Heru Kartika Candra, Heru Kartika
Politeknik Negeri Banjarmasin

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TEKNOLOGI BAGI MASYARAKAT WARGA ALIRAN ANAK SUNGAI KEMUNING BANJARBARU DALAM PENGEMBANGAN TERNAK IKAN LAHAN SEMPIT MENGGUNAKAN Smart Tarpaulin Fish Candra, Heru Kartika; Cahyani, Rinova Firman; Iryanie, Emy; Nugroho, Dodon T.
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v4i1.1264

Abstract

Smart Tarpaulin Fish digunakan untuk membudidaya ikan dengan menggunakan bahan terpal sebagai alternative kolam tanah atau beton. Terpal yang dibutuhkan adalah jenis terpal dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran. Pengaturan sirkulasi air mulai dari sungai sampai ke kolam ikan terpal dilakukan secara otomatis dengan menggunakan pompa rendam yang diatur dengan alat kontroling yang mendapatkan sumber daya dari sumber bertenaga surya. Warga di bantaran aliran sungai Kemuning belum memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber usaha perikanan secara maksimal. Dengan memanfaatkan air sungai sebagai usaha perikanan dapat memberikan alternatif mata pencaharian bagi warga di bantaran aliran sungai kemuning. Penggunaan Smart Tarpaulin Fish ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, kolam ini dibuat berdasarkan kebutuhan akan kolam yang portabel karena ukuranya 2x1x0,5 m. Kolam terpal ini menggunakan alat filter air sebagai alat untuk menyaring air sungai yang tercemar, dan menggunakan beberapa alat yang menggunakan panel surya dan sistem kontrol otomatis untuk menghasilkan system ternak ikan menggunakan terpal yang smart. Penggunaan panel surya dengan memanfaatkan limpahan tenaga surya merupakan alternatif untuk dapat meminimalkan pengeluaran para pembudidaya ikan karena tidak menggunakan listrik dari PLN untuk mengaktifkan alat kontroling dan pompa air selama kebutuhan air dalam kolam diperlukan. Target dan luaran yang dihasilkan dari program ini khususnya untuk pihak mitra adalah: terpenuhinya alternatif tambahan mata pencaharian dengan beternak ikan, dan meningkatkan pendapatan kurang lebih 80%, selain itu adanya teknologi yang diterapkan sebagai penerapan peralatan kolam terpal dengan alat penyaring sirkulasi air dan alat control pompa air dengan teknologi panel surya sebagai penyuplai sumber daya listrik.
Penerapan Metode Klustering Fuzzy C-Means Untuk Penentuan Peminatan Pemilihan Jurusan Pada Sekolah Menengah Tingkat Atas Candra, Heru Kartika; Bahit, Muhammad; Sabella, Billy
POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Vol 7 No 2 (2021): Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/positif.v7i2.1106

Abstract

Determination of majors for students in accordance with the weight of knowledge conditions or commonly referred to as determining student majors in the high school environment is determined by the understanding of learning in understanding knowledge which is supported by elements of specialization, because the scientific character is proportional to the same properties of the object pursuing the science. With this assumption, someone who studies a science will be able to deepen it if he has pleasure in what he is studying. Pleasure with something being learned can affect the quality of student learning outcomes in certain scientific fields of study. It can be said that the focus on a material being studied, students will learn more comfortably and achieve a better understanding so that the weight of the knowledge learned will be achieved [1]. The process of determining the majors is held to select and classify the same students' abilities in one education department according to the field taken. This is done so that there is an adjustment to the students' interests and abilities in the desired field of majors, so that it is expected to provide comfort in learning and affect the achievement of understanding and student learning achievement. The formation of data grouping is one of the methods or methods used in parsing uniform patterns in data. Grouping analysis is the process of sorting data in a group into several groups whose data similarity in one group is greater than the similarity of the data to data in other groups [4]. A method that is often used in data set grouping is the use of the clustering algorithm [5]. There are many data clustering algorithms, one of which is frequently used, namely Fuzzy C-Means. The K-Means clustering method is not appropriate to use to classify students based on the similarity of academic abilities in the process of determining majors according to the provisions of the Ministry of National Education. Of the 42 examples, some of the data are 10 Banjarmasin Public Senior High Schools 13 which will be grouped into 3 groups based on the similarity in the value of 10 core majors. The difference between the results of clustering student data manually (based on the provisions used in SMA 13 Banjarmasin) with the results of the K-Means algorithm clustering is due to (a) the K-Means algorithm performs student data clustering based on similar data patterns (scores) in groups that are which has been set, and is not tied to a certain rule or variable values. (b) The student clustering method used in SMA 13 Banjarmasin in determining majors is grouping students based on the similarity of values ​​in predetermined groups, but tied to a certain rule or variable value, namely the minimum standard value (minimum completeness criteria value / KKM). ) to belong to a certain group.