Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP KESIAPAN SISWA SMK DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA Anggi Aprianto; Meiyaldi Eka Putra; Fajar Maulana; Hendra Sahputra Batubara
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v9i2.19188

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran online terhadap kesiapan siswa memasuki dunia kerja di SMKN 7 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner menggunakan skala Likert. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 74 siswa, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran online berpengaruh signifikan terhadap nilai Sig. = 0,000 < 0,05 berarti kriteria signifikansi terpenuhi, sedangkan T-hitung 10,845 > 1,666 berarti menolak H0 dan menerima Ha untuk menguji kedua variabel Berdasarkan uji regresi diketahui bahwa variabel pembelajaran online mempunyai kontribusi sebesar 70,7 % terhadap kesiapan siswa memasuki dunia kerja, sekaligus berdasarkan tes deskriptif dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja siswa belum optimal, yaitu 14 dari 74 siswa masih memiliki kesiapan kerja yang rendah. Kata kunci: Pembelajaran Online, Kesiapan, Dunia Kerja
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MENGGUNAKAN MODEL PERKULIAHAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) MATA KULIAH GAMBAR TEKNIK Supri adi; Meiyaldi Eka Putra; Fajar Maulana; Ramanda Rizky; Islami Fatwa
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v10i1.20850

Abstract

This research is motivated by the problem of Engineering Drawing Lectures which are still focused on lecturers, student knowledge about Engineering Drawings is still low because many student learning outcomes do not meet the criteria. Therefore, it is necessary to apply the lecture model so that Engineering Drawing lectures can increase. The model applied is Problem Based Instruction. The purpose of this study was to improve student learning outcomes in the first semester of Engineering Drawing courses. This type of research is Quasi Experimental with one group pretest-posttest design. The subjects in this study were first semester students of the Automotive Technology Vocational Education Study Program at Lancang Kuning University who were enrolled in the 2022/2023 academic year as many as 32 students. Collecting data in this study using pretest and posttest learning outcomes. Data were analyzed using Gain Score. Based on the research results, the average pretest score was 65.75 and the posttest score was 86.50. From the calculation of the Gain Score <g> is 0.557 in the medium category using the Problem Based Instruction (PBI) lecture model for the Engineering Drawing course in the Automotive Technology Vocational Education Study Program, Lancang Kuning University.
Pelatihan Servis Ringan Sepeda Motor untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Pembina Meiyaldi Eka Putra; Ramanda Rizky
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 01 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i01.14718

Abstract

Seiring berjalannya waktu, peralihan pemberian layanan penyandang disabilitas diawali dengan model pelayanan tradisional yakni secara sukarela, yang melalui beberapa proses transisi sehingga mencapai model pelayanan inklusif dengan inclusive development – inclusive society (Santoso & Apsari, 2017). Model inklusif ini terbentuk demi mencapai kesetaraan hidup penyandang disabilitas dalam setiap segi kehidupan, salah satunya dalam menempuh pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat memperoleh bekal berupa ilmu yang berguna dalam menghadapi era globalisasi sebagai wadah perkembangan IPTEK. Salah satu keterampilan yang dapat diberikan kepada anak berkebutuhan khusus yaitu pelatihan servis ringan sepeda motor. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang bersifat langsung dan praktek. Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap analisis situasi (observasi lapangan dan wawancara), tahap persiapan kegiatan (proposal kegiatan), dan tahap pelaksanaan (pelatihan dan evaluasi). Pelatihan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dan berjalan dengan lancar. Hasil pengabdian dilihat dari tingkat pemahaman peserta mengenai penerapan servis ringan sepeda motor di SLB Negeri Pembina Pekanbaru sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Dari hasil analisis, tim pengabdian menilai tingkat pemahaman siswa sebelum penyampaian materi berada pada kategori cukup, dengan angka persentase 53.71%. Peningkatan yang cukup signifikan setelah pelatihan (kategori baik) ditunjukkan dari angka persentase 77.20%. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat pemahaman siswa tentang penerapan servis ringan sepeda motor di SLB Negeri Pembina Pekanbaru sebelum dengan sesudah pelatihan mengalami peningkatan.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Kahoot pada Studi Kerja Dasar Kelas X Teknik Otomotif SMKS Hasanah Pekanbaru Meiyaldi Eka Putra; Supriadi Supriadi; Islami Fatwa
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 4 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i4.14699

