Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Citra Perempuan Kalah dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Kritik Sastra Feminis Irna Fitriana; Ibrahim; Mahfuddin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v2i4.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap karakteristik citra perempuan kalah dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dengan kajian kritik sastra feminis ideologi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Data diperoleh dalambentuk kata, kalimat, dan wacanadari novel tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan analisis isi (content analysis). Teknik validitas yang digunakan triangulasi data/sumber.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini model analisis interaktif dengan tiga komponen analisis, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya citra perempuan kalah dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.Tokoh Srintil merupakan tokoh perempuan yang mengalami penderitaan, tidak mampu melawan kuasa laki-laki, sehingga Srintil bercitra perempuan yang kalah dalam hidupnya.
EKSPRESI BENTUK KATA EROTISME DALAM PROSA INDONESIA TAHUN 2000-2015: ANALISIS STILISTIKA Mahfuddin Mahfuddin; Irna Fitriana
SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Vol 11, No 1 (2022): Susastra: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya (Juni 2022)
Publisher : HISKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/susastra.v11i1.75

Abstract

The purpose of this study was to find differences in the forms of the word eroticism by male and female authors in contemporary Indonesian prose written from 2000 to 2015. The theory used to find the research objective is the theory of linguistic stylistics. This type of research is qualitative research. The research sample was obtained through purposive sampling and data analysis techniques using a flow model. This study shows that female authors are more vulgar in expressing eroticism than male authors. This is indicated by variations in both morphological construction patterns and the number of tenses used by female authors which are more varied. The study found that male and female authors used several morphological processes in forming the word eroticism. The word forms of eroticism are classified into two areas, namely the forms of the words of the organs of eroticism and the forms of the words of erotic activity. It was also found that male and female authors have the same process of forming the word eroticism. However, female authors are more explorative and varied in forming the word eroticism through morphological processes than male authors. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menemukan perbedaan bentuk kata erotisme hasil karya pengarang pria dan pengarang wanita dalam prosa Indonesia mutakhir yang ditulis dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2015. Teori yang dipakai untuk menemukan tujuan penelitian adalah teori stilistika linguistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sampel penelitian diperoleh melalui purposive sampling dan teknik analisis data menggunakan flow model (model mengalir). Penelitian ini menunjukkan bahwa pengarang wanita lebih vulgar dalam mengungkapkan bentuk kata erotisme daripada pengarang pria. Hal ini ditandai dengan variasi baik pola konstruksi morfologis maupun jumlah bentuk kata yang digunakan pengarang wanita lebih variatif. Penelitian menemukan bahwa pengarang pria dan pengarang wanita menggunakan beberapa proses morfologis dalam membentuk kata erotisme. Bentuk kata erotisme diklasifikasikan menjadi dua wilayah, yaitu bentuk kata organ erotisme dan bentuk kata aktifitas erotisme. Ditemukan pula bahwa pengarang pria dan pengarang wanita memiliki persamaan proses membentuk kata erotisme. Akan tetapi, pengarang wanita lebih eksploratif dan variatif dalam membentuk kata erotisme melalui proses morfologis daripada pengarang pria. 
Analisis Campur Kode dalam Novel “Timun Jelita” Karya Raditya Dika Kajian (Sosiolinguistik) Irma Dewi; Irna Fitriana; A. Nurhabibi Marwil
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk Campur kode dalam novel “Timun Jelita” Karya Raditya Dika kajian (Sosiolinguistik) Data yang terkumpul berjumlah 315. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis teks dalam novel “Timun Jelita”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat campur kode campuran (hybrid code mixing), yang melibatkan penyisipan unsur bahasa asing (terutama bahasa Inggris) ke dalam struktur bahasa Indonesia, baik dalam bentuk leksikal, morfologis, idiomatik, maupun proper noun. Faktor utama penyebab campur kode meliputi pengaruh globalisasi dan teknologi, konteks sosial-budaya urban, identitas dan gaya tutur, serta efisiensi dan ekspresivitas komunikasi. Temuan ini merefleksikan dinamika kebahasaan masyarakat urban Indonesia yang bilingual dan menunjukkan adanya pergeseran nilai serta norma kebahasaan akibat interaksi intensif dengan budaya global.
Analisis Semiotik Ritual Mappenre Bunga pada Makam Raja Bone ke XVI di Desa Nagauleng Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Andi Nur Fadillah; Andi Srimularahmah; Irna Fitriana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotik dalam ritual Mappenre Bunga yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Nagauleng di makam Raja Bone ke XVI, dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Ritual ini merupakan warisan budaya masyarakat yang sarat akan nilai spiritual, sosial dan simbolik. Penelitian ini akan menggali makna mendalam yang terkandung dalam ritual Mappenre Bunga melalui kategori tanda: ikon, indeks dan simbol. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ritual Mappenre Bunga merupakan media komunikasi antara manusia dan leluhur, serta perwujudan dari identitas budaya masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan studi semiotika serta meningkatkan kesadaran alan pentingnya nilai-nilai budaya lokal.
ANALISIS GAYA BAHASA ALITERASI DAN ANAFORA PADA KUMPULAN PUISI KAMU TIDAK ISTIMEWA KARYA NATASHA RIZKY Nur Fadillah; Irna Fitriana; Muhammad Asdar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37334

