Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG) pada Kasus Infertilitas Faktor Tuba di RS “ Ibnu Sina” YW UMI Erlin Syahril; Nasrudin Andi Mappaware; M. Hamsah; Wirawan Harahap; Farah Ekawati; Dian Fahmi Utami
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 2 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.29 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i2.40

Abstract

Pendahuluan: Infertilitas adalah tidak terjadinya kehamilan setelah periode satu tahun dengan hubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi. Kerusakan atau gangguan pada tuba diketahui dapat menyebabkan infertilitas. Sebanyak 35% kasus infertilitas disebabkan oleh adanya kerusakan tuba.Metode: Tinjauan PustakaHisterosalpingografi (HSG) merupakan prosedur pemeriksaan uterus dan tuba fallopi menggunakan radiografi. Prosedur ini dapat digunakan untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan-kelainan kongenital, leimioma, perlengketan (synechiae), polip, oklusi tuba, salpingitis isthmica nodosum, hidrosalping, dan adhesi perituba. Persiapan pasien yang dilakukan pada pemeriksaan HSG di Instalasi Radiologi RS “Ibnu Sina” YW UMI adalah pemeriksaan dilakukan pada hari ke 10-14 dari menstruasi pertama, tidak diperkenankan melakukan hubungan suami isteri. Teknik pemeriksaan HSG pada kasus infertilitas karena faktor tuba di Instalasi Radiologi RS “Ibnu Sina” YW UMI menggunakan proyeksi Anteroposterior (AP) setelah pemasukan media kontras dalam 2 tahap yaitu Tahap pertama yaitu proyeksi AP setelah pemasukan media kontras 5cc dan tahap kedua proyeksi AP setelah pemasukan media kontras 10 cc berssamaan dengan dilakukannya ekspos pada pasien.Kesimpulan: Teknik pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG) di Instalasi Radiologi RS “Ibnu Sina” YW UMI pada Infertilitas primer karena faktor tuba dilakukan dengan menggunakan proyeksi AP setelah pemasukan media kontras dan dilakukan dalam 2 tahap yaitu Pemasangan Alat dan Pemasukan Media Kontras dan Teknik Radiografi memiliki efektifitas yaitu dapat manampakkan spill atau tumpahan media kontras sampai ke tuba fallopi dan membatasi dosis yang diterima pasien. Di samping itu, teknik pemeriksaan dengan hanya proyeksi AP setelah pemasukan media kontras dalam 2 tahap untuk beberapa kelainan seperti kista pada uterus tidak dapat menunjukkan lokasinya kelainan tersebut.
Tindakan Seksio Sesarea pada Kehamilan dengan Covid-19 dalam Perspektif Medis dan Bioetika Nasrudin Andi Mappaware; Erlin Syahril; Nurasi L.E. Marpaung; Christina A.D. Tanifan; Herlina Yulidia; Wirawan Harahap; Dian Fahmi Utami
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 2 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.359 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i2.42

Abstract

Latar belakang : Pengetahuan tentang infeksi Covid-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin masih terbatas dan belum ada rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan Covid-19.Objektif : Perempuan usia 28 tahun G1P0A0 gravid aterm, masuk RS “Ibnu Sina” YW UMI dengan kondisi inpartu kala 1 fase aktif dengan posisi janin lintang dan hasil rapis test Covid-19 positif.Metode : Laporan kasusDiskusi : Kasus Covid-19 pada ibu hamil yang paling banyak dilaporkan terjadi pada trimester kedua dan ketiga, dan sekitar setengahnya wanita melahirkan selama episode infeksi akut dan kemungkinan adanya penularan secara vertikal. Berdasarkan aspek medis penanganan dilakukan dengan memperhatikan rekomendasi persalinan sesuai standar operasional prosedur Covid-19. Dan berdasarkan aspek bioetika semua kaidah dasar bioetika telah dilaksanakan sesuai prinsip autonomy, beneficence, non-malificence, dan justice
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Mempengaruhi Involusi Uterus Pada Ibu Post Partum Ririn Ramadhani Ridwan; Mona Nulanda; Rachmat Faisal Syamsu; Erlin Syahril
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 2 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v2i2.83