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran yang dikemas secara interaktif pada mata pelajaran Teknik Otomotif Dasar. Metode penelitian ini adalah R&D dengan desain One Group Pretest-Posttest design. Prosedur penelitian dilakukan dalam tahap pendefinisian, desain dan pengembangan. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMK Hasanah Pekanbaru yang berjumlah 71 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh langsung dari responden. Instrumen penelitian berupa angket validitas, kepraktisan dan keefektifan. Data penelitian yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis uji t. Hasil yang diperoleh dari penelitian dan pengembangan ini adalah: (1) validitas media pembelajaran interaktif dinyatakan sangat valid dari syarat didaktis, konstruksi dan teknis dengan skor rata-rata 92,15%. (2) Kepraktisan media pembelajaran interaktif dinyatakan sangat praktis berdasarkan respon guru dengan skor rata-rata 95%, berdasarkan tanggapan siswa juga dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 90,13%. (3) Keefektifan media pembelajaran interaktif dapat dilihat dari hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan signifikan penggunaan media pembelajaran interaktif yang diperoleh dari hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa berubah dengan nilai ketuntasan KKM siswa dengan nilai 85,31 yang berarti siswa tuntas dalam belajar.
DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP KESIAPAN SISWA SMK DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA Anggi Aprianto; Meiyaldi Eka Putra; Fajar Maulana; Hendra Sahputra Batubara
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v9i2.19188

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran online terhadap kesiapan siswa memasuki dunia kerja di SMKN 7 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner menggunakan skala Likert. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 74 siswa, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran online berpengaruh signifikan terhadap nilai Sig. = 0,000 < 0,05 berarti kriteria signifikansi terpenuhi, sedangkan T-hitung 10,845 > 1,666 berarti menolak H0 dan menerima Ha untuk menguji kedua variabel Berdasarkan uji regresi diketahui bahwa variabel pembelajaran online mempunyai kontribusi sebesar 70,7 % terhadap kesiapan siswa memasuki dunia kerja, sekaligus berdasarkan tes deskriptif dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja siswa belum optimal, yaitu 14 dari 74 siswa masih memiliki kesiapan kerja yang rendah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MENGGUNAKAN MODEL PERKULIAHAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) MATA KULIAH GAMBAR TEKNIK Supriadi1; Meiyaldi Eka Putra; Fajar Maulana; Ramanda Rizky; Islami Fatwa
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v10i1.136

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan Perkuliahan Gambar Teknik yang masih terfokus pada dosen, pengetahuan mahasiswa tentang Gambar Teknik masih rendah karena banyaknya hasil belajar mahasiswa yang belum memenuhi kriteria. Oleh karena itu, perlu diterapkan model perkuliahan sehingga perkuliahan Gambar Teknik dapat meningkat. Model yang diterapkan adalah Problem Based Instruction. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa semester satu mata kuliah Gambar Teknik. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksprimental dengan desain pretest-postest one group. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester satu Prodi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif Universitas Lancang Kuning yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 32 mahasiswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan hasil belajar pretest dan posttest. Data dianalisis dengan menggunakan Gain Score. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata skor pretest 65,75 dan skor posttest 86,50. Dari perhitungan Gain Score <g> adalah 0,557 dengan kategori sedang dengan menggunakan model perkuliahan Problem Based Instruction (PBI) mata kuliah Gambar Teknik di Prodi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif Universitas Lancang Kuning.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM INDUSTRI OTOMOTIF: BAGAIMANA PERUSAHAAN OTOMOTIF DAPAT MENGADAPTASI PERUBAHAN TEKNOLOGI DIGITAL Meiyaldi Eka Putra; Giatman Giatman; Hasan Maksum; Remon Lapisa
EDUPEDIA Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v9i2.3519

