Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas Yuliana Romadhani; Rina Saputri; Linda Kusumawati; Melviani Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1092

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, termasuk pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang dapat memengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel terdiri dari 87 responden resep racikan dan 97 responden resep nonracikan yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan sebagian besar berada pada kategori sesuai sebesar 60,9%, sedangkan pada resep nonracikan sebesar 60,8%. Tingkat kepuasan pasien pada resep racikan didominasi oleh kategori puas sebesar 48,3%, sedangkan pada resep nonracikan didominasi oleh kategori puas sebesar 39,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,457) serta antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat nonracikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,471). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas.
Kombinasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan Daun Meniran (Phylanthus Niruri L.) Terhadap Antioksidan : Combination Extracts of Katuk Leaf (Sauropus androgynus L. Merr) and Meniran Leaf (Phylanthusniruri L.) Against Antioxidant Activity Indah Husnul Khatimah; Kunti Nastiti; Linda Kusumawati; Ali Rakhman Hakim
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12020

Abstract

Antioksidan sangat dibutuhkan dalam berbagai macam penyakit karena antioksidan adalah suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas. Daun katuk dan daun meniran merupakan sumber antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif tubuh akibat radikal bebas. Kombinasi katuk dan meniran dilakukan agar mendapatkan efek farmakologi lebih besar dibandingkan tunggal. Mengetahui aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.). Dilakukan pengumpulan daun katuk dan daun meniran, pembuatan esktrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 % ekstrak kental menggunakan rotary evaporator, skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan (1:1), (1:2), (2:1). Data di analisis dengan menggunakan uji One Way Anova. Kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.) terhadap aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk vitamin C sebesar 5,91 ppm, ekstrak katuk tunggal sebesar 15,26 ppm, ekstrak meniran tunggal sebesar 23,22 ppm, dan perbandingan kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran berturut-turut sebesar 13,26 ppm (1:1), 9,50 ppm (1:2), dan 17,20 ppm (2:1). Hasil IC50 yang paling besar terdapat pada perbandingan katuk:meniran (1:2) yaitu sebesar 9,50 ppm. Nilai aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran yaitu sebesar 9,50 ppm pada perbandingan (1:2).