Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Urgensi Kecakapan Pembelajaran Abad 21 Model Inkuiri pada Siswa SMK Kompetensi Keahlian Multimedia Indri Anggraeni; Feri H. Firmansyah; Rizka Aulia Ramadhina; Naufal Nabila Faza
Jurnal Taman Vokasi Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jtvok.v10i1.11669

Abstract

Pendidikan  abad  21  memiliki  tujuan  yaitu mewujudkan cita-cita bangsa dalam mensejahterakan bangsa dengan memiliki kedudukan yang setara dengan bangsa lain di dunia global dan memiliki pribadi yang berkualitas.   Dalam  pengembangan  pendidikan  abad  21  guru  diharapkan  mengubah  pola  pembelajaran tradisional. Model pembelajaran inkuiri cocok untuk diterapkan pada pembelajaran abad ke-21. Model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang menanamkan proses berpikir ilmiah pada siswa. Pada model pembelajaran ini, siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dalam proses pembelajaran serta pada pemecahan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan urgensi pembelajaran abad 21 dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada kompetensi keahlian Multimedia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, yaitu dengan cara melakukan elaborasi dari konsep-konsep terkait pembelajaran abad 21 model inkuiri. Penelitian ini bersumber dari berbagai jurnal, penelitian, dan buku yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan pembelajaran abad 21 model inkuiri ini penting dan tepat untuk digunakan pada siswa SMK pada kompetensi keahlian Multimedia. Hal ini diperlukan karena tingginya angka persaingan dalam dunia kerja yang berasal dari lulusan SMK. Salah satu alternatif untuk mencapai suatu keberhasilan dalam proses pembelajaran di SMK adalah dengan menerapkan metode pembelajaran inkuiri dengan berbantuan multimedia.
Analisis Kebijakan Kurikulum Prototipe dalam Mitigasi Learning Loss untuk Menyiapkan 21st Century Skill Melalui Pengembangan Karakter di Lembaga PAUD Indri Anggraeni
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 3 No 2 (2022): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah pandemi Covid-19 yang melanda mobilitas diberbagai negara khususnya bidang pendidikan mengakibatkan terjadinya loss learning (kehilangan pembelajaran efektif bagi peserta didik) khususnya dalam menyiapkan 21st century skill (kreativitas, kritis, kolaboratif, dan komunikatif) pada anak. Adanya kebijakan opsi kurikulum terhadap satuan pendidikan menjadi salah satu solusi agar pendidikan tetap berjalan dengan efektif dan efisien. Opsi kurikulum tersebut yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat, dan kurikulum prototipe. Metode penelitian menggunakan library research, penelitian dikaji melalui referensi buku-buku, artikel ilmiah, serta dokumen yang mendukung. Selain itu, ditunjang dengan melihat penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan. Adanya kebijakan kurikulum baru yaitu kurikulum 2022 atau kurikulum prototipe yang diterapkan dalam satuan pendidikan khususnya PAUD memiliki karakteristik yang disesuaikan dengan kebutuhan masa kini dalam mitigasi loss learning serta memfasilitasi 21st century skill pada anak yang dilandasi dari hasil evaluasi kurikulum sebelumnya. Karakteristik tersebut mencakup pembentukan karakter pelajar Pancasila, fokus terhadap materi essensial, dan fleksibilitas perancangan kurikulum.
Implementasi Topik Identitas Diri dan Profil Pelajar Pancasila pada Kelompok KGB TK Joykids National Plus Elan Elan; Qonita; Indri Anggraeni; Serfa Az-Zahra Sakinah
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i1.3475

Abstract

Pengenalan identitas diri dan profil pelajar pancasila menjadi satu kesatuan yang utuh untuk dikembangkan. Permasalahan yang muncul yaitu pendidik kurang memahami dalam implementasi proyek yang sesuai dalam pelaksanaan dan penilaiannya. Adanya perubahan kurikulum lembaga sekolah perlu melakukan adaptasi dalam menerapkan kegiatan pembelajaran, peralihan dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka merupakan inovadi kurikulum yang mengutamakan kebebasan belajar dan pembelajaran berbasis proyek. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi terhadap guru dan peserta didik yang mendeskripsikan mengenai implementasi projek profil pelajar pancasila dan topik identitas diri di TK Joykids National Plus. Penelitian ini memanfaatkan analisis data sekunder dan primer untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi projek profil pelajar pancasila direalisasikam kedalam bentuk projek mingguan dan projek akhir. Proyek tersebut mengacu terhadap enam dimensi profil pancasila berupa implementasi nilai-nilai pancasila secara konkret.
Keterampilan Bertanya Saintifik Anak Usia 5-6 Tahun Edi Hendri Mulyana; Qonita Qonita; Elan Elan; Risbon Sianturi; Serfa Az-Zahra Sakinah; Indri Anggraeni
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v4i1.4544

Abstract

The critical thinking ability of early childhood is the basis of skills that can be developed through various learning so that scientific questioning skills are formed in understanding each learning context. This type of research uses a qualitative approach. Data collection techniques in this research are through observation, interviews, and documentation data collection. The subjects of this research were 20 children in group B. The results of this research showed that the questioning skills of children in group B of the National Plus Joy Kids Kindergarten were very active, demonstrated by the class's activeness during learning using the audio-visual method, namely showing an interactive learning video so that it could generate Children's curiosity is well stimulated.