Abstract

This study explores the role of transformational leadership in supporting automotive companies’ adaptation to digital technology changes. The automotive industry faces rapid transformation through automation, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), and smart robotics-based production systems. Findings indicate that transformational leaders who are visionary, communicative, and supportive of learning accelerate technology adoption, minimize employee resistance, and foster an innovative culture. Major challenges include psychological resistance, limited digital literacy, technical obstacles, and misalignment of organizational culture. Effective adaptation strategies include intensive training, technical mentoring, cross-divisional collaboration, and operational policy adjustments. Transformational leadership is crucial in aligning digital vision, enhancing human resource competencies, and creating an adaptive work environment, enabling optimal acceptance of digitalization across all organizational levels. These findings highlight that successful digital transformation depends not only on technology but also on leadership quality and organizational culture. Keyword: Transformational Leadership, Digital Adaptation, Automotive Industry, Innovation, Organizational Transformation
FILSAFAT PENDIDIKAN OTOMOTIF DALAM ERA DIGITAL: SEBUAH ANALISIS TENTANG PERUBAHAN KONSEP BELAJAR DAN MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN MULTIVARIAT Meiyaldi Eka Putra; Refdinal Refdinal; Rijal Abdullah; Jonni Mardizal; Ambiyar Ambiyar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5131

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology has brought significant transformation to the philosophy of automotive education, particularly in its traditional learning and teaching approaches that previously relied on manual skills. This study aims to analyze the shift in automotive education from the perspective of multivariate educational philosophy, which integrates technical competencies, digital literacy, problem-solving abilities, and an understanding of electronic vehicle systems. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and observations involving automotive teachers, workshop instructors, program coordinators, industry technicians, and students. The findings reveal that digital tools—such as vehicle scanners, simulation software, animated videos, and e-learning modules—not only enhance learning methods but also shift the learning paradigm toward more analytical and data-driven processes. The role of teachers has also evolved significantly, from mere transmitters of information to facilitators, mentors, and digital analysts. The integration of industry technology into classroom and workshop learning increases students’ job readiness and reduces the skills gap between vocational schools and professional workshops. Therefore, automotive education in the digital era requires a philosophical reconstruction to align with multivariate competence demands, curriculum relevance, and the technological needs of the modern automotive industry. Keyword: educational philosoph; automotive education; digital era; multivariate learning; industrial technology integration Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan mendasar terhadap filsafat pendidikan otomotif, terutama dalam cara belajar dan mengajar yang sebelumnya berpusat pada keterampilan manual. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi konsep pendidikan otomotif dalam perspektif filsafat pendidikan multivariat, yang menekankan keterpaduan antara kompetensi teknis, literasi digital, pemecahan masalah, serta pemahaman sistem elektronik kendaraan modern. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi pada guru otomotif, instruktur bengkel, kepala program keahlian, teknisi industri, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti scanner kendaraan, software simulasi, video animasi, dan modul e-learning, tidak hanya memodifikasi metode pembelajaran, tetapi juga menggeser paradigma belajar menuju model yang lebih analitis dan berbasis data. Peran guru turut mengalami perubahan signifikan, dari penyampai informasi menjadi fasilitator, mentor, dan analis digital. Integrasi teknologi industri dalam pembelajaran terbukti meningkatkan kesiapan kerja siswa dan mengurangi kesenjangan keterampilan antara sekolah dan bengkel modern. Dengan demikian, pendidikan otomotif dalam era digital memerlukan rekonstruksi filosofis agar mampu menjawab tuntutan kompetensi multivariat, relevansi kurikulum, serta kebutuhan industri otomotif berbasis teknologi. Kata kunci: filsafat pendidikan; pendidikan otomotif; era digital; pembelajaran multivariat; teknologi industri
MANAJEMEN KURIKULUM SMK BIDANG OTOMOTIF DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MODERN Meiyaldi Eka Putra; Hasan Maksum; Waskito
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6420

