Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Literasi Digital, dan Pemanfaat Teknologi terhadap Kinerja Karyawan UMKM Kuliner di Mataram Thea Maliagung; Widia Febriana; Ridha Nurul Hayati; Rina Komala; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11901

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi digital terhadap kinerja karyawan UMKM kuliner di Kota Mataram. Perkembangan teknologi dan persaingan usaha menuntut UMKM meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Motivasi kerja menjadi faktor yang mendorong semangat dan tanggung jawab karyawan, sedangkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi mendukung efisiensi operasional serta kualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 98 karyawan UMKM kuliner yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi digital masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel juga memberikan kontribusi yang kuat dalam meningkatkan kinerja karyawan, dengan kemampuan model menjelaskan sebagian besar variasi kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi, penguatan kompetensi digital, serta optimalisasi penggunaan teknologi operasional dapat menjadi strategi penting bagi UMKM kuliner dalam meningkatkan produktivitas, kualitas layanan, dan daya saing. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademis bagi pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia dan menjadi rekomendasi praktis bagi pelaku UMKM maupun pemangku kebijakan dalam mendukung transformasi digital sektor kuliner.
Pengaruh Cashback, Flash Sale, dan Gratis Ongkir terhadap Impulsive Buying pada Generasi Z Pengguna Shopee di Kabupaten Lombok Timur Lina Hasina; Widia Febriana; Juliana Palit; Rina Komala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12211

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cashback, flash sale, dan gratis ongkir terhadap impulsive buying pada Generasi Z pengguna Shopee di Kabupaten Lombok Timur, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah Generasi Z di Kabupaten Lombok Timur yang menggunakan Shopee dan pernah melakukan transaksi pembelian, sedangkan sampel sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel. Secara parsial, cashback berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying karena meningkatkan persepsi manfaat ekonomi dan nilai transaksi. Flash sale juga berpengaruh positif dan signifikan melalui keterbatasan waktu, kelangkaan, dan rasa takut kehilangan kesempatan. Gratis ongkir berpengaruh positif dan signifikan karena mengurangi biaya tambahan yang sering menjadi hambatan dalam transaksi daring. Secara simultan, ketiga strategi promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,850, sehingga mampu menjelaskan 85% variasi perilaku pembelian impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi promosi finansial, urgensi waktu, dan pengurangan biaya transaksi efektif mendorong pembelian spontan pada Generasi Z. Pelaku e-commerce perlu merancang promosi secara transparan, terukur, relevan, dan tidak berlebihan agar tetap meningkatkan transaksi tanpa mengabaikan kepercayaan serta pengalaman konsumen.
Strategi Keberlanjutan Ritel Konvensional di Desa Medana Yoga Dui Azhari; Widia Febriana; Juliana Palit; Rina Komala; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10647

Abstract

Perkembangan ritel modern telah mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk pada wilayah pedesaan yang sebelumnya didominasi oleh ritel konvensional. Kehadiran minimarket modern di sekitar Desa Medana menimbulkan tekanan terhadap keberlanjutan warung tradisional yang terlihat melalui penurunan jumlah pelanggan, berkurangnya omzet penjualan, meningkatnya persaingan, dan perubahan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kehadiran ritel modern serta mengidentifikasi strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh pelaku ritel konvensional di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas pemilik warung, konsumen, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan temuan dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritel konvensional tetap mampu mempertahankan keberlangsungan usaha melalui pelayanan personal, komunikasi yang ramah, fleksibilitas pembayaran secara hutang atau tempo, penyesuaian jenis dan ukuran produk dengan kebutuhan serta daya beli masyarakat, kedekatan lokasi, dan pemanfaatan modal sosial berupa hubungan kepercayaan antara penjual dan pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan ritel konvensional tidak hanya ditentukan oleh harga dan kelengkapan produk, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan kedekatan sosial serta melakukan adaptasi operasional secara berkelanjutan. Hasil penelitian juga memberikan dasar bagi penguatan kapasitas pengelolaan warung melalui pencatatan sederhana, pengendalian persediaan, dan pemanfaatan teknologi yang sesuai.
AKU SENI BISA HITUNG: PELATIHAN AKUNTANSI KREATIF DAN MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK GURU DAN SISWA SEKOLAH MENENGAH Layali Ihyani; Rina Komala; Baiq Larre Ginggit Sekar Wangi; Febria Nurmelia Marlina; Ega Dwi Putri Marswandi; Sahdan Saputra
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v2.i3.150