Abstract

Early Initiation of Breastfeeding in the first hour after giving birth is the easiest and most successful breastfeeding effort, because in the first hour of delivery the mother is physically and psychologically ready to breastfeed, supported by information/counseling on breastfeeding and support from health service providers. Early initiation of breastfeeding is a factor that can accelerate the process of uterine involution. This is because the baby's sucking on the breast is continued through the nerves to the pituitary gland in the brain which secretes the hormone oxytocin. The presence of the baby's sucking on the mother's nipple causes more oxytocin to come out. One of the functions of oxytocin is to stimulate contraction of the smooth muscles of the uterus so that the uterine involution process can take place more quickly. The purpose of the literature review is to determine the effect of Early Initiation of Breastfeeding (IMD) on Uterine Involution in Post Partum Mothers. This study uses a narrative review method and data collection is carried out from several kinds of literature. The results of a narrative review of the literature found that there was an effect of early initiation of breastfeeding (IMD) on uterine involution. Research suggestions are expected to need further studies on other indicators that affect uterine involution in postpartum mothers.
Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG) pada Kasus Infertilitas Faktor Tuba di RS “ Ibnu Sina” YW UMI Erlin Syahril; Nasrudin Andi Mappaware; M. Hamsah; Wirawan Harahap; Farah Ekawati; Dian Fahmi Utami
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 2 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.29 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i2.40

Abstract

Pendahuluan: Infertilitas adalah tidak terjadinya kehamilan setelah periode satu tahun dengan hubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi. Kerusakan atau gangguan pada tuba diketahui dapat menyebabkan infertilitas. Sebanyak 35% kasus infertilitas disebabkan oleh adanya kerusakan tuba.Metode: Tinjauan PustakaHisterosalpingografi (HSG) merupakan prosedur pemeriksaan uterus dan tuba fallopi menggunakan radiografi. Prosedur ini dapat digunakan untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan-kelainan kongenital, leimioma, perlengketan (synechiae), polip, oklusi tuba, salpingitis isthmica nodosum, hidrosalping, dan adhesi perituba. Persiapan pasien yang dilakukan pada pemeriksaan HSG di Instalasi Radiologi RS “Ibnu Sina” YW UMI adalah pemeriksaan dilakukan pada hari ke 10-14 dari menstruasi pertama, tidak diperkenankan melakukan hubungan suami isteri. Teknik pemeriksaan HSG pada kasus infertilitas karena faktor tuba di Instalasi Radiologi RS “Ibnu Sina” YW UMI menggunakan proyeksi Anteroposterior (AP) setelah pemasukan media kontras dalam 2 tahap yaitu Tahap pertama yaitu proyeksi AP setelah pemasukan media kontras 5cc dan tahap kedua proyeksi AP setelah pemasukan media kontras 10 cc berssamaan dengan dilakukannya ekspos pada pasien.Kesimpulan: Teknik pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG) di Instalasi Radiologi RS “Ibnu Sina” YW UMI pada Infertilitas primer karena faktor tuba dilakukan dengan menggunakan proyeksi AP setelah pemasukan media kontras dan dilakukan dalam 2 tahap yaitu Pemasangan Alat dan Pemasukan Media Kontras dan Teknik Radiografi memiliki efektifitas yaitu dapat manampakkan spill atau tumpahan media kontras sampai ke tuba fallopi dan membatasi dosis yang diterima pasien. Di samping itu, teknik pemeriksaan dengan hanya proyeksi AP setelah pemasukan media kontras dalam 2 tahap untuk beberapa kelainan seperti kista pada uterus tidak dapat menunjukkan lokasinya kelainan tersebut.
Tindakan Seksio Sesarea pada Kehamilan dengan Covid-19 dalam Perspektif Medis dan Bioetika Nasrudin Andi Mappaware; Erlin Syahril; Nurasi L.E. Marpaung; Christina A.D. Tanifan; Herlina Yulidia; Wirawan Harahap; Dian Fahmi Utami
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 2 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.359 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i2.42

