik, sehingga diperlukan penjelasan mekanisme psikologis yang menjembatani hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai dengan semangat kerja sebagai variabel mediasi pada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif (explanatory research) dengan teknik purposive sampling pada ASN yang telah mengikuti program pelatihan dan/atau pengembangan SDM. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan PLS-SEM berbantuan SmartPLS dengan prosedur bootstrapping. Hasil menunjukkan pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja (β=0,421; p<0,001) dan semangat kerja (β=0,572; p<0,001), sedangkan pengembangan SDM berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja (β=0,200; p=0,003) dan semangat kerja (β=0,390; p<0,001). Semangat kerja juga berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja (β=0,394; p<0,001). Uji mediasi menunjukkan semangat kerja memediasi secara parsial pengaruh pelatihan (β tidak langsung=0,225; p<0,001) dan pengembangan SDM (β tidak langsung=0,153; p=0,004) terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja aparatur akan lebih optimal bila program pelatihan dan pengembangan SDM tidak hanya berorientasi pada kompetensi, tetapi juga dirancang untuk memperkuat semangat kerja pegawai.
THE EFFECT OF FINANCIAL RATIOS ON FIRM VALUE IN THE PHARMACEUTICAL SUBSECTOR Novy Hartati; Ima Andriyani; Rosalina Pebrica Mayasari; Sari Sakarina
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 31 No 2 (2026): Jurnal Media Ekonomi
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jurnalmediaekonomi.v31i2.3446

Abstract

Purpose: The pharmaceutical subsector shows notable variation in market valuation over 2021-2025, which prompts this study to test whether four core ratios, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, and Return on Assets, help explain differences in firm value as captured by Price to Book Value. Research Methodology: Seven pharmaceutical Companies traded on the Indonesia Stock Exchange during the 2021-2025 period form the sample for this analysis, processed through EViews 14 under a Random Effect Model panel regression with 35 total observations. Because the initial estimation reveals autocorrelation, the study applies a data differencing procedure to correct it. Results: Among the four ratios, only Return on Assets carries a positive and statistically significant partial influence on firm value; Current Ratio, Debt to Equity Ratio, and Total Asset Turnover do not. Taken together, the four variables jointly explain 59.47% of the variance in firm value (Adjusted R-squared = 0.594702). Conclusions: Among the tested variables, profitability, captured through Return on Assets, emerges as the strongest driver of firm value in this subsector, while liquidity, leverage, and asset efficiency carry no individual explanatory weight. Limitations: A sample restricted to seven pharmaceutical firms and 28 differenced observations limits the statistical power available to detect partial effects. Contributions: The findings extend financial management literature on valuation within healthcare-related industries and offer practical guidance for investors and corporate managers operating in the pharmaceutical subsector.
THE EFFECT OF ENVIRONMENTAL DISCLOSURE, SOCIAL DISCLOSURE, AND GOVERNANCE DISCLOSURE ON FINANCIAL PERFORMANCE THE MEDIATING ROLE OF OPERATIONAL EFFICIENCY Rahayuu Agustini; Msy.Mikial; Rosalina Pebrica Mayasari; Sari Sakarina
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 31 No 2 (2026): Jurnal Media Ekonomi
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jurnalmediaekonomi.v31i2.3461

Abstract

Abstract Purpose: This study examines the relationships between Environmental, Social, and Governance Disclosure and bank Financial Performance, with Operational Efficiency as a mediating variable, among commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange. Research Methodology: This quantitative explanatory study uses secondary data from annual reports, sustainability reports, and ESG Disclosure Scores issued by the Bumi Global Karbon Foundation for 2020–2023. The sample comprises 15 conventional commercial banks selected through purposive sampling, generating 60 firm-year observations. Environmental, Social, and Governance Disclosure are measured using BGK composite disclosure scores, Operational Efficiency by the Operating Expenses to Operating Income ratio (BOPO), and Financial Performance by Return on Assets (ROA). Data are analyzed using PLS-SEM with SmartPLS. Results: Social Disclosure is positively and significantly associated with BOPO, while Environmental and Governance Disclosure show no significant relationships with BOPO. None of the three disclosure dimensions is directly associated with ROA. BOPO has a strong, significant negative relationship with ROA and significantly mediates the relationship between Social Disclosure and Financial Performance, but not those involving Environmental or Governance Disclosure. Conclusions: Sustainability disclosure dimensions exhibit different relationships with Operational Efficiency and Financial Performance. Social Disclosure may influence Financial Performance indirectly through Operational Efficiency, although the findings indicate associations rather than causality. Limitations: The study is limited to 15 banks, the 2020–2023 period, BGK disclosure scores, and does not explicitly address endogeneity. Contributions: The study highlights Operational Efficiency as a mediating mechanism and demonstrates the value of examining ESG disclosure dimensions separately in Indonesian banking within sustainability disclosure research.