Abstract

This study aims to identify and analyze the figurative language of alliteration and anaphora in Natasha Rizky's poetry collection "Kamu Tidak Istimewa." This study uses a qualitative descriptive approach, with data collection techniques using documentation and analysis tables. The data are documents, namely poetry collections containing alliteration and anaphora. The results are expected to demonstrate that alliteration is used to create rhythm and musicality in the poetry, while anaphora is used to emphasize feelings and strengthen the poet's intended message. Thus, the use of these two figurative language styles enriches the meaning and beauty of the poetry in "Kamu Tidak Istimewa." This research contributes to the understanding of linguistic techniques used in modern poetry and broadens insight into contemporary Indonesian literature.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN EKONOMI MELALUI MEDIA DIGITAL A.Ayu Astika; Nahda; Yuli Asmiranda; Sartina; Lia Vinky Ramadhani; Juliana; Irwani; Akila Fitri Annisa; Reva Zalina; Aprillah Alpianti; Irna Fitriana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48916

Abstract

The digital era has driven significant changes across various sectors of life, including education, particularly in economics learning. This study aims to analyze the transformation of economics learning through the use of digital media by mapping current research trends, identifying the effectiveness of various digital learning tools, and examining the challenges and opportunities associated with their implementation. The study employs a systematic literature review method through the analysis of scientific journals and books published between 2021 and 2025. The data were synthesized from thirteen previous studies relevant to the theme of digital transformation in economics education. The findings indicate that digital media, such as Augmented Reality (AR), the instructional design platform Canva, and the local wisdom–based application Ekonara, contribute positively to improving learning outcomes, conceptual understanding, learning motivation, and students’ economic literacy. Beyond influencing instructional practices, digital transformation also requires a shift in educational paradigms, particularly in redefining teachers’ roles as learning facilitators, strengthening digital financial literacy, and addressing ethical considerations related to technology use. Therefore, the success of transforming economics learning depends not only on the utilization of technology but also on the balanced integration of technology, pedagogy, and learning content that is adaptive to the needs and characteristics of learners in the digital era.
Representasi Hubungan Manusia dan Alam dalam Antologi Puisi “Kemarau di Surga” (Analisis Ekokritik Sastra) Triyani Triyani; Muh. Safar; Irna Fitriana
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.653

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menemukan representasi hubungan manusia dan alam, bentuk kerusakan alam, serta bentuk perlindungan terhadap alam yang terdapat dalam antologi puisi “Kemarau di Surga” berdasarkan analisis ekokritik sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain content analysis. Teknik pengumpulan data menggunakan prosedur telaah pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Sementara validasi data menggunakan teknik triangulasi teori dan analisis data menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi hubungan manusia dan alam meliputi hubungan yang harmonis dan hubungan yang tidak harmonis. Sementara itu, representasi kerusakan alam berdasarkan analisis ekokritik sastra Greg Garrard meliputi 6 jenis yaitu: pertama, pencemaran (pollution)yang diakibatkan polusi. Kedua, Hutan belantara (wilderness) seperti penebangan secara liar, pembakaran hutan, alih fungsi lahan. Ketiga, bencana (apocalypse) antara lain gempa bumi, tanah lonsor, tsunami, dan gunung meletus. Keempat, Perumahan/tempat tinggal (dwelling) dengan bentuk kerusakan pada perumahan yang dijadikan alih fungsi untuk pendirian bangunan demi kemajuan pembangunan modern yang semu karena merusak alam. Kelima, Binatang (animals) terkait spesies laut yaitu ikan hiu yang terancam punah sebagai akibat praktik shark finning atau perburuan sirip hiu. Keenam, Bumi (earth) seperti aktivitas penambangan. Sementara itu untuk representasi bentuk perlindungan terhadap alam meliputi: pertama, sikap hormat terhadap alam direpresentasikan melalui rasa kagum dan syukur terhadap ciptaan Tuhan, bukan hanya kerena takut pada hukum maupun aturan yang berlaku. Kedua, prinsip tanggung jawab direpresentasikan melalui kesadaran untuk merawat, menghormati, dan tidak merusak alam. Ketiga, sikap solidaritas terhadap alam yang direpresentasikan dalam penentuan sikap dalam kehidupan sehari-hari seperti penolakan terhadap konsumerisme khususnya menu sajian “sup sirip ikan hiu”. Keempat, prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam yang direpresentasikan dengan menerapkan prinsip “cukup”. Kelima, prinsip keadilan yang direpresentasikan melalui menerima alam seutuhnya dalam segala keadaan tanpa syarat dengan segala risikonya.