Abstract

Latar belakang : Pengetahuan tentang infeksi Covid-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin masih terbatas dan belum ada rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan Covid-19.Objektif : Perempuan usia 28 tahun G1P0A0 gravid aterm, masuk RS “Ibnu Sina” YW UMI dengan kondisi inpartu kala 1 fase aktif dengan posisi janin lintang dan hasil rapis test Covid-19 positif.Metode : Laporan kasusDiskusi : Kasus Covid-19 pada ibu hamil yang paling banyak dilaporkan terjadi pada trimester kedua dan ketiga, dan sekitar setengahnya wanita melahirkan selama episode infeksi akut dan kemungkinan adanya penularan secara vertikal. Berdasarkan aspek medis penanganan dilakukan dengan memperhatikan rekomendasi persalinan sesuai standar operasional prosedur Covid-19. Dan berdasarkan aspek bioetika semua kaidah dasar bioetika telah dilaksanakan sesuai prinsip autonomy, beneficence, non-malificence, dan justice
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Mempengaruhi Involusi Uterus Pada Ibu Post Partum Ririn Ramadhani Ridwan; Mona Nulanda; Rachmat Faisal Syamsu; Erlin Syahril
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 2 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.3 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i2.83

Abstract

Early Initiation of Breastfeeding in the first hour after giving birth is the easiest and most successful breastfeeding effort, because in the first hour of delivery the mother is physically and psychologically ready to breastfeed, supported by information/counseling on breastfeeding and support from health service providers. Early initiation of breastfeeding is a factor that can accelerate the process of uterine involution. This is because the baby's sucking on the breast is continued through the nerves to the pituitary gland in the brain which secretes the hormone oxytocin. The presence of the baby's sucking on the mother's nipple causes more oxytocin to come out. One of the functions of oxytocin is to stimulate contraction of the smooth muscles of the uterus so that the uterine involution process can take place more quickly. The purpose of the literature review is to determine the effect of Early Initiation of Breastfeeding (IMD) on Uterine Involution in Post Partum Mothers. This study uses a narrative review method and data collection is carried out from several kinds of literature. The results of a narrative review of the literature found that there was an effect of early initiation of breastfeeding (IMD) on uterine involution. Research suggestions are expected to need further studies on other indicators that affect uterine involution in postpartum mothers.
Pemberdayaan Potensi Tenaga Kesehatan Jejaring FK UMI dalam upaya Promosi Kesehatan dan Screening Stunting Ida Royani; Erlin Syahril; Shofiyah Latief; Ratih Natasha; Nasrudin Andi Mappaware; Utomo Andi Pangnguriseng
Window of Community Dedication Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v1i2.1743

Abstract

Stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan fisik ditandai dengan adanyapenurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi denganpengukuran didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badandibanding umur (TB/U) dengan z-score kurang dari -2SD. Data UNICEF tahun 2013 sekitar 1dari 4 balita mengalami stunting. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, terdapat 37,2%balita yang mengalami stunting dengan prevalensi peningkatan dibandingkan hasil Riskesdastahun 2010 yaitu sebesar 35,6%.Target penelitian ini yaitu untuk menurunkan angka kejadian stunting melaluipemberdayaan potensi tenaga kesehatan jejaring FK UMI dalam berbagai kapasitasnya sebagaidosen, dan praktisi kesehatan (Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Internship DanMahasiswa Program Profesi Dokter) dalam upaya promosi kesehatan dan screening stunting diKabupaten Luwu Bersama Pemerintah Kabupaten Luwu,, Stikes KJP dan IBI wilayahKabupaten Luwu.Dalam pengabdian ini, sebanyak 74,2% tenaga kesehatan telah memahami, mengenaldan mencegah stunting. Sebanyak 87,7% telah mengetahui fungsi tenaga medis dalammelakukan sosialisasi terhadap pentingnya melakukan skrining dan 72,5% telah mengetahuiperan dalam mengontrol dan mengawal masyarakat melaksanakan pemeriksaan rutin.Didatapatkan data pendukung baru mengenai status gizi pada Balita di Kabupaten Luwu,Provinsi Sulawesi Selatan dapat dijadikan penelitian lebih lanjut dalam menurunkan angkakejadian stunting.