Abstract

This training program aims to enhance accounting understanding and financial literacy through a creative, art-based approach for secondary school teachers and students. The implementation method consists of three phases: (1) an initial needs assessment survey and coordination with schools, (2) development of interactive modules based on financial storytelling, game simulations, and visualizations, and (3) a four-week training program featuring three main sessions (basic accounting, personal financial management, and innovative teaching workshops). Evaluation results indicate a significant improvement in participants’ understanding (students' average post-test score increased to 78 from 45; teachers' score rose to 82 from 58) along with high active participation at a rate of 95%. Key findings demonstrate that creative methods such as games, artistic analogies, and mini projects are effective in making financial concepts more understandable and applicable. The program recommends developing digital modules, integrating them into the school curriculum, and conducting follow-up training to broaden its impact. This training not only enhances financial competence but also paves the way for the development of innovative accounting learning models in educational environments.
Optimalisasi Brand Image dan Media Sosial dalam Menarik Minat Beli Konsumen Rafif Thilal; Juliana Palit; Rina Komala; Widia Febriana; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13919

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi brand image dan pemanfaatan media sosial dalam menarik minat beli konsumen pada UMKM Mesin Kanan Kopi di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas pemilik UMKM, satu konsumen lama, dan satu konsumen baru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi brand image dilakukan melalui pembaruan logo, pembuatan banner, penyusunan desain menu, penerapan identitas visual pada media pendukung, serta penguatan Vespa sebagai ciri khas usaha. Perubahan tersebut membantu memperjelas identitas, meningkatkan keterlihatan usaha, dan membentuk kesan awal yang lebih kuat pada konsumen. Pada aspek media sosial, TikTok dikembangkan sebagai kanal tambahan setelah sebelumnya usaha memanfaatkan WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Namun, berdasarkan pengalaman informan, belum ditemukan bukti bahwa TikTok menjadi sumber langsung pengenalan usaha maupun pemicu langsung minat beli konsumen. Minat beli terutama tercermin melalui tindakan pembelian, keinginan melakukan pembelian kembali, serta kesediaan konsumen untuk merekomendasikan usaha. Temuan juga menunjukkan bahwa penguatan identitas visual memberikan respons yang lebih nyata dibandingkan pengembangan TikTok yang masih berada pada tahap awal. Oleh karena itu, Mesin Kanan Kopi perlu mempertahankan konsistensi brand image dan mengembangkan strategi konten media sosial secara lebih terarah, konsisten, dan berkelanjutan agar mampu memperluas jangkauan serta meningkatkan keterlibatan konsumen.
Pengaruh Media Sosial, Content Marketing dan Self Efficacy terhadap Minat Berwirausaha Generasi Z di Kota Mataram Cahya Bunga Khoriliesningrum; Widia Febriana; Rina Komala; Juliana Palit; Rizal Ramdhani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13992

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial memberikan peluang bagi Generasi Z untuk memperoleh informasi, mengenali peluang usaha, serta mengembangkan minat berwirausaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Media Sosial, Content Marketing, dan Self Efficacy terhadap Minat Berwirausaha Generasi Z di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Media Sosial, Content Marketing, dan Self Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha. Media Sosial memperoleh t hitung 12,031 dengan signifikansi 0,000, Content Marketing 9,070 dengan signifikansi 0,000, dan Self Efficacy 8,723 dengan signifikansi 0,000. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 180,139 dan signifikansi 0,000. Adjusted R Square sebesar 0,844 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 84,4% variasi Minat Berwirausaha, sedangkan 15,6% dijelaskan variabel lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial, content marketing yang relevan, dan keyakinan terhadap kemampuan diri mendukung minat berwirausaha Generasi Z di Kota Mataram secara optimal dalam mengenali peluang dan mempersiapkan diri menjalankan kegiatan usaha.
Pengenalan dan Pelatihan E-Commerce UMKM di Kuripan Lombok Barat Baiq Dinda Puspita Ayu; Ika Putri Fitri Ajiani; Muliani Muliani; Rina Komala; Ni Putu Sinta Dewi
Jurnal Zentrum Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2024): Zentrum Mengabdi, May 2024
Publisher : Zentrum Multi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69657/qkcb4e80

Abstract

The focus of community service carried out by the Bumigora University Community Service Team is to improve and provide introduction and training for UMKM in Kuripan District regarding how to use e-commerce to increase sales and expand business promotions so that they continue to develop and increase sales. The service method is by introducing e-commerce applications through lecture methods, training in the use of e-commerce using Shopee and Tokepedia, discussions with UMKM actors in Kuripan District. The team can conclude that the community service program, which is one of the lecturers' obligations in implementing the Tri Dharma of Higher Education, has been successfully implemented. Business actors as participants can understand E-Commerce material clearly. In the discussion session, there were many questions asked during the activity and the participants' willingness to participate in the entire series of activities until the end even though the participants were busy with their respective businesses