Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Literasi Digital, dan Pemanfaat Teknologi terhadap Kinerja Karyawan UMKM Kuliner di Mataram Thea Maliagung; Widia Febriana; Ridha Nurul Hayati; Rina Komala; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11901

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi digital terhadap kinerja karyawan UMKM kuliner di Kota Mataram. Perkembangan teknologi dan persaingan usaha menuntut UMKM meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Motivasi kerja menjadi faktor yang mendorong semangat dan tanggung jawab karyawan, sedangkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi mendukung efisiensi operasional serta kualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 98 karyawan UMKM kuliner yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi digital masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel juga memberikan kontribusi yang kuat dalam meningkatkan kinerja karyawan, dengan kemampuan model menjelaskan sebagian besar variasi kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi, penguatan kompetensi digital, serta optimalisasi penggunaan teknologi operasional dapat menjadi strategi penting bagi UMKM kuliner dalam meningkatkan produktivitas, kualitas layanan, dan daya saing. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademis bagi pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia dan menjadi rekomendasi praktis bagi pelaku UMKM maupun pemangku kebijakan dalam mendukung transformasi digital sektor kuliner.
Pengaruh Cashback, Flash Sale, dan Gratis Ongkir terhadap Impulsive Buying pada Generasi Z Pengguna Shopee di Kabupaten Lombok Timur Lina Hasina; Widia Febriana; Juliana Palit; Rina Komala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12211

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cashback, flash sale, dan gratis ongkir terhadap impulsive buying pada Generasi Z pengguna Shopee di Kabupaten Lombok Timur, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah Generasi Z di Kabupaten Lombok Timur yang menggunakan Shopee dan pernah melakukan transaksi pembelian, sedangkan sampel sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel. Secara parsial, cashback berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying karena meningkatkan persepsi manfaat ekonomi dan nilai transaksi. Flash sale juga berpengaruh positif dan signifikan melalui keterbatasan waktu, kelangkaan, dan rasa takut kehilangan kesempatan. Gratis ongkir berpengaruh positif dan signifikan karena mengurangi biaya tambahan yang sering menjadi hambatan dalam transaksi daring. Secara simultan, ketiga strategi promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,850, sehingga mampu menjelaskan 85% variasi perilaku pembelian impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi promosi finansial, urgensi waktu, dan pengurangan biaya transaksi efektif mendorong pembelian spontan pada Generasi Z. Pelaku e-commerce perlu merancang promosi secara transparan, terukur, relevan, dan tidak berlebihan agar tetap meningkatkan transaksi tanpa mengabaikan kepercayaan serta pengalaman konsumen.
Strategi Keberlanjutan Ritel Konvensional di Desa Medana Yoga Dui Azhari; Widia Febriana; Juliana Palit; Rina Komala; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10647

Abstract

Perkembangan ritel modern telah mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk pada wilayah pedesaan yang sebelumnya didominasi oleh ritel konvensional. Kehadiran minimarket modern di sekitar Desa Medana menimbulkan tekanan terhadap keberlanjutan warung tradisional yang terlihat melalui penurunan jumlah pelanggan, berkurangnya omzet penjualan, meningkatnya persaingan, dan perubahan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kehadiran ritel modern serta mengidentifikasi strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh pelaku ritel konvensional di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas pemilik warung, konsumen, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan temuan dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritel konvensional tetap mampu mempertahankan keberlangsungan usaha melalui pelayanan personal, komunikasi yang ramah, fleksibilitas pembayaran secara hutang atau tempo, penyesuaian jenis dan ukuran produk dengan kebutuhan serta daya beli masyarakat, kedekatan lokasi, dan pemanfaatan modal sosial berupa hubungan kepercayaan antara penjual dan pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan ritel konvensional tidak hanya ditentukan oleh harga dan kelengkapan produk, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan kedekatan sosial serta melakukan adaptasi operasional secara berkelanjutan. Hasil penelitian juga memberikan dasar bagi penguatan kapasitas pengelolaan warung melalui pencatatan sederhana, pengendalian persediaan, dan pemanfaatan teknologi yang sesuai.