Abstract

Abstract: The development of modern technology in the automotive industry, such as electric vehicles, hybrid vehicles, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), the Internet of Things (IoT), artificial intelligence, and digital manufacturing, requires Vocational High Schools (SMK) to continuously adjust their curriculum. This study aims to analyze the management of SMK automotive curriculum in facing modern technological developments. The research method used is library research with a qualitative descriptive approach through the analysis of various literature, educational policies, scientific journals, and documents related to vocational education. The results of the study indicate that the success of automotive curriculum management is determined by four main management functions, namely planning, organizing, implementing, and evaluating the curriculum. The integration of modern technology into the curriculum requires industry involvement, improving teacher competency, providing technology-based infrastructure, and implementing project-based learning and Teaching Factory. An adaptive and flexible curriculum can increase the relevance of graduate competencies to the needs of the workforce. Therefore, synergy between schools, government, industry, and universities is a crucial factor in realizing automotive vocational education that is responsive to modern technological developments. Keywords: Curriculum Management, Automotive Vocational School, Modern Technology, Vocational Education, Automotive Industry.   Abstrak: Perkembangan teknologi modern pada industri otomotif, seperti kendaraan listrik, kendaraan hibrida, sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan digitalisasi manufaktur, menuntut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk melakukan penyesuaian kurikulum secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum SMK bidang otomotif dalam menghadapi perkembangan teknologi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur, kebijakan pendidikan, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait pendidikan vokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum otomotif ditentukan oleh empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Integrasi teknologi modern ke dalam kurikulum memerlukan keterlibatan industri, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana-prasarana berbasis teknologi, serta penerapan pembelajaran berbasis proyek dan Teaching Factory. Kurikulum yang adaptif dan fleksibel mampu meningkatkan relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, pemerintah, industri, dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan vokasi otomotif yang responsif terhadap perkembangan teknologi modern. Kata Kunci: Manajemen Kurikulum, SMK Otomotif, Teknologi Modern, Pendidikan Vokasi, Industri Otomotif.
KEMITRAAN MODEL HELIK ANTARA PERGURUAN TINGGI, SMK DAN INDUSTRI OTOMOTIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA Meiyaldi Eka Putra; Teguh Irawan; Bintha Ustafiano; Fajar Maulana; Yolana Nursyafti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6421

Abstract

 Abstract: Higher education plays a crucial and strategic role in relation to the focus of national development, specifically the economic and human resource sectors. This study utilizes a qualitative approach and development in the field of education, utilizing Focus Group Discussions (FGDs) as the primary data collection technique. This study utilized a qualitative approach, utilizing Focus Group Discussions (FGDs) as the primary data collection technique. These FGDs allowed researchers to explore in-depth perspectives from participants through dynamic group interactions. The FGDs yielded a hypothetical model depicting the synergistic relationship between the three primary vocational education entities. The LPTK plays a role in providing the foundations of entrepreneurial competencies and automotive engineering skills, as well as shaping students' self-confidence and character. The validation results for the development of the Triple-Helix partnership model in preparing vocational students showed a high level of feasibility, with an overall score of 87%, categorized as suitable for use with revision. The development of a vocational student preparation model is based on a triple-helix partnership. The triple-helix partnership is based on a partnership between LPTK, SMK, and DUDI (industrial and industrial sectors). The key factor in the success of this model is the foundation of the partnership, a memorandum of understanding (MoU) between the three parties.  Keywords: Vocational student development, triple-helix partnerships   Abstrak: Perguruan Tinggi mempunyai peran penting dan strategis apabila dikaitkan dengan titik berat pembangunan nasional yaitu sektor ekonomi dan sumberdaya manusia. Melalui peningkatan peranan dan pembangunan dibidang pendidikan ini diwujudkan sumber daya manusia, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Focus Group Discussion (FGD) sebagai teknik utama pengumpulan data dengan pendekatan studi eksploratif kualitatif. FGD dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali perspektif mendalam dari partisipan melalui interaksi kelompok yang dinamis. dari FGD menghasilkan sebuah model hipotetik yang menggambarkan hubungan sinergis antar tiga entitas utama pendidikan vokasional. LPTK berperan dalam memberikan dasar-dasar kompetensi keahlian wirausaha dan keahlian teknik otomotif, serta membentuk kepercayaan diri dan karakter Siswa. Hasil validasi terhadap pengembangan model kemitraan Triple-Helix dalam penyiapan siswa vokasional menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi dengan skor keseluruhan sebesar 87%, yang berada pada kategori layak digunakan dengan revisi. pengembangan  model penyiapan siswa vokasional berbasis kemitraan triple-helix. Kemitraan triple-helix didasarkan pada kemitraan antara Perguruan Tinggi LPTK, SMK, dan DUDI. Faktor yang menjadi kunci keberhasilan model ini adalah landasan kemitraan berupa nota kesepahaman (MoU) antara ketiga pihak tersebut. Kata kunci : Perkembangan siswa vokasional, kemitraan triple-helix